Sertifikasi Halal di Australia: Tantangan dan Implikasinya Bagi Pasar Global
Andika Priyandana | 31 Maret 2026
Sertifikasi halal di Australia berkembang pesat sebagai respons terhadap permintaan pasar domestik dan global, namun menghadapi tantangan dalam harmonisasi standar serta kepercayaan konsumen.
HalalReview.co.id – Permintaan produk halal di Australia mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, baik untuk konsumsi domestik maupun ekspor ke negara-negara mayoritas muslim. Australia mengekspor produk daging halal ke Indonesia, Malaysia, dan negara-negara di Timur Tengah serta Afrika, yang diproyeksikan mencapai USD15,7 miliar (sekitar 257 triliun Rupiah) per 2024-2025, menjadikannya salah satu eksportir utama daging halal ke negara-negara muslim (EMR Claight, 2025).
Industri daging dan produk turunannya memainkan peran penting dalam pasar halal Australia. Negara ini telah lama menjadi pelopor produksi daging halal dan menjadi pemasok terpercaya daging sapi dan domba ke lebih dari 110 negara di dunia, termasuk negara-negara dengan mayoritas penduduk nonmuslim, namun memiliki populasi penduduk beragama Islam dengan jumlah signifikan.
Salah satu hal menarik yang menjadikan Australia mampu menjadi raksasa dunia produksi daging halal adalah keberagaman latar belakang penduduk beragama Islam di Australia, yang pada akhirnya memunculkan keberagaman lembaga sertifikasi halal dan regulasi yang ada di Australia. Keberagaman lembaga sertifikasi halal mencerminkan upaya Australia dalam memenuhi standar halal internasional, sekaligus kemampuan memenuhi permintaan daging halal dengan kebutuhan berbeda.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia (14/11/2024), terdapat 19 lembaga sertifikasi halal untuk daging merah yang diakui Pemerintah Australia, empat di antaranya adalah Australian Halal Development and Accreditation, Australian Halal Authority and Advisers, Australian Halal Food Services, dan Supreme Islamic Council of Halal Meat in Australia Inc. Sedangkan dari 19 lembaga sertifikasi halal tersebut, 10 di antaranya telah berpartisipasi dalam memasok daging halal ke Indonesia.
Mekanisme dan Tantangan Sertifikasi Halal di Australia
Sertifikasi halal di Australia melibatkan kerja sama antara lembaga sertifikasi swasta, regulasi pemerintah, dan hubungan dengan pasar global. Lembaga sertifikasi swasta, seperti National Halal Authority dan Australian Halal Development and Accreditation, berperan penting dalam memastikan produk memenuhi standar halal. Mereka bekerja sama dengan pemerintah Australia melalui program seperti Australian Government Authorised Halal Program (AGAHP), yang mengawasi kepatuhan terhadap persyaratan halal dalam industri daging (Australian Halal, 2025).

Sumber: National Halal Authority
Proses sertifikasi halal di Australia dapat berbeda-beda, tergantung pengajuan sertifikasi halal melalui lembaga mana. Sebagai contoh, proses sertifikasi halal oleh National Halal Authority (2025) dimulai dengan pengajuan aplikasi oleh perusahaan yang ingin mendapatkan sertifikasi. Perusahaan harus menyediakan informasi detail tentang produk, termasuk daftar bahan baku dan proses produksi. Setelah itu, dilakukan audit oleh lembaga sertifikasi untuk memastikan semua tahapan produksi sesuai dengan pedoman halal. Jika semua persyaratan terpenuhi, sertifikat halal diterbitkan dan berlaku untuk periode tertentu, dengan pengawasan berkala untuk memastikan kepatuhan yang berkelanjutan.
Namun, proses sertifikasi halal di Australia menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah fragmentasi dalam sistem sertifikasi, yang mana terdapat berbagai lembaga sertifikasi dengan standar yang mungkin berbeda, yang dapat membingungkan produsen dan konsumen. Isu transparansi dalam proses sertifikasi dan biaya yang terkait juga menjadi perhatian, terutama bagi usaha kecil yang mungkin kesulitan memenuhi persyaratan dan menanggung biaya sertifikasi (Laveda, 2022).
Meskipun demikian, sertifikasi halal dengan berbagai perbedaannya tetap menjadi komponen penting dalam industri pangan Australia, terutama mengingat peran negara ini sebagai salah satu eksportir utama produk halal ke pasar global dan telah memiliki basis pasar sangat kuat di berbagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam.
Implikasi Sertifikasi Halal Bagi Pasar Global dan Ekspor Australia
Sertifikasi halal memiliki peran krusial dalam mendukung ekspor Australia, terutama dalam industri daging dan produk olahannya, ke berbagai negara mayoritas muslim seperti Indonesia, Malaysia, Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab, dan Mesir. Sebagai salah satu pemasok utama daging halal dunia, Australia telah menerapkan strategi sertifikasi melalui berbagai lembaga yang terintegrasi dalam satu badan organisasi yang diakui, yaitu Approved Islamic Organisation (AIO) yang berperan mengawasi produksi dan sertifikasi daging halal untuk keperluan ekspor. AIO bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan syariat dalam proses produksi sebab pemerintah Australia tidak ikut terlibat pada segala sesuatu yang terkait syariat (Syadida, 2024).
Jadi, meski standar sertifikasi halal bisa berbeda di setiap negara pengonsumsi daging halal asal Australia, yang tentunya mencerminkan nilai-nilai, budaya, dan kepercayaan masyarakat setempat, Australia telah memiliki pengalaman mendalam untuk mengatasi tantangan tersebut. Sebagai contoh, hal tersebut tampak jelas dari kemampuan Australia mengekspor daging merah ke Indonesia yang memiliki Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Malaysia yang memiliki Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM), dan Arab Saudi yang memiliki Saudi Food and Drug Authority (SFDA) (Arab: الهيئة العامة للغذاء والدواء) sebagai otoritas sertifikasi halal.
Ke depan, terdapat peluang bagi Australia untuk memperkuat standar sertifikasi halal dan mengintegrasikannya ke dalam regulasi nasional serta internasional. Dengan harmonisasi standar halal secara global, proses sertifikasi dapat menjadi lebih sangkil, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan semakin memperluas akses pasar bagi produk halal Australia. Upaya ini tidak hanya akan memperkuat posisi Australia sebagai pemasok utama produk halal, tetapi juga memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi ekspektasi konsumen muslim di seluruh dunia.
Artikel ini dipublikasikan dalam Majalah Halal Review Edisi 2/Februari/2025 yang dapat diakses melalui tautan berikut: https://ihatecpublisher.com/majalah/halal-review-edisi-02-februari-2025/