Pelopor Es Krim Cokelat Halal, Rasa Nasional
Sebagai pelopor es krim cokelat halal di Indonesia, halocoko menawarkan pengalaman menikmati es krim cokelat yang tidak hanya lezat dan otentik. Tetapi juga memberikan rasa aman dan tenang bagi konsumen muslim.
Mohamad | 12 Maret 2026
HalalReview.co.id – Es Krim Cokelat Halal telah menjadi salah satu camilan manis yang populer di Indonesia. Permintaannya pun terus meningkat dari waktu ke waktu seiring pertumbuhan konsumsi seiring peningkatan pendapatan dan perubahan gaya hidup masyarakat.
Meski potensi pasarnya besar, namun persaingannya juga sangat ketat dengan banyaknya pemain yang hadir di berbagai segmen. Sadar akan hal ini, halocoko, memilih strategi perbedaan yang jelas dengan memosisikan diri sebagai spesialis es krim cokelat untuk menghadirkan produk es krim yang memiliki rasa yang kuat dan karakter lebih spesifik, supaya lebih menonjol dari pesaing.
Senior Brand Manager halocoko Business Unit, Viona, mengatakan, pertimbangan fokus pada varian cokelat karena merupakan varian favorit masyarakat Indonesia. Karena hal ini berdasar pada survei internal yang menunjukkan bahwa 67 persen responden memilih rasa cokelat sebagai peringkat nomor satu.
“Kami menawarkan es krim kombinasi cita rasa cokelat unik dan otentik menyesuaikan selera orang Indonesia. Kombinasinya dengan berbagai varian seperti vanila, stroberi, dan pisang untuk menargetkan beragam kelompok usia mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa,” sebut Viona.
Perkembangan Pesat Halocoko Menjangkau Seluruh Indonesia
Dengan pendekatan pasar yang lebih tersegmentasi, halocoko yang pertama kali tersebar di Balikpapan pada Oktober 2024 lalu, mampu mengembangkan bisnisnya secara progresif. Hanya dalam kurun satu tahun merek ini telah menyuplai puluhan ribu titik penjualan ritel di berbagai kota hampir di seluruh Indonesia.
Viona mengemukakan, kini produk halocoko telah tersedia di kota – kota besar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi. “Kami akan terus memperluas distribusi ke berbagai wilayah lainnya untuk menjangkau lebih banyak konsumen dan membawa kebahagiaan ke setiap sudut Indonesia,” ujarnya.
Keberhasilan halocoko mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Viona menilai bukan hanya karena jeli melihat besarnya minat konsumen terhadap varian cokelat saja, tapi juga memahami karakter konsumen di Tanah Air yang mayoritas muslim dan sangat peduli terhadap kehalalan produk sebagai jaminan keamanan, kebersihan, dan kesesuaian dengan syariat Islam.
“Sejak awal peluncuran produk, halocoko sudah mengantongi sertifikat halal untuk memberikan kepastian dan rasa aman bagi konsumen. Kami melihat halal sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Lantaran, sekarang produk halal tidak hanya untuk umat muslim saja, tetapi juga oleh semua orang,” ujarnya.
Konsisten Terapkan Standar Halal Terhadap Es Krim Cokelat
Bagi halocoko, sertifikat halal bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen perusahaan terhadap kualitas dan tanggung jawab. Komitmen ini terwujudkan melalui pengelolaan fasilitas produksi yang konsisten menerapkan standar halal dalam operasional sehari-hari, demi menjamin kehalalan produk secara berkelanjutan dan menjaga kepercayaan pelanggan.
Viona menyebutkan halocoko proses produksinya di tiga pabrik yang berlokasi di Kabupaten Simalungun, Mojokerto, dan Bekasi. Masing-masing pabrik memiliki tim halal beranggotakan 10-15 orang yang bertugas memastikan seluruh proses produksi, mulai dari pengolahan, penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi berjalan sesuai standar kehalalan yang ketat.
“Sistem pengawasan ini menjadi fondasi penting dalam menjaga integritas produk. Kami rutin melakukan pelatihan karyawan dan audit internal berkala untuk memastikan Sistem Jaminan Produk Halal terterap secara konsisten di setiap fasilitas produksi,” tekannya.
Selanjutnya dari sisi rantai pasok halal, halocoko sangat selektif dalam memilih pemasok bahan baku dengan memastikan seluruh mitra telah memiliki sertifikat halal. Begitu pula proses penerimaan dan penyimpanan bahan baku yang terawasi secara ketat agar terbebas dari potensi kontaminasi bahan nonhalal.
Pengawalan kehalalan produk tidak berhenti di pabrik, tetapi hingga sampai ke tangan konsumen, dengan memastikan seluruh tahapan tersebut mematuhi prinsip syariat dan standar halal. Misalnya, di titik-titik penjualan, halocoko menerapkan standar khusus pada freezer yang hanya boleh terisi dengan produk halocoko. Bertujuan agar tidak tercampur dengan produk lain maupun bahan nonhalal. Viona mempertegas ”Langkah ini tidak hanya memperkuat branding, tetapi menjaga konsistensi rasa serta menjamin kehalalan produk sampai ke tangan konsumen”.
Strategi Bangun Kepercayaan Pelanggan
halocoko telah memanfaatkan sertifikat halal sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan kredibilitas produk dan membangun kepercayaan pelanggan. Dalam hal ini sertifikat halal mempertegas produk es krim yang tersebar telah melalui proses yang transparan, terstandar, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sertifikat maupun logo halal tersebut, kemudian diintegrasikan ke dalam komunikasi pemasaran secara konsisten. Dengan menampilkan logo halal pada kemasan produk dan jaringan pemasaran. Lalu, melalui media komunikasi perusahaan memperkuatnya, seperti website, media sosial, dan materi promosi lainnya.
“Kami membuat konten-konten yang menarik dan efektif, serta mempertegas kehalalan produk di website dan media sosial korporat. Tujuannya membangun kesadaran konsumen (awareness) dan memengaruhi sikap serta mendorong perilaku pembelian. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan loyalitas jangka panjang, serta memperluas akses pasar,” jelas Viona.
Pesan halal juga dikomunikasikan halocoko melalui interaksi langsung dengan pelanggan secara luas. Salah satunya adalah berpartisipasi dalam pameran produk halal berskala internasional, seperti Indonesia International Halal Festival (IIHF) 2025. “Partisipasi ini merupakan langkah strategis kami untuk memperkuat posisi sebagai pelopor dalam kategori es krim cokelat halal,” sambungnya.
Upaya mendekatkan dan menguatkan hubungan dengan pelanggan pun terus dilakukan halocoko. Menyambut Ramadhan 2026, merek ini menghadirkan program bertajuk ‘Berkah Ramadhan di Setiap Sudut Negeri’. Pembagian es krim cokelat sebagai takjil di masjid-masjid yang tersebar di hampir 2.000 titik penjualan di seluruh Indonesia. Kegiatan ini juga akan diisi dengan interaksi langsung bersama konsumen, khususnya anak-anak. Dengan perantara melalui edukasi produk dan mini games menarik sembari menunggu waktu berbuka puasa.
Menurut Viona program ini bukan hanya sebagai aktivitas promosi edukasi halal, tetapi juga sebagai kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat. “Kami ingin masyarakat mengenal halocoko bukan hanya rasanya, tetapi juga karena nilainya sebagai produk halal, terjangkau, dan selaras. Dan pilihan hidup bersih, aman, dan penuh keberkahan,” harapnya.
Artikel ini terpublikasikan dalam Majalah Halal Review Edisi 01/Januari–Februari 2026 yang dapat anda akses melalui tautan berikut: https://ihatecpublisher.com/majalah/halal-review-edisi-01-januari-februari-2026/