Masuk dalam Top 30 Perusahaan Berproduk Halal
Syauqi Ahmad | 3 Maret 2026
Keseriusannya dalam penerapan sistem jaminan produk halal, menjadikan Kalbe Farma masuk kategori top 30 perusahaan berproduk halal dari negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Menarik disimak bagaimana strategi Kalbe Farma sukses menggarap pasar halal.
Sebagai produsen obat-obatan dan nutrisi, kiprah Kalbe Farma sudah tidak diragukan lagi. Selain berkontribusi memajukan industri farmasi dan nutrisi di Indonesia, Kalbe Farma juga turut mendukung kemajuan pasar halal di Indonesia, yaitu dengan memasarkan produk-produk yang sudah bersertifikat halal. Menurut Nurul Hidayah Yusuf, Director Corporate Manufacturing, Quality Assurance, dan Regulatory Affairs Kalbe Farma, halal sudah menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam pengembangan bisnis perusahaan.
“Apalagi mengingat produk bersertifikat halal penting bagi masyarakat Indonesia yang sebagian besar muslim dan menjadi target pasar produk-produk Kalbe Farma”, kata Nurul kepada HALAL REVIEW.
Halal juga menurutnya sudah menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan brand image maupun corporate image. Hal ini karena sebagai perusahaan Indonesia pihaknya sangat menghargai keberagaman masyarakat Indonesia termasuk juga mematuhi regulasi yang ditetapkan pemerintah. “Melalui sertifikat halal, perusahaan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sehingga berpengaruh pada brand image dan corporate image”, imbuh Nurul.
Lebih rinci Nurul memaparkan jika sertifikasi halal di Kalbe Farma sudah dilakukan sesuai dengan tahapan yang ditetapkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Di antaranya, untuk produk makanan dimulai dari tanggal 17 Oktober 2019 sampai dengan 17 Oktober 2024. Lalu untuk obat tradisional dan suplemen kesehatan dimulai dari tanggal 17 Oktober 2021 sampai dengan 17 Oktober 2026.
Kemudian obat bebas dan obat bebas terbatas dimulai dari tanggal 17 Oktober 2021 sampai dengan 17 Oktober 2029. Ada juga untuk obat keras dikecualikan psikotropika dimulai dari tanggal 17 Oktober 2021 sampai dengan 17 Oktober 2034, dan untuk kosmetik, produk kimiawi, serta produk rekayasa genetik dimulai dari tanggal 17 Oktober 2021 sampai dengan tanggal 17 Oktober 2026.
Saat ini total produk Kalbe Farma yang telah memiliki sertifikat halal ada sekitar 889 SKU. Beberapa produk yang sudah bersertifikat halal di antaranya; Prenagen, Diabetasol, Extra Joss, Komix, Promag, dan Mixagrip.
“Kalbe Farma pertama kali memperoleh sertifikat halal untuk produk nutrisi sebelum tahun 2000, antara lain untuk produk Prenagen, Milna, Entrasol. Kemudian penerapan Sistem Jaminan Produk Halal diimplementasikan untuk produk-produk lainnya yaitu untuk produk obat bebas dan suplemen, obat resep dan jasa logistik” beber Nurul lagi.
“Dengan langkah seperti itu, Kami (perusahaan) sampai membentuk tim khusus untuk penerapan halal di setiap pabrik yang memproduksi produk-produk yang masuk dalam kategori wajib halal, sehingga terdapat penyelia halal yang bertanggung jawab dalam melakukan sertifikasi halal,” Nurul melengkapi.
Untuk pemantauan status halal juga terdapat tim khusus yang dibentuk oleh Kalbe Farma, yang salah satunya adalah dari fungsi Corporate Regulatory Affaris dan Quality Assurance. Begitu pun untuk proses penyimpanan dan pendistribusian produk, Kalbe telah menerapkan sistem jaminan produk halal dan tersertifikasi.
Yang tak kalah penting, perusahaan menerapkan strategi yang cukup ketat dalam menjaga kehalalan produknya, seperti selalu memonitor sumber bahan baku yang digunakan dan proses produksi yang dilakukan dalam menjaga kehalalan produk. Selain itu, perusahaan juga memantau implementasi status kehalalan produk melalui fungsi Corporate Regulatory Affairs dan Quality Assurance yang bekerja sama dengan tim penyelia halal dari fasilitas produksi dalam melakukan proses sertifikasi halal.
Halal Sebagai Value Proposition Customer
Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk-produk halal dan didukung oleh pemerintah dengan mengeluarkan regulasi terkait produk halal, Nurul melihat bahwa saat ini bagi Kalbe Farma, sertifikasi halal tidak bersifat voluntary tetapi menjadi mandatory secara bertahap, sehingga pelaksanaannya dikelola oleh pemerintah dan dapat meningkatkan peluang untuk industri dalam mengembangkan produk- produk berlabel halal.
“Oleh karena itu untuk ke depannya, produk-produk yang dikembangkan perlu mempertimbangkan aspek kehalalan produk yang akan menjadi value proposition customer ke depan,” tegas Nurul.
Nurul juga meyakini jika potensi pasar produk halal di Indonesia sangat tinggi karena mayoritas penduduk di Indonesia adalah muslim, dan meningkatnya kesadaran untuk menerapkan gaya hidup halal. Gaya hidup masyarakat ini tidak hanya berdampak di kategori makanan, tapi juga berdampak di bidang kosmetik, jasa, tempat wisata dan lain sebagainya.
Ia menyandarkan pendapatnya tersebut dengan merujuk pada data State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report tahun 2023. Indonesia mendapat poin 80.1 dan naik sebagai peringkat 3 menyalip Uni Emirat Arab, dengan parameter yang diperhitungkan mencakup makanan halal, keuangan syariah, fashion/busana, perjalanan yang ramah muslim, kosmetik & farmasi, media dan rekreasi.
Kalbe Farma turut berperan dalam prestasi tersebut karena saat ini Kalbe memiliki 4 divisi usaha yaitu divisi obat resep, divisi produk kesehatan, divisi nutrisi, serta divisi distribusi dan logistik yang sudah halal. Bahkan Kalbe Farma masuk dalam jajaran Top 30 perusahaan berproduk halal dari negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Kalbe Farma seperti diungkap Nurul, memiliki komitmen dalam menjaga konsistensi kehalalan produk di antaranya dengan melakukan penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) secara konsisten. Contohnya dengan cara memastikan bahan baku yang digunakan untuk produksi produk harus terjamin halal, pemastian di proses produksi dan distribusi dijalankan sesuai regulasi halal, melaksanakan audit internal, mengadakan pelatihan/training halal, dan penyelia halal untuk memastikan penerapan SJPH berlangsung dengan baik.
Dengan dukungan 20 pabrik yang tersebar di Indonesia, Myanmar, dan Nigeria, Kalbe Farma siap menghadirkan produk-produk kesehatan berkualitas dan pastinya halal.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 10/Oktober/2024
Artikel ini juga dapat dinikmati dalam format majalah pada Halal Review Edisi Oktober 2024. Akses edisi lengkapnya di sini:
https://ihatecpublisher.com/majalah/halal-review-edisi-oktober-2024/