Kebiasaan Muslim Indonesia Menyambut Lebaran
Audia Ari | 29 Januari 2026
Idul Fitri atau lebaran merupakan hari raya umat Islam. Umat Islam di Indonesia menyambut lebaran dengan berbagai kegiatan seperti bersilaturahmi, bermaafan, mudik, membeli baju baru dan sebagainya. Menarik disimak bagaimana kebiasaan masyarakat muslim Indonesia menyambut lebaran berdasarkan survei IHATEC Marketing Research.
Idul Fitri tidak hanya sebuah bentuk perayaan saja, namun tentunya memiliki makna yang mendalam bagi umat Islam. Idul Fitri berasal dari kata “id” dan “al-fitri”. Kata “id” berasal dari “aada–yaudu” yang artinya “kembali” dan “Fitri” yang artinya “bersih”. Sehingga Idul Fitri memiliki makna kembali suci. Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat muslim setelah menjalankan ibadah puasa selama Ramadhan dengan segala godaan dan rintangan untuk meningkatkan katakwaan kepada Allah SWT. Harapannya kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan membuka lembaran baru dengan penuh rasa syukur.
Di Indonesia, hari raya Idul Fitri atau dikenal lebaran, identik dengan tradisi mudik atau pulang kampung, berkumpul bersama dengan keluarga dan sanak saudara. Tak sedikit masyarakat yang merindukan momen lebaran untuk bisa berkumpul dengan keluarga besar di kampung halaman, khususnya bagi para perantau. Lebaran juga dapat memengaruhi destinasi wisata di Indonesia. Banyak masyarakat yang memanfaatkan momen ini untuk bertamasya dengan keluarga mengunjungi berbagai destinasi wisata.
Berkenaan dengan hari raya Idul Fitri atau lebaran, IHATEC Marketing Research telah merilis hasil survei terkait dengan kebiasaan masyarakat saat Hari Raya Lebaran. Dalam survei ini dipaparkan kebiasaan yang dilakukan menjelang & saat lebaran, tunjangan hari raya (THR) yang didapat, serta tempat pembelian produk kebutuhan lebaran. Survei dilakukan oleh IHATEC Marketing Research pada bulan Februari hingga Maret lalu. Survei ini dilakukan kepada lebih dari 450 responden di 4 kota besar di Indonesia, yaitu Jabodetabek, Surabaya, Medan, dan Makassar.
Umumnya masyarakat sibuk mempersiapkan banyak hal menjelang lebaran. IHATEC Marketing Research dalam surveinya memotret kegiatan atau persiapan apa saja yang dilakukan menjelang lebaran. Tiga diantaranya yang paling banyak dilakukan yaitu, berbelanja keperluan lebaran (75.1%), silaturahmi saling memaafkan (75.1%), dan membeli pakaian baru (74.2%). Selain memengaruhi aspek spiritual umat Islam dengan saling memaafkan dan kembali ke fitri, lebaran juga memengaruhi aspek ekonomi di mana banyak masyarakat yang berbelanja keperluan lebaran.
Setelah sholat Idul Fitri, kebiasaan masyarakat yaitu mengunjungi kediaman saudara atau tetangga untuk bersilaturahmi dan saling bermaafan. Di sini kita bisa melihat banyak kue atau jajanan lebaran tertata rapi di meja tamu. Hal ini menjadi salah satu persiapan yang dilakukan menjelang hari raya Idul fitri. Kebiasaan lain yang juga banyak dilakukan adalah membeli pakaian baru, sepatu/sandal baru, bahkan mengecat ulang rumahnya untuk menyambut lebaran.

Kemudian, bagi responden yang berstatus karyawan atau pekerja, menjelang lebaran juga identik dengan pembagian THR (Tunjangan Hari Raya) yang dilakukan oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Menurut kementerian ketenagakerjaan, tujuan pemberian THR keagamaan bagi pekerja atau buruh adalah sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja atau buruh dan keluarganya dalam menyambut hari raya keagamaan. Pada hasil survei yang dilakukan IHATEC Marketing Research juga dibahas terkait dengan THR. Dari keseluruhan responden, sebanyak 90% menyatakan bahwa mereka mendapatkan THR.

Dalam survei juga ditanyakan terkait dengan tujuan penggunaan THR. Kebanyakan responden menyatakan THR yang diperoleh tersebut digunakan untuk membeli pakaian baru (63,4%), berbelanja keperluan lebaran (58,5%), hingga untuk pemberian amplop lebaran (47,7%). Hasil survei menunjukkan kebanyakan masyarakat membeli pakaian baru untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Hal ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan saja, namun membeli pakaian baru sudah menjadi tradisi yang melekat menjelang lebaran. Membeli pakaian baru dapat menandakan semangat baru dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Banyaknya kebutuhan yang harus dipersiapkan, kadangkala dapat membuat tantangan finansial baru. Bahkan THR yang sudah diberikan ternyata belum cukup untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya. Pada survei ini juga diperoleh hasil terkait sumber anggaran utama manakah yang digunakan untuk menutupi kekurangan THR untuk keperluan lebaran apabila THR dirasa kurang mencukupi. Sebanyak 73,5% responden menyatakan mereka menggunakan dana tabungan untuk menutupi kekurangan tersebut. Dari sini kita dapat melihat bahwa sangat penting memiliki tabungan yang cukup menjelang lebaran agar terhindar dari masalah finansial yang dapat mengganggu semangat menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Sebagaimana kita tahu bahwa banyak kebutuhan yang harus dibeli menjelang lebaran. Survei ini juga mengungkap di mana sajakah tempat pembelian produk kebutuhan lebaran tersebut. Apakah semakin majunya teknologi membuat tren belanja masyarakat berubah dan beralih secara online atau masih banyak yang berbelanja langsung ke toserba atau pasar tradisional. Dari pilihan produk, seperti hampers, sandal/sepatu, pakaian, perlengkapan sholat, dan produk makanan & minuman diperoleh hasil yang berbeda-beda.
Berbelanja ke pasar modern seperti hypermarket, supermarket, dan minimarket unggul dalam pembelian hampers, sandal/sepatu, dan pakaian. Berbelanja ke pasar tradisional (pasar, toko, warung, dan sebagainya) unggul dalam pembelian perlengkapan sholat dan produk makanan & minuman. Sementara, perolehan hasil untuk berbelanja secara online masih lebih rendah dibandingkan pasar modern dan pasar tradisional khususnya untuk membeli produk makanan dan minuman dengan persentase sebesar 2,9%. Masyarakat akan merasa lebih secure jika membeli makanan dan minuman secara langsung.

Perayaan lebaran atau Hari Raya Idul Fitri ini sangat dinantikan terutama bagi umat muslim setelah berpuasa selama satu bulan. Sebagian besar masyarakat sangat antusias dan bersemangat dalam menyambut hari kemenangan ini. Ada berbagai macam kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat, salah satunya seperti berbelanja kebutuhan lebaran, membeli pakaian/sandal/sepatu baru, mengecat rumah, serta berwisata. Meskipun di era digital seperti ini, namun masih banyak masyarakat yang lebih memilih untuk berbelanja kebutuhan lebaran di pasar modern maupun tradisional. Walaupun sangat antusias dalam mempersiapkan keperluan lebaran, namun jangan melupakan hal yang paling penting, yaitu lebaran merupakan hari kemenangan umat Muslim. Hendaknya senantiasa saling memaafkan dan memperbaiki diri agar dapat kembali ke fitri. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H!
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 04/April/2024