Selain Halal, Juga Menarik Selera Konsumen
Syauqi Ahmad | 2 Maret 2026
Sadar akan pasar yang dihadapi kritis terhadap rasa, kandungan gizi serta terjamin kehalalannya, PT Glico Indonesia coba menghadirkan snack Pocky yang dapat memenuhi keinginan konsumen Indonesia. Seperti apa strategi yang dilakukan perusahaan ini?
Hadir di pasar Indonesia sejak tahun 1980, Pocky awalnya diperkenalkan ke pasar melalui importir. Barulah pada tahun 2014, didirikan PT. Glico Indonesia di Jakarta yang menandai tonggak penting dalam komitmen perusahaan terhadap pasar Indonesia.
“Sejak saat itu, Pocky resmi dipasarkan oleh Glico Indonesia dan kami mendedikasikan diri untuk memperluas kehadiran kami dan menjadikan Pocky sebagai camilan yang digemari konsumen Indonesia,” kata Bhakti Priyana, Direktur PT Glico Indonesia dan Presiden Direktur PT Glico Manufacturing Indonesia kepada Halal Review.
Bukan tanpa alasan Pocky mengembangkan pasarnya di Indonesia. Pasalnya menurut Bhakti, populasi Indonesia yang besar dan terus bertambah, mencapai lebih dari 270 juta jiwa, menandakan potensi pertumbuhan pasar yang besar dan menjadikannya pasar yang menarik bagi Glico, dan juga Pocky.
Terlebih konsumen Indonesia sangat perhatian sekali terhadap rasa dan gizi sehingga membuat Pocky mengusung prinsip “Healthier days, Wellbeing for life”. Hal itu selaras dengan preferensi perusahaan yang memiliki tujuan menawarkan produk inovatif yang tidak hanya memenuhi selera lokal tetapi juga memenuhi permintaan makanan ringan yang menyeimbangkan kenikmatan dengan kesehatan
“Kami sangat antusias untuk terus mengembangkan pasar yang menjanjikan ini dengan membina hubungan yang lebih dalam dengan konsumen Indonesia melalui komitmen kami terhadap kualitas, rasa, dan inovasi,” ujar Bhakti
Menjaga Prinsip Halal Produk
Upaya Pocky dalam menjaga komitmen halalnya bisa dibilang tidak main-main. Glico sebagai perusahaan induknya melihat pasar halal Indonesia sebagai peluang yang sangat bagus, khususnya di negara-negara Asia Tenggara dengan populasi muslimnya
Melihat perkembangan halal global yang mengalami pertumbuhan pesat, perusahaan menyadari bahwa ini sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan skala bisnis Pocky. Hal ini karena semakin banyak konsumen di kawasan mayoritas muslim mencari camilan bersertifikat halal. Pocky berada pada posisi yang tepat untuk mengikuti tren ini dengan mengusung produk yang memenuhi standar halal seraya tetap mempertahankan kualitas dan rasa yang disukai konsumen.
Dengan berfokus pada jaminan kualitas, perusahaan ingin membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen yang memprioritaskan pilihan produk yang bersertifikat halal. “Pendekatan ini tidak hanya memperkuat kehadiran Pocky di pasar kawasan ini, tetapi juga sejalan dengan tujuan kami untuk memberikan pengalaman camilan sehat dan menyenangkan untuk semua orang,” jelas Bhakti.
Glico telah memperoleh sertifikasi halal BPJPH untuk pabrik di Indonesia pada bulan Juni 2022 lalu. Bagi Bhakti, sertifikasi ini sekaligus merupakan dedikasi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan konsumen dan memastikan bahwa produk Glico sepenuhnya mematuhi standar halal.
Keberadaan sertifikat halal juga merupakan komponen penting dalam strategi pengembangan produk Glico di Asia Tenggara. Komitmen perusahaan lebih dari sekadar memperoleh sertifikasi tapi juga berfokus pada sumber bahan-bahan yang sepenuhnya mematuhi peraturan halal untuk memastikan integritas penawaran. Terkait hal ini tentu melibatkan kerja sama yang erat dengan pemasok yang memiliki dedikasi yang sama terhadap kualitas dan kepatuhan.
“Rincinya, kami juga secara aktif menyesuaikan produk kami untuk memenuhi spesifikasi pasar halal. Ini termasuk mengembangkan rasa dan formulasi unik yang menarik selera konsumen sambil tetap mematuhi standar halal. Dengan memadukan pertimbangan halal ke dalam proses pengembangan produk, kami bermaksud menciptakan camilan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen halal tetapi juga menghadirkan rasa nikmat dan kualitas yang menjadi ciri khas Pocky bagi seluruh penggemar Pocky,” urai Bhakti panjang.
Dengan kekuatan tujuh pabrik yang memproduksi produk Pocky di empat negara utama: Jepang, Thailand, China, dan Indonesia serta penambahan terbaru di Karawang, maka fasilitas ini memperkuat kemampuan perusahaan untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat di pasar ASEAN khususnya di Indonesia. Termasuk berfungsi sebagai lokasi produksi eksklusif untuk Pocky Crushed Nuts, yang didistribusikan ke negara-negara seperti Thailand, Indonesia, dan Filipina.
“Sekadar info, selain melayani pasar regional, pabrik GMI mulai mengekspor Pocky ke AS pada Mei 2023, yang semakin memperluas jangkauannya ke Amerika Utara dan meningkatkan kehadiran global kami,” ungkap Bhakti bangga
“Satu lagi, sertifikasi halal MUI telah diperoleh pabrik kami di Thailand sejak tahun 2016. Pabrik kami di Thailand memperoleh sertifikasi halal Thailand (CICOT) pada tahun 2012,” imbuhnya
Sebagai bukti keseriusan perusahaan terkait halal, perusahaan memiliki anggota yang berdedikasi dari berbagai fungsi yang bekerja bersama untuk memastikan penerapan standar halal yang efektif untuk produk-produknya.
Bhakti menjelaskan, di tingkat pabrik, tim manajemen halal khusus mengawasi seluruh proses sertifikasi dan kepatuhan halal. Tim ini bertanggung jawab untuk mengelola semuanya, mulai dari pengadaan bahan-bahan bersertifikat halal, pemantauan praktik produksi, hingga pelaksanaan audit rutin, guna memastikan bahwa produk kami secara konsisten memenuhi standar halal.
Di sisi korporat, departemen pemasaran memainkan peran penting dalam mengomunikasikan komitmen terhadap praktik halal kepada konsumen. Tugas utamanya, mengelola penyebaran informasi, memastikan transparansi untuk menjaga konsumen tetap mendapat informasi dan yakin mengenai status halal produk.
Sebagai bisnis makanan Jepang, Glico menjaga standar dan kualitas tinggi pada seluruh proses produksi. Menjaga kepatuhan halal yang ketat hanyalah salah satu dari banyak bagian penting operasi perusahaan.
Bhakti menyadari bahwa menjaga integritas produk, termasuk status halal, sangat penting untuk mendapatkan kepercayaan konsumen dan memastikan keberhasilan di pasar yang kompetitif ini.
Untuk mencapai hal ini, Bhakti mengaku menerapkan strategi multifaset yang mencakup setiap aspek operasi mulai dari penelitian dan pengembangan hingga pengadaan, produksi, dan pemasaran. Tim yang berdedikasi berfokus pada penciptaan produk inovatif yang selaras dengan prinsip kualitas, sambil secara cermat mencari bahan-bahan bersertifikat halal dan memastikan semua aspek produksi mematuhi pedoman halal.
Selain upaya operasional, perusahaan juga menekankan komunikasi yang transparan dengan konsumen. Perusahaan menampilkan logo halal secara jelas pada kemasan agar mudah dikenali dan memperkuat komitmen terhadap kepatuhan halal.
“Pendekatan holistik ini memungkinkan kami untuk secara konsisten menegakkan standar kualitas internasional, memperkuat kehadiran pasar kami, dan membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen di wilayah mayoritas muslim melalui pemenuhan persyaratan halal,” jelas Bhakti.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 09/September/2024