Mengintegrasikan Nilai Halal dalam Bisnis
Syauqi Ahmad | 4 Maret 2026
Sebagai produsen makanan dan minuman, Saviro melihat ada peluang besar untuk memasarkan produk-produk halal di Indonesia. Oleh karena itu Savoria berkomitmen menjadikan halal bagian dari strategi pengembangan produknya. Menarik disimak bagaimana Savoria Group menjaga kualitas dan kehalalan produknya.
HalalReview.co.id – Mungkin masih banyak yang belum mengenal nama Savoria Group sebagai produsen sejumlah produk kenamaan di Indonesia. Tapi jika disebut nama Djarum Group yang merupakan induk dari Savoria, sudah pasti pasar Indonesia tahu persis bagaimana perusahaan ini selalu memberikan produk-produk terbaiknya.
Savoria Group memang fokus pada usahanya dalam mengelola berbagai segmen bisnis fast moving consumer goods (FMCG). Portofolio bisnisnya juga beragam, mulai dari susu, kopi, confectionary dan pastry.
Di antara dari merek-merek yang diproduksi oleh Saviora Grup adalah Produk bakery dengan merek 5Days, 5Days Deli dan Bonchef, produk susu dan susu olahan dengan merek Milklife dan Oatlife, produk kopi dengan merek Caffino dan Kopi Tubruk Gadjah, produk kembang gula dengan merek FOX’S dan SHOT, kemudian produk makanan ringan dengan merek KRIZZI, sedang untuk produk minuman dengan pengolahan dilabeli merek HYDROPLUS Isotonic.
Didiet Fadriana Abdulkadir, Marketing Director Savoria mengatakan, semua produk Savoria Group telah mendapatkan sertifikasi halal, yang diawali dari Pastry 5Days dan Bonchef pada September 2021 lalu. “Berturut-turut setelah itu dengan total 109 produk sudah mendapatkan juga sertifikat halalnya,” jelas Didied kepada Halal Review.
Keseriusan Saviora dalam memerhatikan aspek halal dari setiap produknya memang perlu diapresiasi. Hal itu bisa dilihat dari bagaimana Saviora memiliki tim manajemen halal khusus yang terdiri dari departemen HRD, Regulatory, RND, Manufacturing Service, PPIC, Warehouse, Procurement, QAC, Produksi dan SHE.
Semua itu dilakukan karena melihat pada potensi pasar halal yang sangat besar di Indonesia. Didiet menjelaskan bahwa tren halal saat ini menunjukkan arah yang sangat positif dan gaya hidup halal bukan hanya sekadar kebutuhan pasar muslim, tetapi juga peluang besar dalam industri global. Pemerintah, pelaku industri, dan organisasi internasional kini lebih berfokus pada pengembangan dan promosi sektor halal sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi global.
Integrasi Nilai-nilai Halal
Perlu disadari, tren halal saat ini sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik di pasar domestik (negara-negara dengan populasi muslim besar) maupun di pasar internasional. Beberapa faktor yang mendasari tren ini adalah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap gaya hidup sehat, keinginan untuk konsumsi yang sesuai dengan nilai-nilai agama, serta bertambahnya populasi muslim di berbagai negara.
Maka dari situ, Didiet memandang bahwa saat ini halal sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi baik nasional maupun global. Hal ini karena tren halal sendiri tidak lagi ditujukan hanya sekadar kebutuhan pasar muslim saja, melainkan juga ada peluang besar dalam industri global.
Savoria sendiri pada perkembangan usahanya tidak hanya mengembangkan produk yang sesuai dengan prinsip halal, namun juga mengintegrasikan nilai-nilai halal dalam strategi bisnis dan pemasaran. Dengan semakin meningkatnya kesadaran konsumen terhadap nilai-nilai keberlanjutan, etika, dan kesehatan, produk halal dianggap memiliki keunggulan tambahan yang dapat diterima oleh pasar global yang lebih luas.
“Oleh karena itu, integrasi prinsip halal ke dalam produk dan strategi bisnis perusahaan merupakan langkah strategis untuk memperoleh keuntungan kompetitif dalam pasar yang semakin terhubung dan beragam,” kata Didiet menambahkan.
Apa yang dilakukan Savoria adalah melakukan sejumlah langkah inisiatif terkait halal dalam strategi pengembangan bisnis, yakni antara lain dengan penggunaan label halal. Kata Didiet, penggunaan label halal meningkatkan daya tarik produk di pasar lokal dan global. Label halal ini juga menjadi simbol transparansi dan keamanan bagi konsumen, serta meningkatkan rasa percaya konsumen terhadap produk tersebut.
“Hal ini terjadi karena produk halal sering dipandang lebih higienis, lebih alami, dan lebih etis dalam proses pembuatannya,” imbuhnya.
Dengan cara-cara demikian, halal akhirnya juga mampu berperan lain yakni menjadi bagian dari strategi untuk citra perusahaan. Dengan gamblang Didiet menjelaskan jika integrasi prinsip halal dalam produk dan strategi pemasaran perusahaan bukan hanya sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan konsumen muslim, tetapi juga sebagai upaya untuk membangun brand image dan corporate image yang kuat dan positif.
Lebih jauh Didiet mengatakan bahwa perusahaan yang berkomitmen terhadap standar halal dan memasarkan produk mereka dengan cara yang mencerminkan nilai-nilai keberlanjutan, etika dan kesehatan, sebenarnya tidak hanya akan menarik konsumen muslim, tetapi juga konsumen global yang semakin sadar akan pentingnya etika dan keberlanjutan dalam konsumsi pasar.
Adapun terkait langkah-langkah apa yang dilakukan Saviora dalam menjaga kehalalan produknya yakni dengan mengimplementasikan Sistem Jaminan Produk Halal (SPJH), yang mengatur bahan, proses produksi, produk, sumber daya, dan prosedur untuk menjaga kehalalan produk sebagai salah satu prasyarat yang harus dipenuhi agar seluruh produk memenuhi persyaratan halal.
Lebih detail lagi, Didiet memaparkan sejumlah hal yang dilakukan perusahaan, di antaranya mengadakan pelaksanaan pelatihan dan sosialisasi kebijakan halal kepada semua pihak yang terlibat. Lalu membentuk Tim Halal dan penyusunan Manual Halal. Kemudian hanya menggunakan bahan yang sesuai dengan kriteria halal.
Selanjutnya, kontrol pembelian dan pemeriksaan bahan yang memiliki sertifikat halal yang valid melalui sistem SAP. Sistem ini memastikan semua bahan yang masuk dan digunakan pada fasilitas memenuhi kriteria halal yang dibantu dengan update berkala matriks halal sesuai dengan sertifikat halal termutakhir-. Selain itu juga adanya fasilitas produksi yang hanya digunakan untuk membuat produk halal dengan mengimplementasikan prosedur untuk menjaga kehalalan fasilitas agar tidak ada kontaminasi silang selama proses produksi, sampai melakukan audit internal dan management review satu kali dalam setahun.
Sebagai perusahaan besar, Savoria selalu melakukan penyesuaian dengan peraturan terkait halal terkini serta memutakhirkan prosedur dan kompetensi seluruh pihak yang terlibat dalam manajemen halal dalam perusahaan.
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 2/Februari/2025 yang dapat diakses disini:
https://ihatecpublisher.com/majalah/halal-review-edisi-02-februari-2025/