Kebab Turki Asal Indonesia yang Mendunia
Anidah | 27 Maret 2026
Baba Rafi adalah salah satu merek lokal yang berhasil menembus pasar halal global. Dengan mengusung konsep makanan halal, merek ini telah menjangkau pasar yang lebih luas, terutama di negara-negara dengan komunitas muslim yang besar. Menarik disimak resep strategi yang dilakukan oleh Baba Rafi.
HalalReview.co.id – Industri halal terus bertumbuh. Dalam satu dekade terakhir industri yang diperkirakan bernilai US$1,62 triliun (2012), telah bertumbuh hingga mencapai US$2,29 triliun (2022), seperti yang dilaporkan DinarStandard dalam State of the Global Islamic Economy Report 2023. Nilai tersebut menggambarkan belanja 2 miliar konsumen muslim global di sektor makanan, farmasi, kosmetik, mode, perjalanan, dan media/rekreasi. Industri makanan halal menempati peringkat pertama belanja konsumen muslim dunia sebesar 61%, dengan nilai US$1,4 triliun.
Hendy Setiono, CEO & Founder Baba Rafi Enterprise, memaparkan pandangannya tentang industri halal khususnya makanan, kepada Halal Review. “Pasar halal global memiliki potensi yang sangat besar, terutama di sektor makanan dan minuman. Dengan populasi muslim yang terus bertumbuh dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi produk halal, permintaan terhadap makanan halal semakin meningkat, tidak hanya di negara-negara mayoritas muslim tetapi juga di negara-negara dengan populasi muslim yang signifikan. Pasar halal juga menarik perhatian dari konsumen nonmuslim yang mencari produk yang lebih higienis, berkualitas, dan memiliki standar keamanan pangan yang tinggi,” ujarnya lebar.
Kebab merupakan salah satu makanan cepat saji paling populer di dunia. Kebab Turki Baba Rafi hadir dengan cita rasa khas sejak 2003. Hendy melihat peluang untuk membawa produknya ke tingkat global, pasca 10 tahun perkembangannya yang cukup pesat di pasar Indonesia.
“Baba Rafi mulai merambah ke pasar luar negeri sejak tahun 2013. Saat ini, Baba Rafi telah hadir di beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, China, Sri Lanka, Belanda, dan India. Kami terus berupaya memperluas pasar dengan melihat peluang di negara-negara lain,” ungkap Hendy.
Ekspansi tersebut sukses menjadikan Baba Rafi sebagai bisnis waralaba kebab terbesar di dunia. Baba Rafi memiliki lebih dari 1300 outlet di seluruh Indonesia, dan 68 outlet di 9 negara lainnya, dalam waktu pengembangan 15 tahun. Tak heran Baba Rafi meraih Pemenang Waralaba Global Pertama di Indonesia pada tahun 2016, yang diberikan oleh Presiden Indonesia kala itu, Joko Widodo.
Sertifikasi Halal; Strategi Meraih Industri Halal Global
Sukses menembus pasar halal tentu bukan hal yang mudah. Keberhasilan Baba Rafi tersebut tentu diraih dengan strategi dan kalkulasi yang matang. Fokus pada kualitas produk menjadi poin penting untuk mampu bertahan di industri makanan. Baba Rafi telah mengintegrasikan halal pada produknya. Kualitas produk Baba Rafi didukung oleh lini produksi bahan baku milik sendiri yang telah bersertifikasi halal, sehingga kualitas dan jaminan ketersediaan bahan baku dapat terjaga dengan baik.
“Ya, halal merupakan salah satu strategi utama dalam pengembangan pasar internasional Baba Rafi. Dengan mengusung konsep makanan halal, kami dapat menjangkau pasar yang lebih luas, terutama di negara-negara dengan komunitas muslim yang besar. Selain itu, konsep halal juga memberikan nilai tambah dari segi kualitas dan kebersihan produk,” tegasnya kepada Halal Review.
Hendy mengungkap pentingnya memahami regulasi halal di masing-masing negara, agar produknya terjamin kehalalannya di mana pun outlet KTBR ditemui konsumen. “Strategi kami meliputi kerja sama dengan mitra lokal yang memahami regulasi dan kebutuhan pasar di masing-masing negara, memastikan sertifikasi halal yang sesuai, serta melakukan kampanye pemasaran yang menonjolkan aspek halal dari produk kami.”
Sebagai upaya kepatuhan pada regulasi halal di negara lain, Baba Rafi senantiasa memastikan comply dengan peraturan yang mungkin saja berbeda di tiap negara. “Proses sertifikasi halal Baba Rafi di setiap negara mengikuti regulasi yang berlaku di negara tersebut. Kami bekerja sama dengan badan sertifikasi halal lokal dan memastikan bahwa semua bahan baku serta proses produksi memenuhi standar halal yang ditetapkan,” jelasnya.
“Sebagian besar bahan baku utama didatangkan dari Indonesia untuk memastikan kualitas dan kehalalannya. Namun, ada juga bahan baku yang diperoleh dari negara setempat untuk menyesuaikan dengan regulasi impor dan preferensi pasar di masing-masing negara,” tambahnya lagi.
Baba Rafi melengkapi strateginya dengan mengkomunikasikan halal kepada konsumen, melalui label halal yang jelas pada kemasan, edukasi melalui media sosial dan website, serta kerja sama dengan komunitas muslim setempat untuk meningkatkan kesadaran akan produk halal Baba Rafi.
Perkaya Identitas Rasa
Meski kebab dikenal berasal dari Timur Tengah, namun Baba Rafi berhasil menciptakan sensasi rasa yang bisa diterima pasar. Identitas rasa yang diracik Baba Rafi mampu melekat pada setiap menu yang ditawarkannya. Kebab pun disulap dengan varian isian rasa yang beragam, tak melulu ayam dan sapi, varian sosis, nasi lemak hingga manisnya piscok (pisang coklat) turut memperkaya rasa menu yang ditawarkan. Pun demikian halnya kulit kebab yang tak luput dari inovasi. Selain kulit tortila original, varian tortila berwarna hitam dan tortila berbahan gandum juga menawarkan sensasi petualangan rasa yang unik.
Khusus untuk pasar global, Baba Rafi melakukan penyesuaian agar produknya dapat diterima dengan tetap mempertahankan rasa khasnya. “Menu yang dipasarkan di setiap negara disesuaikan dengan selera lokal, namun tetap mempertahankan identitas khas Baba Rafi. Beberapa menu utama meliputi kebab original, kebab keju, dan menu khas lokal yang dikembangkan khusus untuk pasar tertentu,” jelas Hendy.
Tim Solid Untuk Sukses Operasional
Baba Rafi tak hanya memimpin dalam pembukaan outlet di luar negeri, namun juga berhasil mempertahankan kualitas dan kehalalan produknya yang tersebar di 9 negara. Hendy menjelaskan suplai bahan baku yang terjaga kualitas dan status halalnya, sebagian besar didatangkan dari Indonesia. Meski demikian ada juga bahan baku yang diperoleh dari negara setempat untuk menyesuaikan dengan regulasi impor dan preferensi pasar di masing-masing negara.
“Kami memastikan bahwa seluruh rantai pasokan, mulai dari bahan baku hingga proses produksi, mematuhi standar halal. Selain itu, kami melakukan audit berkala dan bekerja sama dengan badan sertifikasi halal di setiap negara,” ungkap Hendy menjelaskan.
Hendy menambahkan, Baba Rafi juga memperkuat sumber daya halal di dalam timnya, untuk menjamin penerapan sistem jaminan halal yang sesuai dengan regulasi di tiap negara. “Ya, kami memiliki tim khusus yang bertanggung jawab dalam memastikan semua aspek operasional memenuhi standar halal. Tim ini bekerja sama dengan supplier, badan sertifikasi, serta melakukan pelatihan bagi karyawan terkait penerapan prinsip halal dalam operasional sehari-hari.”
Pasar halal global memang membuka peluang, sekaligus juga menantang. Tak jarang beragam kendala dan tantangan akan dihadapi dalam perjalanan menembus pasar halal global. Salah satunya adalah perbedaan regulasi halal di tiap negara, yang dapat menghambat masuknya bahan baku ke negara tersebut jika tidak mampu memenuhi kriteria halal yang ditetapkan.
Hal tersebut seperti diungkap Hendy saat memaparkan faktor yang menjadi kendala pemasaran produk Baba Rafi di luar negeri. “Beberapa kendala yang kami hadapi meliputi regulasi halal yang berbeda-beda di setiap negara, tantangan dalam distribusi bahan baku halal, serta kurangnya pemahaman konsumen nonmuslim terhadap konsep halal.”
Menghadapi kendala tersebut Baba Rafi telah jauh hari melakukan riset pasar secara mendalam sebagai bagian dari strateginya sebelum memasuki suatu negara. Upaya lain yang dilakukan adalah bekerja sama dengan mitra lokal, karena merekalah pihak yang memahami regulasi di negara setempat. “Selain itu, kami terus berinovasi dalam operasional dan distribusi agar dapat memenuhi kebutuhan pasar halal global secara lebih efektif,” pungkasnya.
Artikel ini dipublikasikan dalam Majalah Halal Review Edisi 3/Maret-April/2025 yang dapat diakses melalui tautan berikut:https://ihatecpublisher.com/majalah/halal-review-edisi-03-mar-apr-2025/