Tingkatkan Pangsa Pasar Melalui Produk Halal
Andika Priyandana | Januari 2026
Peran pemerintah melalui kewajiban sertifikat halal sudah mendorong terciptanya pasar produk halal di Indonesia. Bagaimana Heinz ABC memanfaatkan halal untuk meningkatkan pangsa pasarnya?
Kecap, saos, hingga sirup, adalah produk-produk Heinz ABC yang sudah lama dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Hal tersebut dapat dipahami karena ABC Indonesia sudah eksis sejak tahun 1975, dengan produk awal antara lain kecap, sirup, dan saos. Seiring perjalanan waktu, jangkauan pasar ABC semakin meluas dan akhirnya diakuisisi Heinz pada 1999. Pasca akuisisi Heinz, ragam produk ABC semakin banyak dan merambah ke produk lain di antaranya produk siap minum seperti minuman sari buah.
ABC, yang kini menjadi Heinz ABC Indonesia, melayani pasar Indonesia karena potensi kebutuhan yang sangat besar. Kebutuhan produk pangan yang besar oleh konsumen Indonesia memungkinkan Heinz ABC membangun pabrik di Karawang dengan skala produksi terbesar di Asia. Kemampuan produksi yang besar tersebut juga memungkinkan Heinz ABC Indonesia melakukan ekspor ke hingga 40 negara tujuan, antara lain Malaysia dan Australia.
Untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia, Heinz ABC tidak saja menghadirkan produk-produk pangan yang berkualitas, tapi juga produk pangan yang halal. Putri Adiastuti Cahyaningrum, Senior Regulatory Affairs and Compliance Manager, Heinz ABC Indonesia, mengatakan, “Produk-produk Heinz ABC Indonesia telah tersertifikasi halal jauh sebelum kemunculan pasal 4 UU 33/2014 yang mengatur bahwa produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.”
Alasan Heinz ABC memastikan keberadaan sertifikat halal sejak sebelum 2014, menurut Putri, karena mayoritas konsumen Heinz ABC di Indonesia beragama Islam. Keberadaan peraturan pemerintah yang mewajibkan produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia memiliki sertifikat halal, menurut Putri telah turut memperkuat citra Heinz ABC Indonesia sebagai produsen produk pangan halal. Bahkan, keberadaan peraturan tersebut telah turut menciptakan market push produk halal di Indonesia. “Peran pemerintah melalui kewajiban sertifikat halal sudah mendorong terciptanya pasar produk halal di Indonesia,” ujar Putri.
Generasi milenial adalah bagian dari pasar halal di Indonesia yang digarap Heinz ABC. Keseriusan menggarap pasar milenial Indonesia telah Heinz ABC tunjukkan, antara lain dengan pemilihan talenta yang memiliki kedekatan dan memiliki interaksi baik dengan pasar milenial, yaitu Andhika Pratama.
Lebih lanjut, Putri menyatakan, “Pangsa pasar milenial memang sangat potensial. Kekuatan mereka ada di teknologi, khususnya media sosial. Maka itu, untuk menggarap pasar milenial, Heinz ABC banyak melakukan kampanye pemasaran interaktif di kanal-kanal media sosial. Heinz ABC juga melakukan kampanye tematik tertuju ke pasar milenial seperti “Masak bareng Ibu” pada waktu-waktu tertentu, seperti Ramadan atau lebaran.”
Upaya Menjaga Kualitas Halal
Demi menjaga kualitas halal, Heinz ABC melakukan pemantauan ketat terhadap produk-produk yang diproses di pabrik yang mereka miliki dan kelola, khususnya secara internal yaitu pabrik di Karawang dan Pasuruan. Pabrik Karawang memiliki fokus melayani kebutuhan pasar di Indonesia bagian barat, sedangkan pabrik di Pasuruan berfokus melayani kebutuhan pasar di Indonesia bagian tengah dan timur.
Halal, sudah menjadi salah satu poin dari kebijakan mutu dan komitmen manajemen Heinz ABC. Kebijakan mutu sudah berjalan mulai dari pemilihan pemasok bahan baku, kemudian produksi di pabrik, hingga alur rantai pasoknya sampai ke tangan konsumen.
Putri berkata, “Untuk memastikan produk Heinz ABC itu halal, teman-teman R&D sudah mengecek saat uji coba dan mereka akan menggunakan sampel-sampel bahan baku dari pemasok. Pemilihan bahan baku baru sudah pasti akan melalui pemeriksaan penyelia regulasi dengan melihat dokumen halal. Jika dokumen halal sudah lengkap dan pengecekan lain terpenuhi, maka keluar persetujuan penggunaan bahan baku di internal Heinz ABC.”
Pengetahuan tersebut, seperti pemilihan pemasok, bahan baku, kelengkapan dokumen, termasuk bahan baku yang perlu diimpor, selalu diperbarui di internal manajemen Heinz ABC Indonesia. Selain urusan bahan baku dan proses produksi, Heinz ABC juga memastikan semua peralatan pendukung produksi sudah sesuai dengan ketentuan halal. Saat produk akhir telah keluar, Heinz ABC memastikan logo Halal Indonesia tercetak pada kemasan yang menempel di produk, yang kemudian dilakukan distribusi hingga ke tangan konsumen.
Ringkasnya, Heinz ABC memiliki tim yang memastikan bahwa produk-produk yang ada sudah memenuhi standar program pemerintah mulai pasokan sampai ke sisi distribusi ke konsumen. Poin halal sudah menjadi salah satu bagian dari deskripsi kerja yang tim Heinz ABC Indonesia kerjakan.
Tentu saja, konsistensi dan komitmen halal tidak hanya Heinz ABC tunjukkan melalui citra merek, tetapi juga melalui citra perusahaan. Putri mengatakan bahwa pimpinan tertinggi Heinz ABC sudah menyadari bahwa di samping memenuhi memenuhi peraturan pemerintah terkait kewajiban halal, juga memahami bahwa mayoritas pasar Heinz ABC beragama Islam. Komitmen untuk selalu menyediakan produk-produk halal untuk masyarakat Indonesia, sudah dimulai dari pucuk pimpinan dan diturunkan ke semua lini di bawahnya.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 02/Februari/2024