Seberapa Mudah Fasilitas Muslim Ditemui Saat Berwisata
Audia Ari | 18 Februari 2026
Indonesia merupakan negara yang kaya akan keindahan alamnya. Banyak pilihan objek wisata di berbagai daerah yang menjadi tujuan para wisatawan. Tak sedikit pula destinasi wisata Indonesia yang populer hingga ke mancanegara. Hal ini menunjukkan potensi wisata di Indonesia sangatlah besar. Tidak hanya keindahan alamnya saja, namun juga keragaman budaya dan kuliner di Indonesia dapat menjadi daya tarik bagi para wisatawan dari seluruh dunia. Contoh destinasi wisata alam di Indonesia yang populer, seperti Bali, Lombok, Labuan Bajo, dan masih banyak lagi.
Hal yang tak kalah menarik, saat ini muncul istilah wisata halal. Wisata halal tidak hanya menawarkan aspek keindahan alam saja, namun juga terdapat prinsip-prinsip agama Islam di dalamnya. Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), halal tourism atau wisata halal merupakan sebuah extended services amenitas yang ditunjukkan dan diberikan untuk memenuhi pengalaman dan keinginan wisatawan muslim, seperti makanan halal & fasilitas untuk sholat serta good to have seperti toilet yang ramah bagi muslim. Jadi, tidak hanya mendapatkan pengalaman menakjubkan dari keindahan alam saja, namun kebutuhan umat muslim untuk beribadah dapat dengan mudah terpenuhi termasuk makanan yang dikonsumsi.
IHATEC Marketing Research melakukan survei dengan tema wisata halal untuk mengetahui apakah aspek-aspek muslim-friendly atau ramah muslim sudah banyak ditemui pada destinasi wisata di Indonesia. Data yang disajikan pada pembahasan kali ini didasarkan pada hasil survei yang dilakukan oleh IHATEC Marketing Research pada bulan Februari hingga Maret lalu. Survei ini dilakukan kepada lebih dari 450 responden di 4 kota besar di Indonesia, yaitu Jabodetabek, Surabaya, Medan, dan Makassar.
Seperti yang sudah dijelaskan, wisata halal memberikan pengalaman berwisata dengan memperhatikan kebutuhan umat muslim untuk tetap dapat beribadah dengan mudah. Pada survei yang dilakukan oleh IHATEC Marketing Research, responden ditanyai mengenai kemudahan mereka menemukan fasilitas-fasilitas yang muslim-friendly saat berwisata. Adapun fasilitas yang dibahas pada survei ini adalah sebagai berikut:
- Tempat sholat yang ramah muslim (ketersediaan tempat wudhu, alat sholat, kebersihan, pemisahan pria dan wanita).
- Restoran/tempat makan yang memiliki sertifikat halal.
- Ruang menyusui yang ramah muslimah.
- Toilet yang ramah muslim (tempatnya bersih, terdapat kloset, tertutup, air lancar).
- Wahana wisata bebas dari hal-hal yang dilarang agama Islam (pornografi, judi, minuman keras).
Dari pernyataan di atas, para responden menyatakan bahwa tempat sholat yang ramah muslim sangat mudah ditemui saat berwisata. Kemudian, disusul oleh restoran/tempat makan yang memiliki sertifikat halal serta toilet yang ramah muslim memiliki persentase yang tidak jauh beda. Sementara itu, fasilitas ruang menyusui yang ramah muslimah pada tempat wisata tidak mudah dijumpai oleh responden.

Gambar 1 Tingkat Kemudahan dalam Menemukan Ketersediaan Fasilitas pada Destinasi Wisata yang Terakhir Kali Dikunjungi
IHATEC Marketing Research juga ingin melihat bagaimana fasilitas yang diberikan oleh biro perjalanan. Apakah sudah memberikan fasilitas yang muslim-friendly? Responden ditanyai apakah dalam 1 tahun terakhir menggunakan jasa biro perjalanan untuk berwisata. Dari keseluruhan responden, hanya sebesar 17% responden menyatakan bahwa mereka menggunakan jasa biro perjalanan.

Gambar 2 Penggunaan Biro Perjalanan dalam Satu Tahun Terakhir untuk Berwisata
Kemudian, dari 17% responden tersebut diberikan pertanyaan lanjutan mengenai tingkat kesetujuannya terhadap pernyataan-pernyataan berikut ini:
- Biro travel memberikan kemudahan menjalankan ibadah sholat, seperti ada agenda yang menyediakan waktu sholat, dan menyediakan sarana sholat.
- Biro travel memiliki daftar akomodasi (hotel) dan destinasi yang ramah muslim.
- Biro travel memberikan panduan wisata yang dapat mencegah terjadinya tindakan syirik, pornografi, minuman non halal, dan judi.
- Biro travel menyediakan menu makanan dan minuman yang halal, misalnya pada katering, snack, maupun restoran yang dikunjungi.
Hasil survei menunjukkan bahwa responden setuju apabila biro perjalanan; (1) menyediakan menu makanan dan minuman yang halal, (2) memberikan panduan wisata yang dapat mencegah terjadinya hal tidak terpuji, serta (3) memberikan kemudahan menjalankan ibadah sholat. Ketiga pernyataan tersebut memiliki nilai persentase tertinggi yang sama, yaitu sebesar 94,9%. Biro travel memiliki daftar akomodasi (hotel) dan destinasi yang ramah muslim tidak terlalu menjadi perhatian bagi responden. Hal ini terlihat dari hasil survei yang menunjukkan pernyataan tersebut memiliki nilai persentase terendah yaitu 89,9%. Namun, hal ini juga termasuk penting. Di dalam wisata halal, alangkah baiknya menggunakan hotel dan destinasi yang muslim-friendly yang di dalamnya sudah memenuhi prinsip-prinsip agama Islam yang tentunya akan memudahkan dalam beribadah.

Gambar 3 Tingkat Kesetujuan terhadap Pernyataan terkait Biro Perjalanan
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 05/Mei/2024