Komitmen Sandiaga Uno Kembangkan Wisata Halal Indonesia
Sebagai Menparekraf, Sandiaga Uno kembangkan wisata halal dengan terus mempersiapkan berbagai inovasi dan kelengkapan yang diperlukan untuk mengembangkan potensi wisata halal Indonesia. Ia melihat penyelenggaraan Top Halal Award sejalan dengan pengembangan wisata halal, yakni mewujudkan wisata yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen akan produk dan layanan yang halal.
Mohamad | Januari 2026
HalalReview.co.id – Selasa sore, 22 Desember 2020, Presiden Joko Widodo mengumumkan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). Ia menggantikan Wishnutama Kusubandio. Penunjukan ini sempat menuai polemik. Namun banyak pihak menilai keputusan tersebut tepat, meski Sandiaga merupakan lawan politik Jokowi pada Pemilihan Presiden Indonesia 2019.
Lantaran Sandiaga Uno sudah sejak lama dan konsisten bergerak meningkatkan kualitas UMKM, dan pelaku usaha kreatif di Tanah Air. Alhasil, pengalaman yang dimiliki dan kedekatannya dengan pelaku usaha kreatif dipercaya dapat memudahkannya dalam memetakan permasalahan yang dihadapi dan merumuskan kebijakan yang inovatif, kreatif dan tepat sasaran untuk memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Terbukti dalam tiga tahun kepemimpinannya, pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pascapandemi semakin menguat. Tengok saja jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia yang hingga November 2023 sudah mencapai 10,4 juta kunjungan. Angka ini tentunya melonjak tinggi berbanding saat awal ia terlantik, di mana sepanjang tahun 2020 hanya mencapai 4 juta kunjungan.
Strategi Sandiaga Uno Kembangkan Wisata Halal
Beragam terobosan Sandiaga Uno lakukan untuk membangkitkan pariwisata Indonesia yang hancur lebur setelah terhantam badai pandemi Covid-19. Salah satu fokus kebijakan yang ia dorong adalah pengembangan wisata halal. Pasarnya dinilai sangat besar, dengan nilai lebih dari Rp3.000 triliun. Indonesia juga memiliki potensi kuat menjadi destinasi wisata halal dunia. Hal ini karena Indonesia merupakan salah satu pusat ekosistem produsen halal global.
“Indonesia bukan hanya menjadi penduduk muslim terbesar, tapi juga menjadi ukuran pangsa produk dan ekonomi halal yang sangat besar. Hal ini meliputi fashion, kuliner, keuangan syariah, serta wisata religi,” kata Sandiaga Uno dalam sambutannya di acara Top Halal Award 2023 yang terselenggara pada Oktober 2023 di Jakarta.
Sandiaga Uno Kembangkan Wisata Halal memang bukan suatu yang baru, konsep wisata ini sudah Kemenkraf gemborkan sejak tahun 2015. Namun, sayangnya pariwisata halal menghadapi penolakan di sejumlah daerah yang mayoritas nonmuslim seperti di Danau Toba, Toraja, dan Bali, termasuk ketika sandi gaungkan kembali. Pasalnya, ada anggapan wisata halal akan mematikan kearifan lokal dan mengubah suatu daerah menjadi daerah agamis.
Sandiaga Uno Tingkatkan Wisata Halal untuk Wisatawan
“Konsep dari pariwisata halal adalah layanan tambahan, bagaimana bisa menyediakan kuliner yang tersertifikasi halal, tempat shalat yang baik, dan beberapa fasilitas lainnya. Bukan untuk meng-islamisasi, melainkan untuk memberikan kenyamanan saat berwisata,” jelas Sandi.
Kendati mendapatkan penolakan dari beberapa daerah, Sandi tetap optimistis pariwisata halal bisa berkembang di Indonesia dan yakin akan mendorong peningkatan ekonomi kreatif di Tanah Air. Beberapa daerah pun kini telah berupaya menjadi destinasi berbasis wisata halal bagi para wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisman, seperti Aceh, Jakarta, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Lombok dan lainnya.
“Banyak sekali spot pariwisata yang bisa dikembangkan dalam konsep wisata religi, wisata ziarah, wisata budaya, wisata alam, hingga wisata buatan yang bisa berlanjut ke sektor ekonomi kreatif sebagai produk halal seperti kosmetik hingga paket-paket wisata baik sebelum maupun sesudah umroh,” jelas Sandi pada Maret 2023 lalu ketika Pelantikan Perhimpunan PPHI & Talkshow Pariwisata Halal, Kawasan Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah.
Tiga Layanan Tambahan Dasar
Prospek Indonesia dalam mengembangkan wisata halal telah dunia akui. Hal ini terbuktik dengan banyak menyabet penghargaan dalam ranah wisata halal dunia. Salah satunya Indonesia mendapatkan peringkat pertama sebagai Top Muslim Friendly Destination of The Year 2023 dalam Mastercard Crescent Rating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2023.
Destinasi wisata halal sebenarnya sudah banyak tersedia di Indonesia. Pengembangannya tidak hanya mengacu pada makanan halal. Aspek lain juga perlu perhatian, seperti fasilitas, lingkungan, dan layanan yang ramah bagi wisatawan muslim. “Indonesia mampu dan perlu terus menerus meningkatkan posisinya untuk menjadi destinasi wisata terbaik,” ucap Sandi.
Kemenparekraf mengembangkan konsep wisata halal dengan tiga layanan tambahan dasar. Konsep pertama adalah need to have, yaitu kebutuhan dasar yang harus tersedia. Contohnya tempat makan yang menyajikan kuliner halal. Dengan begitu, wisatawan muslim lebih mudah mencari makanan dan merasa aman saat bepergian.
“Bicara mengenai halal food, Indonesia juga terbesar di dunia hampir US$150 miliar. Kita harus mampu menciptakan banyak produk sehingga bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Sandi.
Mendorong Destinasi Wisata Inklusif bagi Wisatawan Muslim
Selain itu, destinasi wisata harus menyediakan fasilitas untuk mendirikan shalat supaya wisatawan muslim dapat menjalan ibadahnya secara nyaman. Sebagai contoh Desa Wisata Penglipuran, Bali yang menjadi desa wisata terbaik di Indonesia. Kini sudah tersedia fasilitas ibadah mushala. Jadi bukan hambatan lagi bagi komunitas muslim, baik lokal maupun internasional untuk berwisata ke Bali.
Pariwisata halal dan produk halal memiliki permintaan yang sangat tinggi kedepan, dan tren ini sudah terlihat dari sekarang. “Wisman dari timur tengah banyak yang mencari layanan tambahan agar mereka mendapatkan fasilitas halal,” ungkap Sandi.
Kedua, good to have. Akan lebih baik jika di tempat wisata ada toilet yang ramah bagi muslim dan muslimah. Ketiga, nice to have. Juga akan lebih baik jika terdapat fasilitas rekreasi yang ramah dengan keluarga muslim. Semakin ramahnya layanan dan fasilitas yang berbasis halal, akan menjadi hal yang positif bagi upaya peningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Tak mungkir, Sandi menyadari bahwa untuk mencapai berbagai program ia tidak bisa berjalan sendiri. Karena itu, ia perlu menggandeng berbagai stakeholder, termasuk pelaku usaha Indonesia, guna meningkatkan daya saing wisata halal dan produk halal.
Seperti halnya yang IHATEC Marketing Research lakukan dalam memberikan Top Halal Award 2023 kepada perusahaan yang berhasil membangun image produk halal.
Sandi mengapresiasi terselenggaranya Top Halal Award, sebab dapat mendorong pelaku usaha agar senantiasa mengembangkan produk dan jasa yang halal. Hal ini sejalan dengan program pengembangan wisata halal, di mana pelaku usaha di sektor pariwisata dan kreatif dituntut memberikan produk dan pelayanan yang ramah terhadap wisatawan muslim.
“Top Halal Award diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi pelaku usaha untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan produk halal dan siap bersaing di pasar global, sehingga target Indonesia sebagai pemain (produsen halal) utama mampu terwujud,” pungkasnya.
***
Artikel ini termuat dalam majalah Halal Review 01/Januari/2024