Cara Cek Sertifikasi Halal Agar Tidak Salah Pilih
Sertifikat halal menjadi bukti resmi bahwa suatu produk sudah melewati proses audit dan memenuhi standar kehalalan yang ditetapkan oleh lembaga berwenang. Sayangnya, masih banyak konsumen yang belum memahami cara cek sertifikasi halal secara mandiri, sehingga hanya mengandalkan kepercayaan terhadap merek tertentu. Padahal, memverifikasi sertifikat bukan hal yang rumit dan bisa Anda lakukan dalam hitungan detik. Melalui artikel ini, Halal Review mengajak Anda untuk lebih proaktif dalam memastikan bahwa setiap produk yang Anda gunakan, mulai dari makanan hingga kosmetik, benar-benar memiliki jaminan halal yang sah dan masih berlaku.
4 April 2026
Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah produk yang selama ini Anda beli benar-benar sudah memiliki sertifikat halal resmi? Banyak konsumen merasa yakin hanya karena melihat logo pada kemasan, padahal cara cek sertifikasi halal yang sesungguhnya tidak berhenti di situ. Apalagi dengan maraknya pemalsuan label dan beredarnya produk tanpa izin, memahami proses verifikasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa Anda abaikan begitu saja.
Di Halal Review, kami percaya bahwa setiap konsumen berhak mendapatkan informasi yang jelas dan bisa langsung diterapkan. Oleh sebab itu, kami menyusun panduan ini agar Anda memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk membedakan produk bersertifikat resmi dengan yang belum terverifikasi.
Memahami Cara Cek Sertifikasi Halal dan Sistemnya di Indonesia
Sebelum masuk ke langkah teknis, ada baiknya Anda memahami bagaimana sistem sertifikasi halal bekerja di Indonesia. Pada awalnya, MUI melalui LPPOM MUI menjadi satu-satunya lembaga yang berwenang menerbitkan sertifikat halal. Namun, sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, wewenang tersebut secara bertahap berpindah ke BPJPH yang berada di bawah Kementerian Agama.
Perubahan ini membawa konsekuensi pada tampilan logo, format nomor registrasi, hingga proses pengajuan sertifikasi itu sendiri. Maka dari itu, sebagai konsumen yang cerdas, Anda perlu mengenali kedua sistem tersebut. Produk dengan sertifikat lama yang masih berlaku tetap sah, sementara produk baru wajib mengikuti regulasi terbaru dari BPJPH.
Terlebih lagi, pemerintah juga telah menetapkan bahwa sertifikasi halal bersifat wajib untuk berbagai kategori produk secara bertahap. Artinya, semakin banyak produk yang seharusnya sudah tersertifikasi, dan Anda berhak mengetahui statusnya.
Cara Cek Sertifikasi Halal Menggunakan Nomor Registrasi
Setiap produk yang sudah tersertifikasi halal pasti memiliki nomor registrasi unik. Nomor inilah yang menjadi kunci utama dalam proses verifikasi. Anda bisa menemukan nomor tersebut pada kemasan, biasanya terletak di dekat logo halal atau pada bagian informasi produk.
Setelah menemukan nomor tersebut, langkah selanjutnya cukup mudah. Buka aplikasi “Halal Indonesia” yang tersedia gratis di ponsel Anda, kemudian masukkan nomor registrasi pada kolom pencarian. Sistem akan menampilkan detail sertifikat, termasuk nama perusahaan, jenis produk, tanggal terbit, dan masa berlaku sertifikat.
Jika nomor yang Anda masukkan tidak menghasilkan data apa pun, ada dua kemungkinan. Pertama, produk tersebut memang belum memiliki sertifikasi. Kedua, Anda mungkin salah memasukkan nomor. Sebaiknya periksa ulang dan pastikan setiap digit yang Anda ketik sudah sesuai dengan yang tertera pada kemasan.
Cara Cek Sertifikasi Halal Tanpa Nomor Registrasi
Bagaimana jika nomor registrasi tidak terlihat jelas atau bahkan tidak tercantum sama sekali? Anda tetap bisa melakukan pengecekan dengan memasukkan nama produk atau nama produsen pada kolom pencarian yang sama. Walaupun hasilnya mungkin menampilkan beberapa produk sekaligus, Anda tinggal mencocokkan dengan produk yang sedang Anda pegang.
Selain itu, beberapa produk juga menyertakan kode QR pada kemasannya. Anda cukup memindai kode tersebut menggunakan kamera ponsel, dan sistem akan langsung mengarahkan Anda ke halaman verifikasi sertifikat. Cara ini bahkan lebih cepat dibandingkan mengetik manual karena tidak ada risiko salah input.
Cara Cek Sertifikasi Halal untuk Restoran dan Usaha Kuliner
Pengecekan sertifikasi halal tidak hanya berlaku untuk produk kemasan saja. Restoran, katering, dan berbagai usaha kuliner juga wajib memiliki sertifikat halal. Namun, banyak konsumen yang belum menyadari hal ini dan jarang melakukan verifikasi saat makan di luar.
Anda bisa menerapkan langkah yang serupa, yakni membuka aplikasi atau website BPJPH dan mencari nama restoran atau usaha kuliner tersebut. Jika mereka sudah tersertifikasi, data lengkapnya akan muncul pada sistem. Demikian pula, Anda bisa meminta pihak restoran untuk menunjukkan sertifikat asli yang biasanya terpajang di area kasir atau dinding ruangan.
Dalam hal ini, restoran yang benar-benar memiliki sertifikat halal biasanya tidak keberatan jika Anda menanyakannya. Sebaliknya, jika pihak restoran enggan menunjukkan atau memberikan jawaban yang berbelit, Anda patut mempertanyakan keaslian klaim halal mereka.
Cara Cek Sertifikasi Halal pada Produk Digital dan Kosmetik
Sertifikasi halal saat ini sudah merambah ke berbagai sektor, termasuk kosmetik, obat-obatan, dan bahkan produk perawatan tubuh. Bagi Anda yang rutin menggunakan skincare atau makeup, mengetahui status halal produk tersebut tentu sama pentingnya dengan mengecek produk makanan.
Prosesnya tidak berbeda jauh. Anda tetap bisa menggunakan aplikasi Halal Indonesia untuk mencari nama merek atau produsen kosmetik yang ingin Anda verifikasi. Namun, perlu Anda ketahui bahwa tidak semua produk kosmetik sudah wajib tersertifikasi halal pada tahap ini. Pemerintah menerapkan kewajiban secara bertahap berdasarkan kategori produk.
Meskipun demikian, banyak produsen kosmetik yang sudah secara sukarela mengurus sertifikasi halal karena memahami kebutuhan pasar. Tentunya ini menjadi nilai tambah bagi merek tersebut, dan Anda sebagai konsumen berhak menjadikan status sertifikasi sebagai salah satu pertimbangan sebelum membeli.
Bahan Kosmetik yang Perlu Anda Waspadai
Beberapa bahan dalam produk kosmetik memang sering menimbulkan perdebatan terkait kehalalannya. Bahan-bahan yang perlu Anda perhatikan antara lain yaitu kolagen, asam hialuronat, keratin, dan gliserin. Bahan-bahan ini bisa berasal dari sumber hewani yang belum tentu memenuhi standar halal.
Oleh karena itu, selain mengandalkan sertifikat, Anda juga bisa membaca komposisi bahan pada kemasan sebagai langkah awal. Jika Anda menemukan bahan yang meragukan dan produk tersebut tidak memiliki sertifikat halal, sebaiknya cari alternatif lain yang sudah terjamin.
Perbedaan Sertifikat Halal Lama dan Baru yang Wajib Anda Ketahui
Banyak konsumen masih bingung membedakan sertifikat halal yang dikeluarkan oleh LPPOM MUI dengan sertifikat terbaru dari BPJPH. Secara visual, perbedaan paling mencolok terletak pada logo. Logo halal lama menggunakan tulisan Arab berwarna hijau dengan lingkaran dan tulisan “Majelis Ulama Indonesia”, sementara logo baru menampilkan desain kaligrafi berwarna ungu yang lebih modern.
Selain tampilan, format nomor registrasi juga mengalami perubahan. Jika Anda menemukan produk dengan logo lama, periksa masa berlaku sertifikatnya. Selama masih dalam periode aktif, produk tersebut tetap sah untuk beredar dan Anda tidak perlu meragukannya.
Di kemudian hari, seluruh produk akan menggunakan sertifikat dan logo dari BPJPH. Sampai transisi sepenuhnya selesai, Anda mungkin akan menemukan kedua jenis logo pada produk yang berbeda. Memahami perbedaan ini membantu Anda agar tidak salah mengira produk dengan logo lama sebagai produk yang tidak tersertifikasi.
Langkah Kecil yang Melindungi Anda dan Keluarga
Cara cek sertifikasi halal yang sudah kami jelaskan sebenarnya sangat sederhana dan bisa Anda terapkan kapan saja. Hanya dengan bermodalkan ponsel dan koneksi internet, Anda sudah bisa memverifikasi kehalalan produk dalam hitungan detik. Kebiasaan kecil ini pada akhirnya memberikan dampak besar bagi ketenangan hati Anda dan keluarga.
Halal Review terus berupaya menyajikan informasi terpercaya yang membantu Anda menjalani gaya hidup halal secara menyeluruh. Kami sadar bahwa informasi yang tepat bisa mengubah cara Anda memilih produk sehari-hari menjadi lebih sadar dan bertanggung jawab. Jangan pernah merasa sungkan untuk memverifikasi, karena mengetahui apa yang Anda konsumsi adalah hak Anda sepenuhnya.