Merancang Signifier Authentic Halal Brand
Dr. Wahyu T. Setyobudi | 31 Maret 2026
HalalReview.co.id – Namanya Kusuma Indah Srikandi. Entah berapa buku “1000 Nama Anak Beserta Artinya”, sudah dibaca oleh ayah dan bundanya untuk sampai di nama cantik itu. Anda yang menjadi orang tua, pasti pernah merasakannya. Nama yang bagus-bagus itu, tampak keren di buku, atau disarankan orang lain, nyatanya tidak cukup bagus untuk anak kita. Seorang ibu yang tadinya slebor, tetiba menjadi perfeksionis, mencari nama terbaik di antara yang baik. Sayang seribu sayang, setelah 6 tahun kemudian ketika SD, Kusuma Indah Srikandi berubah menjadi Menul.
Nama panggilan yang diberikan oleh teman-teman itu bisa sangat random. Zidan Satria, bisa dipanggil ireng, atau Rahman Zahid menjadi upil. Seberapa pun absurdnya, nama-nama itu pasti muncul tidak dengan tiba-tiba. Ada suatu peristiwa, atau karakter-karakter tertentu yang kemudian memunculkan nama tersebut. Bisa karena karakter fisik, karakter perilaku, atau suatu momen yang berkesan sebagai pengikat pertemanan. Anda tentu tidak kesulitan membayangkan Si Menul, anak perempuan lincah berpipi chubby dan gemar makan.
Lebih kurang demikianlah, kita menggambarkan brand signifier. Suatu karakter fisik, perilaku, strategi, atau hal lain yang menjadi jangkar bagi pelanggan untuk mengingat nama brand kita. Secara umum, brand signifier ini bisa terjadi secara organik, mengikuti flow pasar, atau bisa by design, terjadi karena direncanakan. Hoka-hoka Bento, misalnya. Secara mudah konsumen dapat melihat kemudian mengasosiasikan merek tersebut sebagai restoran cepat saji Jepang yang ramah anak dan keluarga. Kesan ini dibangun dari logo, tampilan restoran yang “Jepang banget”, pilihan menu, dan jangan lupakan, sepasang boneka Hokben yang lehernya bisa mentul-mentul. Semuanya itu membangun kesan yang utuh.
Dalam membangun Authentic Halal Brand (AHB), tentu juga membutuhkan brand signifier yang kuat. Terdapat paling tidak lima elemen utama penanda brand yang akan dilihat oleh konsumen kita. Kelima signifier tersebut adalah: product design, excellent service, truthful communication, pricing strategy, dan community enggagement. Baiknya kita bahas elemen ini satu per satu.
Pertama product design. Sebuah produk halal yang otentik, memiliki perhatian besar pada produk yang disampaikan pada konsumen sejak tahap perancangan. Produk yang dipasarkan mestilah memiliki kualitas yang baik, fitur-fitur yang memudahkan dan relevan dengan gaya hidup muslim, serta inovasi produk terus-menerus sebagai bagian dari filosofi perbaikan berkelanjutan. Sebagai contoh, kemasan pembungkus makanan yang ramah lingkungan, kosmetik yang menggunakan bahan-bahan sesuai sunah seperti jintan hitam, dan lain sebagainya.
Kedua adalah excellent service. Seorang muslim diajarkan untuk berkhidmat. Salah satu hadis Baginda Rasulullah SAW berbunyi “Senyum manismu di hadapan saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Baihaqi). Ini menekankan bahwa melayani dari hati adalah salah satu inti sari dari berbisnis dalam Islam. Melayani bukanlah sekedar menyampaikan jasa, melainkan memenuhi kebutuhan konsumen secara baik, melampaui harapannya. Masuk dalam hal layanan ini adalah kebersihan, keramahan, kecepatan, kesesuaian dengan janji, serta penanganan komplain yang cepat dan tepat.
Elemen ketiga yang perlu mendapat perhatian adalah truthful communication atau komunikasi berbasis kejujuran. Bukan rahasia bahwa kegiatan jual-beli sering diwarnai dengan manipulasi dan tipu menipu. Bahkan Rasulullah SAW bersabda; “Jika kamu mampu, janganlah menjadi orang yang pertama kali masuk pasar, dan jangan pula jangan menjadi yang terakhir keluar darinya, sebab pasar adalah tempat perangnya setan, di sanalah ia menancapkan benderanya.” (HR Muslim). Godaan untuk melebih-lebihkan kebaikan produk sering kali sangat besar. Namun demikian, seorang pengelola AHB perlu percaya bahwa apa yang dilebih-lebihkan itu, hanya akan mendatangkan keuntungan dalam jangka pendek. Justru dalam jangka panjang kekecewaan yang muncul bisa berubah menjadi negatif word of mouth, yang pada akhirnya membawa brand memperoleh citra diri negatif dari masyarakat. Kepercayaan publik harganya mahal, dan semestinya menjadi prioritas utama. Selalu transparan, dan terbuka dalam menjual. Fokus pada hal-hal baik yang didukung dengan data dan kenyataan.
Kita lanjutkan brand signifier elemen keempat dalam membangun AHB adalah pricing strategy yang halal friendly. Salah satu prinsip dalam hukum jual beli yang halal adalah tidak ada unsur gharar atau ketidakjelasan. Marak saat ini pembelian dengan skema mysteri box, di mana barang yang dibeli tidak terlihat, mendorong aksi koleksi dan sering kali berakhir kecewa. Selain itu strategi harga yang mengelabui konsumen melalui diskon palsu, yaitu barang yang telah dinaikkan sebelumnya. Praktik lain yang dianggap wajar dan sering dilakukan adalah menaikkan harga secara berlebihan karena scarcity atau keadaan darurat.
Elemen terakhir yang kita bahas adalah community enggagement. Brand yang kuat memiliki pendukung yang loyal. Hal ini bisa dibangun apabila secara sistematis dikelola oleh perusahaan. Melalui komunitas, brand dapat memperoleh dukungan, rekomendasi, bahkan mendapatkan ide pengembangan. Oleh karenanya, aktivitas untuk mengelola komunitas perlu mendapat perhatian khusus. Sebagai brand halal yang otentik, perlu dilakukan pendekatan kepada komunitas muslim yang kuat, misalkan kelompok pengajian, sekolah-sekolah Islam, pesantren, dan kelompok lainnya yang dapat menjadi mesin pendorong bagi brand kita.
Demikianlah telah kita bahas salah satu building block penting dalam membangun Authentic Halal Brand. Melalui brand signifier yang kuat, merek kita akan relevan dan mendapatkan hati konsumen muslim di Indonesia. Tentu untuk membangunnya dibutuhkan langkah-langkah terencana. Mulai dari evaluasi image yang ada saat ini, diikuti identifikasi gap, dan kemudian dirumuskan inisiatif strategis berdasarkan kekuatan yang ada di perusahaan kita. Selain itu, dibutuhkan juga sinergi dan kolaborasi dengan brand atau mitra lain yang dapat saling menguatkan. Mari kita bangun brand kita menjadi Authentic Halal Brand, salam semangat, salam pembaharu.
Artikel ini dipublikasikan dalam Majalah Halal Review Edisi 5/Juli – Agustus/2025 yang dapat diakses melalui tautan berikut: https://ihatecpublisher.com/majalah/majalah-halal-review-edisi-05-juli-agustus-2025/