Komitmen Halal dalam Visi Global
Cadbury hadir dengan perubahan besar dalam caranya membentuk industri camilan. Camilan tak lagi sekadar soal rasa, tetapi juga tentang bagaimana produk itu dibuat, dari mana bahan bakunya berasal, dan apakah ia memberi rasa aman bagi orang yang mengonsumsinya. Hal ini menjadi bagian dari Komitmen Halal dalam Visi Global, termasuk dalam menjawab kebutuhan konsumen muslim yang semakin memperhatikan kehalalan produk.
Anidah | 5 Maret 2026
Snacking Made Right
HalalReview.co.id – Butuh sesuatu untuk membangkitkan semangat, atau sekedar ingin memanjakan diri setelah seharian bekerja? Ya, camilan tentu jadi jawabannya. Di balik kebiasaan sederhana itu, Cadbury mengajak konsumen untuk memilih camilan yang tepat, dan hadir sepenuhnya menikmati rasa, tekstur, dan arti dari momen ngemil.
Sebagai jenama ikonik, Cadbury telah membersamai konsumen Indonesia sejak 1982. Kebersamaan lebih dari empat dekade tersebut, membuktikan Cadbury jadi salah satu produk cokelat unggulan bagi konsumen Indonesia hingga saat ini. Sebagai wujud keseriusan menggarap pasar Indonesia, Cadbury semakin memperkuat kehadirannya di Indonesia dengan berada langsung dalam naungan Mondelez Indonesia sejak 2012.
Melalui visi global “Empowering People to Snack Right”, Cadbury mengajak untuk menikmati momen ngemil dengan penuh kesadaran (mindful snacking). Dari visi inilah lahir strategi “Snacking Made Right”, sebuah upaya memastikan setiap produk relevan dengan kebutuhan konsumen (the right snack), hadir di momen yang tepat (for the right moment), dan produksinya dengan cara yang bertanggung jawab (made the right way), serta berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Makna “Made the Right Way” bagi Konsumen Muslim Indonesia
Bagi Indonesia, makna “made the right way” memiliki lapisan arti yang lebih dalam. Jutaan konsumen muslim menghendaki produk coklat bukan hanya lezat dan berkualitas, tetapi juga halal dan terpercaya. “Bagi kami, memastikan kesesuaian dengan standar halal merupakan prioritas utama guna memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi konsumen dalam menikmati setiap produk kami,” ungkap Anggya Kumala, Marketing Director Mondelez Indonesia.
Di sinilah strategi global itu menemukan konteks lokalnya. Jaminan halal menjadi bagian penting dari upaya memberdayakan konsumen untuk memilih camilan dengan tenang, tanpa keraguan tentang bahan maupun prosesnya. Di pasar yang semakin sadar akan nilai kehalalan, komitmen pada transparansi menjadi semakin penting. Keberlanjutan bahan baku dan kepatuhan terhadap sertifikasi juga tidak lagi sekadar pelengkap. Ketiganya kini menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan konsumen.
Bagi Cadbury yang telah lama hadir di tengah masyarakat Indonesia, langkah memastikan produk “pembuatannya dengan cara yang benar” pada akhirnya juga berarti selaras dengan standar halal menjadi pertimbangan utama konsumen muslim. “Saat ini memang halal sendiri mulai menjadi pilihan masyarakat dunia dan tren produk halal semakin banyak peminatnya. Dengan memiliki sertifikasi halal tentunya hal ini menjadi nilai tambah bagi Cadbury untuk menembus pasar global, terutama negara dengan populasi muslim yang signifikan, sehingga Cadbury bisa dinikmati berbagai lapisan masyarakat terlepas dari kepercayaannya,” Anggya menambahkan.
Komitmen Halal dalam Visi Global Mondelez
Mondelez terkenal sebagai salah satu pemimpin global di industri makanan ringan. Perusahaan ini memahami bahwa memenuhi kebutuhan konsumen muslim bukan sekadar mengejar target pasar. Lebih dari itu, terdapat tanggung jawab untuk memberi rasa aman melalui produk yang tersertifikasi halal.
Di Indonesia, Mondelez juga menaungi berbagai produk favorit konsumen, seperti OREO, Biskuat, RITZ, dan Keju KRAFT. Perusahaan terus menjaga kepercayaan konsumen dengan mematuhi regulasi pemerintah. Salah satunya melalui pemenuhan sertifikasi halal pada seluruh produk yang dipasarkan.
Sebagai bagian dari brand global, Mondelez Indonesia memiliki fasilitas produksi kelas dunia melalui Mondelez Indonesia Manufacturing di Cikarang. Pabrik ini merupakan salah satu pusat produksi OREO terbesar di dunia yang Mondelez International milikki. Yang membanggakannya lagi, pabrik ini tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga menjadi hub ekspor bagi lebih dari 40 negara di wilayah Asia Pasifik dan Timur Tengah, termasuk Jepang, Australia, hingga Selandia Baru.
Komitmen Halal Cadbury dalam Rantai Produksi Global
Saat ini, produk Cadbury yang dipasarkan PT Mondelez Indonesia Trading tidak diproduksi di fasilitas Indonesia. Produk tersebut diimpor dari fasilitas produksi global Mondelez. Meski demikian, kualitas dan kehalalannya tetap terstandarisasi. Standar ini mengikuti preferensi pasar Indonesia serta regulasi Jaminan Produk Halal yang berlaku.
Sejak awal kehadirannya, Cadbury memastikan seluruh varian produknya memiliki sertifikat halal. Langkah ini menjadi wujud komitmen untuk memberi kepastian dan kenyamanan bagi konsumen muslim Indonesia. Anggya menegaskan bahwa komitmen tersebut juga sejalan dengan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah. Perusahaan mengikuti standar yang Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) LPPOM MUI tetapkan. Kini produk Cadbury juga telah tersertifikasi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Tak heran, Cadbury meraih capaian sebagai produk Coklat Batang pilihan konsumen muslim Indonesia dalam TOP HALAL Awards 2025 yang IHATEC Marketing Research selenggarakan. ”Kami menginformasikan bahwa seluruh produk kami telah memiliki sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di mana standar halal ini secara bertahap juga diakui secara internasional. Lebih dari itu, kami juga mendapatkan penghargaan TOP HALAL Awards 2025 dari IHATEC,” seru Anggya.
Bagi Cadbury raihan Top Halal Award 2025, merupakan pembuktian sekaligus penguat komitmennya pada halal. Upaya menjaga komitmen halal senantiasa terwujudkan, salah satunya dalam penggunaan bahan baku yang telah mendapatkan sertifikasi halal, dan senantiasa memastikan lini produksinya sesuai dengan regulasi dan peraturan yang berlaku. “Lebih dari itu, kami juga rutin mengadakan sesi berbagi (sharing session) untuk karyawan dan terus berkolaborasi erat dengan lembaga sertifikasi halal,” tambah Anggya.
Strategi dan Komunikasi Membangun Halal Brand
Membangun halal brand di industri makanan ringan tidak sebatas memenuhi kewajiban sertifikasi. Hal ini merupakan strategi menyeluruh yang mencakup budaya perusahaan, kualitas produk, dan cara berkomunikasi dengan konsumen.
Bagi Mondelez Indonesia, khususnya melalui Cadbury, halal menjadi fondasi penting. Nilai ini memperkuat kepercayaan sekaligus mendekatkan merek dengan pasar Indonesia yang mayoritas muslim.
“Bagi kami, memastikan kehalalan produk adalah wujud nyata penghormatan dan komitmen perusahaan terhadap nilai kepercayaan dan ketenangan hati pelanggan,” ujar Anggya. Karena itu, halal tidak hanya sebagai label saja, tetapi sebagai standar kepatuhan yang terintegrasi dalam seluruh proses bisnis, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga produk dapat konsumen nikati.
Pendekatan ini menjadi penting karena konsumen Indonesia semakin kritis dan selektif dalam memilih produk. Jaminan halal memberi rasa aman, sementara kualitas dan inovasi produk menjaga relevansi brand di tengah persaingan. Mondelez Indonesia mengombinasikan keduanya dengan memperluas portofolio camilan untuk berbagai momen konsumsi. Perusahaan juga memastikan proses produksinya berjalan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Halal sebagai Fondasi Kepercayaan dan Tata Kelola Brand
Menurut Anggya, sertifikasi halal tidak hanya bermakna sebagai pemenuhan regulasi. “Sertifikasi halal tidak hanya diposisikan sebagai pemenuhan regulasi di Indonesia, tetapi juga sebagai bagian dari tata kelola, kualitas, dan kepercayaan,” katanya. Perspektif ini menunjukkan bahwa halal berposisi sebagai elemen strategis yang mendukung reputasi brand dalam jangka panjang.
Anggya tak menampik, membangun halal brand tak bisa lepas dari tantangan. Ia menggarisbawahi posisi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan keragaman sumber daya dan jalur distribusi menuntut konsistensi pengawasan yang kuat. Di sisi lain, arus informasi yang cepat juga kerap memunculkan misinformasi di ruang publik. Untuk itu, strategi komunikasi menjadi kunci dalam menjaga persepsi positif terhadap Cadbury. “Dengan komitmen untuk terus mendekatkan diri dengan konsumen melalui berbagai kampanye dan program, Cadbury yakin tetap menjadi coklat favorit konsumen Indonesia,” ujarnya dengan yakin.
Mondelez Indonesia secara konsisten mencantumkan logo halal pada setiap kemasan produk Cadbury agar konsumen dapat dengan mudah melakukan pengecekan. Langkah ini sejalan dengan Komitmen Halal dalam Visi Global yang perusahaan terapkan dalam menjaga kepercayaan konsumen. Selain itu, perusahaan juga aktif memperkuat kredibilitas melalui partisipasi dalam pameran halal, pameran wellness, serta ajang penghargaan. Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen Cadbury untuk terus mendekatkan diri dengan konsumen secara nyata.
Melalui integrasi antara standar halal yang konsisten dan komunikasi yang terbuka, Cadbury berupaya membangun hubungan yang lebih kuat dengan konsumen. Halal tidak lagi sekadar simbol pada kemasan, melainkan identitas yang mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan produk berkualitas, aman, dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia.
“Menjaga konsistensi kualitas rasa dan standar keamanan pangan, termasuk sertifikasi halal juga menjadi upaya untuk membuat konsumen merasa tenang dan memiliki kepercayaan jangka panjang terhadap setiap produk yang kami hadirkan,” pungkasnya.
***Artikel ini terpublikasikan dalam Majalah Halal Review Edisi 01/Januari–Februari 2026 yang dapat anda akses melalui tautan berikut: https://ihatecpublisher.com/majalah/halal-review-edisi-01-januari-februari-2026/