Halal adalah Tanggung Jawab dan Wujud Integritas
Syauqi Ahmad | 11 Maret 2026
Usung Semangat filosofi “Te-a-Te” yang berarti ‘sentuhan tangan’, Salonpas hadir tidak hanya sebagai produk kesehatan semata, tapi sikap empati terhadap konsumen melalui produk yang sehat, halal, dan hangat.
HalalReview.co.id – Salonpas, merek koyo (plester pereda nyeri) dari PT Hisamitsu Pharma Indonesia, adalah produk legend yang sudah selama 50 tahun di Indonesia. Awalnya produk koyo Salonpas masih merupakan barang impor dari Jepang. Barulah di tahun 1975 koyo Salonpas mulai diproduksi di Indonesia dengan hanya satu varian pada saat itu. Kemudian di tahun 1980 diluncurkan Salonpas varian panas, dilanjutkan pada tahun 2022 Salonpas varian exstra hot yang berwarna hitam.
“Setelah itu produk Salonpas berkembang dengan berbagai bentuk ada gel, cream, dan spray,” ungkap Zulfadli, Senior Product manager PT. Hisamitsu Pharma Indonesia kepada Halal Review.
Sebagai produk kesehatan, Salonpas memiliki manfaat sebagai pain reliever, atau pereda nyeri. “Lebih tepatnya adalah pereda nyeri luar tubuh,” imbuh Fadli. Salonpas melihat ada peluang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui kehadiran varian produk-produknya yang dirasa cocok, utamanya dari sisi kesehatan.
Strategi awal yang pertama kali diusung pun cukup unik yakni menghadirkan sensasi product experience ke masyarakat. Jadi yang dilakukan adalah langsung mencobakan produk ini ke masyarakat.
“Dan itu berlangsung dari mulai Salonpas dijual di Indonesia sampai saat ini tidak berhenti. Bagaimana kita mencoba, atau dengan istilah kami product experience sejalan dengan goals kami agar masyarakat merasakannya langsung,” Fadli menjelaskan.
Maka itu perusahaan punya strategi yaitu sampling atau produk experience langsung. Langkah ini bagian dari edukasi brand awareness sekaligus produk experience.
Membangun Komitmen Halal
Dalam kaitannya dengan halal, Salonpas mendapatkan sertifikasi halal di tahun 2021. Keputusan perusahaan mengambil sertifikat halal didorong oleh semangat peningkatan kualitas, sekaligus merupakan komitmen perusahaan.
“Banyak hal yang kita lakukan mulai dari perubahan packaging, menciptakan varian-varian baru yang selalu kami upgrade terus,” tambah Fadli.
Pertimbangan pertama yang paling penting, kata Fadli adalah bagaimana manajemen melihat halal tidak hanya tentang label halal semata, tapi tentang mutu. Serta bagaimana masyarakat pasti akan melihat mutu produk.
Lalu yang kedua adalah manajemen juga melirik dari sisi marketnya, di mana 88 persen warga Indonesia adalah muslim. Tentunya jumlah penduduk muslim yang besar ini menjadi pertimbangan yang wajib diprioritaskan meskipun pengguna koyo Salonpas tidak tertuju pada keyakinan tertentu.
“Itu yang menjadi poin penting sebenarnya. Apakah Salonpas hanya dibuat untuk orang muslim saja? Kan tidak juga. Salonpas bukan dibuat untuk subjek orang, tapi bagaimana Salonpas hadir mengatasi problem yang dihadapi oleh seseorang,” terang Fadli.
Adapun pertimbangan yang ketiga tentunya sebagai perusahaan multinasional, Salonpas selalu follow the rules of government.
Poin-poin di atas sejatinya merupakan bagian dari komitmen dari perusahaan dalam menjalankan konsep atas filosofi “Te-a-Te”, yang secara harfiah berarti ’sentuhan tangan’.
Hal itu memiliki makna bahwa rasa empati perusahaan terhadap konsumen sejalan dengan keyakinan bahwa kehalalan bukan hanya sekadar label, melainkan wujud tanggung jawab dan integritas dalam melayani dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Istilahnya bagaimana kita berempati kepada customer dengan selalu meningkatkan kualitas produk-produk Salonpas,” Fadli menegaskan. Hal ini diwujudkan dengan hampir semua produk-produk Salonpas sudah bersertifikat halal.
Dengan komitmen dan tanggung jawab yang totalitas seperti itu, Salonpas mengukuhkan posisinya sebagai produk kesehatan terpercaya. Bahkan hal itu turut dibuktikan dalam survei Top Halal Index 2025 yang dilakukan oleh Indonesia Halal Training & Education Center (IHATEC) Marketing Research, Salonpas dianugerahi predikat Top Halal Award 2025 untuk kategori Koyo.
Sekarang ini Salonpas hadir melalui produk koyo yang tersedia dalam tiga level panas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari Salonpas Regular sebagai koyo hangat untuk nyeri ringan, kemudian Salonpas HOT sebagai koyo panas untuk nyeri sedang, dan yang terbaru Salonpas Extra HOT, koyo lebih panas untuk nyeri berat bagi mereka yang beraktifitas ekstra.
Pencapaian inovasi yang luar biasa ini membuat Salonpas meraih pencapaian indeks sebesar 8,491 dari 10 dalam Top Halal Award 2025 untuk kategori Koyo.
Salonpas menyadari bahwa sertifikasi halal adalah jaminan ketenangan bagi masyarakat di Indonesia dalam mengonsumsi dan menggunakan produk, termasuk pereda nyeri. Penggunaan produk pereda nyeri yang sudah bersertifikat halal menambah ketenangan konsumen, terutama pada saat ibadah yang menuntut ketahanan fisik seperti umroh. Salonpas hadir melalui beberapa program umroh, menemani sepanjang ibadah umroh agar tidak terganggu oleh pegal maupun neri otot saat menjalan ibadah.
“Nah, lewat logo halal ini kami kenalkan kepada teman-teman yang umroh itu bisa pakai produk Salonpas agar lebih nyaman,” sebut Fadli.
Salonpas sukses berkiprah puluhan tahun di Indonesia. Satu kunci utama dari kesuksesan Salonpas adalah komitmen yang tinggi. Kata Fadli, Salonpas selalu berupaya menghadirkan produk-produk yang berkualitas tinggi. “Kami ingin menunjukkan komitmen perusahaan, yakni komitmen untuk secara continue menjaga kualitas dan moral produk untuk customer,” pungkas Fadli.
Artikel ini dipublikasikan dalam Majalah Halal Review Edisi 07/November – Desember 2025 yang dapat diakses melalui tautan berikut:https://ihatecpublisher.com/majalah/halal-review-edisi-07-november-desember-2025/