Komitmen Halal dalam Setiap Sajian
Andika Priyandana | 27 Februari 2026
Steak Moen Moen tidak hanya memprioritaskan kualitas rasa, tetapi juga menjaga komitmen terhadap kehalalan produk di setiap tahap produksi.
Steak Moen Moen adalah salah satu pilihan restoran yang menyediakan berbagai macam steak dan cukup dikenal di masyarakat Indonesia. Steak Moen Moen memulai perjalanannya pada tanggal 31 Desember 2004 di Solo, Jawa Tengah. Dengan fokus pada menu steak yang bisa dinikmati semua kalangan, usaha ini berkembang pesat. Dalam waktu yang relatif singkat, Steak Moen Moen berhasil menarik minat banyak pelanggan berkat kualitas makanan yang terjaga. Tidak hanya dari segi rasa, tetapi juga dengan harga yang dapat dijangkau oleh berbagai kelas ekonomi.
Perkembangan bisnisnya pun signifikan. Pada tahun 2024, Steak Moen Moen memiliki 67 cabang yang tersebar di beberapa kota besar, termasuk Solo, DIY, Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Lampung. Menariknya, semua cabang ini dikembangkan tanpa sistem kemitraan, sehingga kontrol kualitas tetap berada di bawah kendali manajemen pusat. Hal ini memastikan bahwa setiap gerai Steak Moen Moen mampu menyajikan makanan dengan standar yang sama, di mana pun lokasinya.
Salah satu momen penting dalam perkembangan bisnis ini adalah ketika Steak Moen Moen mendapatkan sertifikasi halal pada Maret 2023. Sertifikasi ini bukan hanya menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menyajikan makanan yang sesuai dengan standar halal, tetapi juga memberikan nilai tambah di mata konsumen. “Halal kini kami manfaatkan sebagai nilai jual lebih di mata konsumen kami, sehingga secara langsung menambah kepercayaan konsumen terhadap produk kami,” ungkap Diki Sopandi, Direksi Steak Moen Moen.
Sertifikasi halal ini tidak hanya mencerminkan kepatuhan Steak Moen Moen terhadap regulasi pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemasaran yang mengedepankan kepercayaan dan kenyamanan bagi pelanggan.
Steak Moen Moen juga memiliki slogan yang kuat: “Melayani dengan Hati, Berbagi Rasa dengan Cinta.” Slogan ini mencerminkan fokus perusahaan yang menempatkan pelanggan sebagai elemen paling penting dalam bisnis mereka. Diki menyatakan, “Kehilangan satu pelanggan saja sudah sangat besar bagi kami,” yang menunjukkan betapa seriusnya perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik. Slogan tersebut juga menggarisbawahi dedikasi Steak Moen Moen untuk tidak hanya menyediakan makanan berkualitas, tetapi juga menciptakan hubungan emosional yang kuat dengan konsumen mereka.
Penerapan Sertifikasi Halal dalam Rantai Produksi
Diki menjelaskan bahwa seluruh rantai produksi mereka diawasi dengan ketat untuk memastikan bahwa standar halal terpenuhi sejak awal. “Kami memastikan semua vendor atau supplier yang bekerja sama dengan kami harus memiliki komitmen yang sama dalam memastikan kualitas bahan baku yang baik dan bersertifikasi halal,” tegasnya.
Pengawasan ini dimulai dari pemilihan bahan baku. Semua bahan baku yang masuk ke dapur pusat (central kitchen) harus berasal dari pemasok yang telah bersertifikat halal, termasuk rumah potong ayam (RPA) dan rumah potong hewan (RPH). Bahan-bahan ini kemudian diproses di dapur pusat, yang mana standar rasa, gramasi, dan kualitas terus dijaga untuk memastikan konsistensi di setiap cabang. Proses produksi seperti pemotongan daging, filet ayam, hingga pembuatan saus semuanya dilakukan di dapur pusat, sehingga setiap gerai Steak Moen Moen bisa menyajikan produk dengan rasa yang sama, terlepas dari lokasi cabang.
Selain pengawasan di tahap produksi, Steak Moen Moen juga rutin melakukan audit internal untuk memastikan bahwa SOP halal dan sanitasi dijalankan dengan konsisten di setiap cabang. “Kami berkomitmen menjaga kehalalan produk dengan terus berusaha konsisten menjalankan SOP yang telah diberlakukan, mulai dari proses pemilihan pemasok, penerimaan bahan baku, hingga pengolahan akhir di gerai,” kata Diki.
Untuk memastikan kepatuhan terhadap standar halal dan higiene, Steak Moen Moen telah membentuk tim khusus yang bertugas memantau penerapan SOP halal di seluruh cabang. Tim ini terdiri dari berbagai divisi, termasuk audit internal, operasional, dan quality assurance (QA), yang bersama-sama memastikan bahwa setiap langkah dalam rantai produksi memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Halal Sebagai Nilai Tambah dalam Pemasaran dan Gaya Hidup
Steak Moen Moen melihat peraturan pemerintah mengenai kewajiban penerapan sertifikasi halal sebagai peluang besar dalam industri dan pasar halal. “Saat ini, konsumen menjadikan halal sebagai cerminan gaya hidup sehat dan berkelanjutan. Ini adalah potensi pasar halal yang sangat besar dan patut untuk terus dikembangkan,” ujar Diki.
Sebagai bagian dari strategi pemasaran, Steak Moen Moen secara konsisten menampilkan logo halal di semua pelantar mereka. Dari konten media sosial hingga kemasan produk, seperti dus untuk kemasan dibawa pulang, logo halal selalu dicantumkan untuk menambah kepercayaan konsumen. Di setiap gerai, logo halal juga dipasang dengan jelas, sehingga konsumen merasa yakin bahwa produk yang mereka konsumsi memenuhi standar halal yang ketat.
Selain itu, untuk menarik perhatian pasar milenial, Steak Moen Moen berinovasi dengan meluncurkan produk-produk baru yang mengikuti tren, seperti menu kopi dan burger halal. Upaya ini, ditambah dengan pemanfaatan pelantar digital secara intensif, membantu Steak Moen Moen tetap relevan dan menjadi pilihan favorit di kalangan generasi muda yang mengutamakan gaya hidup halal dan modern.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 09/September/2024