Generasi Muda Yang Peduli Halal
Audia Ari | Januari 2026
Kepedulian generasi milenial muslim Indonesia terhadap produk halal akan mendorong perkembangan pasar halal di Indonesia. Seberapa besar kepedulian merek terhadap produk halal?
Perkembangan pasar halal di Indonesia dalam dekade terakhir ini semakin memberikan kontribusi besar dalam perekenomian nasional. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, juga didukung dengan berkembanganya gaya hidup halal di masyarakat, menyebabkan potensi pasar produk halal Indonesia semakin meningkat.
Adanya perkembangan yang luar biasa dari industri produk-produk halal, seperti makanan dan minuman, kosmetik, industri hijab atau berbagai produk perbankan bertemakan syariah di Indonesia, semua itu tentu tak lepas dari konsumen muslim yang mayoritas menggerakkan perilaku pasar generasi muslim di Tanah Air.
Melihat perkembangan pasar halal dan kebutuhan informasi akan industri halal ke depan, IHATEC Marketing Research telah menghadirkan sebuah hasil survei tentang bagaimana sikap generasi milenial terhadap produk yang tidak halal dan bagaimana pula persepsi mereka terhadap produk halal. Selain itu, seberapa penting label halal sebagai pertimbangan dalam memilih suatu produk atau jasa. Survei ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2023 dengan melibatkan 1.300 responden milenial di 5 kota besar Indonesia, yaitu Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar.
Alasan generasi milenial dijadikan responden dalam survei ini, IHATEC Marketing Research memandang bahwa generasi milenial muslim di Indonesia ke depannya akan semakin memberikan peran penting dalam perkembangan pasar halal di Indonesia. Banyak yang melihat generasi milenial muslim sebagai segmen yang memiliki potensi pasar yang besar. Selain besar potensi pasarnya, generasi ini juga berpikiran modern, semakin pintar, digital minded, bersifat inklusif, dan semakin peduli terhadap produk-produk halal.
Makanan dan minuman adalah produk utama yang sehari-hari dibeli konsumen. Banyak hal atau faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih produk yang akan dibeli. Dari hasil survei menunjukkan bahwa generasi muslim milenial Indonesia sudah peduli dengan kehalalan produk. Halal menjadi faktor terpenting yang paling banyak disebut oleh responden sebagai pertimbangan saat akan membeli produk makanan dan minuman, yaitu sebanyak 27,7% responden. Faktor kedua setelah Halal yaitu faktor Harga dengan persentase 21,6% dan faktor Rasa menjadi urutan ketiga (21,4%) sebagai faktor terpenting yang banyak disebut responden.

Faktor Terpenting Dalam Pertimbangan Pembelian Produk Makanan dan Minuman
Tak hanya produk makanan dan minuman saja yang perlu disertifikasi halal, namun juga restoran maupun café. Menu yang disajikan tentunya harus terjamin keamanan dan kehalalannya tertutama bagi konsumen muslim. Sekarang restoran atau café sudah menjadi salah satu tempat favorit bagi generasi milenial untuk berkumpul, hangout, ataupun bekerja. Jika kita datang ke restoran ataupun café. Hangout di restoran atau café sudah menjadi gaya hidup generasi milenial sekarang. Hal ini yang menjadikan banyak bermunculan restoran atau café di berbagai kota. Saat memilih restoran atau café, tentunya ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan bagi konsumen.
Hasil survei menunjukkan bahwa faktor Halal dan Rasa merupakan faktor terpenting yang paling banyak disebut oleh responden sebagai pertimbangan dalam memilih restoran atau cafe. Sebanyak 23,2% responden menjawab Halal sebagai faktor utama. Tidak jauh di bawahnya, sebanyak 22,1% responden menjawab Rasa juga menjadi faktor utama. Faktor terpenting berikutnya yang disebut responden adalah Harga (13,0%), Hasil review/rekomendasi (12,7%), dan lainnya.

Faktor Terpenting Dalam Pertimbangan Memilih Restoran/Cafe
Dari kedua hasil survei di atas menunjukkan bahwa halal sudah menjadi prioritas bagi kebanyakan konsumen milenial. Namun apakah hasilnya akan tetap sama jika kita tanyakan bagaimana jika produk makanan dan minuman yang hendak dibeli belum memiliki sertifikat halal? Apakah mereka tidak jadi membeli atau malah akan tetap membeli? Mari kita lihat data berikut ini.

Sikap Terhadap Produk Makanan dan Minuman yang Belum Berlabel Halal
Dari hasil survei di atas konsumen cenderung tidak jadi membeli produk makanan atau minuman yang belum jelas status halalnya, bahkan ada pula konsumen milenial yang melakukan konfirmasi kepada SPG (Sales Promotion Girls) produknya terlebih dahulu. Namun terdapat pula konsumen yang akan tetap membelinya (18,1%).
Lantas bagaimana jika restoran atau café yang hendak dikunjungi ternyata memiliki menu yang tidak halal? Atau ternyata menu yang disajikan menggunakan bahannon halal? Survei ini juga meng-capture hal tersebut. Dari hasil survei menunjukkan bahwa lebih banyak responden yang bersikap “menolak” terhadap menu yang tidak halal. Sebanyak 25,2% responden tidak jadi memesan makanan dan minuman di restoran atau café tersebut.
Ada juga yang langsung berpindah ke restoran atau café yang sudah memiliki sertifikat halal (18,4%). Namun dari hasil survei diketahui ternyata masih ada yang tetap memesan menu di restoran atau café tersebut tapi memilih menu makanan/minuman yang halal (26,9%). Ada juga yang memastikan ke pelayan bahwa menu yang dipilih sudah pasti kehalalannya (13,4%). Meskipun demikian, ada juga konsumen yang akan tetap memesan menu makanan dan minuman yang sudah dipilih sejak awal (16,1%).
Sikap Terhadap Menu Restoran/Café yang Menyediakan Menu Tidak Halal
Hal yang juga menarik dalam survei ini yaitu mengenai persepsi konsumen milenial terhadap produk yang berlabel halal. Hasil survei menunjukkan bahwa semua responden mempersepsi produk yang halal mengandung hal yang positif atau baik. Hal ini terungkap dari jawaban responden yang menyatakan setuju dan sangat setuju dengan persentase di atas 80% terhadap pernyataan bahwa produk halal sudah pasti produk berkualitas, sudah pasti produknya higienis, sudah pasti mengandung kebaikan, sudah pasti produknya sehat dan sudah pasti produknya diminati. Dari data tersebut terlihat bahwa produk yang berlabel halal ‘sudah pasti produknya mengandung kebaikan’ disetujui pernyataan ini oleh 87,4% responden.
Persepsi Responden Terhadap Produk Halal
Sebagaimana kita tahu bahwa produk halal tentunya terbebas dari sesuatu yang non halal. Tidak hanya dilihat dari bahannya saja, namun juga proses produksi, fasilitas yang digunakan, bahkan proses distribusinya juga sangat diperhatikan kehalalannya. Hal ini dilakukan tentunya untuk menjamin bahwa produk terjaga kehalalannya hingga ke tangan konsumen. Halalan Thayyiban. Disamping produknya halal, namun juga harus mengandung kebaikan.
Hasil survei ini merupakan gambaran dari kepedulian konsumen milenial terhadap aspek kehalalan. Kepedulian mereka yang tinggi terhadap aspek halal serta memberikan persepsi yang sangat positif terhadap produk halal, tentunya ini merupakan peluang yang sangat baik bagi pertumbuhan pasar halal di Indonesia.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 01/Januari/2024