Halal sebagai Fondasi Kepercayaan Membangun Merek
Andika Priyandana | 11 Maret 2026
Bagi ABC Indonesia, halal bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan fondasi kepercayaan yang menopang kualitas, inovasi, dan kedekatan emosional dengan konsumen.
HalalReview.co.id – Sejak pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 1975, ABC telah menjadi bagian penting dalam sejarah kuliner tanah air. Perjalanan merek ini bermula dari produksi kecap asin di sebuah pabrik kecil di Daan Mogot, Jakarta. Dari langkah sederhana tersebut, ABC berkembang pesat hingga dikenal sebagai salah satu merek kuliner paling terpercaya, dengan jajaran produk yang beragam mulai dari kecap manis, sambal, sirop, hingga sarden. Kehadirannya tidak hanya memperkaya cita rasa hidangan, tetapi juga menempati posisi istimewa di meja makan keluarga Indonesia antargenerasi.
Felicia Julian, Marketing dan R&D Director ABC Indonesia, menegaskan bahwa fondasi kepercayaan merek ini dibangun melalui konsistensi kualitas dan kedekatan emosional dengan konsumen. “ABC tumbuh bersama keluarga Indonesia, berevolusi dari satu produk menjadi merek andalan yang produknya selalu berhasil mendapatkan tempat istimewa di hati dan meja makan konsumen,” ujarnya.
Dalam konteks pasar global, potensi industri halal semakin memperkuat relevansi ABC. Menurut laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024/2025, belanja konsumen muslim dunia diproyeksikan mencapai US$3,36 triliun pada 2028, dengan sektor makanan halal menyumbang US$1,94 triliun. Indonesia, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, menempati posisi tiga besar dalam ekosistem ekonomi syariah global. Data ini menunjukkan bahwa halal tidak hanya menjadi tuntutan pasar, tetapi juga elemen penting dalam identitas dan integritas merek ABC. ABC menunjukkan komitmen yang telah terintegrasi dalam setiap produk dan inovasi perusahaan.
Halal sebagai Pilar Kepercayaan dan Strategi Merek
Komitmen terhadap halal telah menjadi bagian integral dari perjalanan ABC sejak awal 2000an. Pada masa itu, seluruh produk yang dipasarkan di Indonesia mulai secara konsisten memperoleh sertifikasi halal. Langkah ini mencerminkan keseriusan perusahaan untuk memberikan jaminan menyeluruh kepada konsumen. Felicia menegaskan, “Komitmen kami terhadap sertifikasi halal merupakan langkah proaktif yang telah kami jalankan sejak lama. Produk-produk ABC yang dipasarkan di Indonesia telah secara konsisten mendapatkan sertifikasi halal sejak awal era 2000-an.”
Bagi ABC, halal dipandang sebagai bagian dari identitas merek yang menyatu dengan kualitas dan integritas. Felicia menekankan, “Kami memandang halal bukan sebagai strategi, melainkan sebagai fondasi dari kepercayaan itu sendiri.” Filosofi ini sejalan dengan nilai perusahaan consumer obsessed, yang menempatkan konsumen sebagai pusat dari segala aktivitas bisnis. Halal berdiri sejajar dengan aspek lain seperti kualitas rasa, keamanan pangan, dan kepastian mutu. Untuk menjamin standar tersebut, ABC menerapkan CPPOB yang diakui BPOM, standar ISO 22000 berskala internasional, serta memperoleh sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagai bukti keberpihakan pada produk dan pemasok lokal.
Komunikasi mengenai halal dilakukan dengan transparan. Logo halal ditampilkan jelas di setiap kemasan, sehingga konsumen mudah memperoleh kepastian. Narasi komitmen halal juga diperkuat melalui iklan, promosi digital, dan partisipasi aktif dalam forum industri halal. Strategi ini tidak hanya berfungsi sebagai pengingat, tetapi juga sebagai sarana edukasi publik tentang pentingnya halal dalam industri pangan.
Selain aspek regulatif, ABC membangun loyalitas konsumen dengan pendekatan yang lebih emosional. Inovasi produk terus dilakukan agar relevan dengan kebutuhan modern, misalnya peluncuran bumbu kacang siap pakai yang praktis untuk gado-gado atau sate. Di sisi lain, Akademi ABC menjadi wadah bagi konsumen untuk belajar, berkreasi, dan memperoleh inspirasi kuliner, sehingga tercipta komunitas yang solid. Kampanye “Ahlinya Buat Citarasa” pun dirancang untuk memperkuat hubungan emosional, menghadirkan kebanggaan dalam menyajikan hidangan keluarga dengan produk ABC.
Di balik semua itu, integritas menjadi kunci halal branding. Dari sisi hulu, ABC hanya menggunakan bahan baku dan kemasan dari pemasok terdaftar yang melewati proses seleksi ketat. Pada tahap hilir, integritas proses dijaga dengan disiplin melalui penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Pengawasan dilakukan oleh tim internal tersertifikasi yang memastikan standar halal dipatuhi di setiap lini produksi. Bagi ABC, halal bukan lapisan tambahan di akhir proses, melainkan fondasi yang melekat dalam identitas merek. Dengan cara ini, label halal pada produk ABC tidak hanya menjadi tanda kepercayaan, tetapi simbol integritas yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Digitalisasi, Inovasi, dan Relevansi Generasi
Seiring dengan perubahan perilaku konsumen, ABC menempatkan digitalisasi sebagai sarana penting dalam memperkuat komunikasi dan relevansi merek. Halal juga diintegrasikan dalam konten dan narasi digital yang dekat dengan gaya hidup sehari-hari konsumen. Felicia menjelaskan, “Dalam strategi pemasaran digital, kami mengintegrasikan pesan halal secara organik dan relevan. Jaminan halal tidak hanya kami tampilkan melalui logo pada aset digital, tetapi juga dihidupkan melalui konten yang relevan dengan gaya hidup konsumen.” Dengan pendekatan ini, halal menjadi bagian dari pengalaman konsumen yang menyatu dengan aktivitas kuliner dan keluarga.
Strategi digital ABC dijalankan melalui pelantar “Ahlinya Buat Citarasa”, yang menyediakan puluhan resep, tips memasak, dan inspirasi kuliner menggunakan produk-produk ABC. Konten ini tidak sekadar mempromosikan produk, tetapi juga mengedukasi konsumen tentang jaminan halal sekaligus memperkuat posisi ABC sebagai mitra kuliner terpercaya. Kolaborasi dengan koki dan penggiat kuliner yang memiliki pengaruh di komunitas juga menjadi bagian dari strategi ini. Hal tersebut memperluas jangkauan pesan halal sekaligus menambah kredibilitas merek di mata konsumen.
Inovasi produk terus dikembangkan untuk menjaga relevansi dengan perubahan selera. ABC merespons tren dengan menghadirkan produk baru yang praktis dan sesuai kebutuhan masyarakat modern, seperti bumbu kacang siap pakai. Menurut Felicia, “Kunci sukses pemasaran kami dilandasi oleh nilai perusahaan yang telah dijelaskan sebelumnya (consumer obsessed). Hal ini terangkum dalam tiga pendekatan yang saling menguatkan: konsistensi cita rasa, jaminan mutu holistik, dan relevansi.” Pernyataan ini menegaskan bahwa inovasi tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung erat dengan prinsip halal, kualitas, dan komunikasi yang dekat dengan konsumen.
Lebih dari itu, relevansi merek juga dijaga melalui keterlibatan emosional. Kampanye “Ahlinya Buat Citarasa” dirancang untuk menghadirkan kebanggaan dalam momen kebersamaan keluarga, mengaitkan halal dengan rasa aman, nyaman, dan bangga. Dengan kombinasi digitalisasi, inovasi, dan strategi emosional, ABC memastikan bahwa halal bukan hanya janji kualitas, melainkan pengalaman yang dirasakan konsumen lintas generasi.
Artikel ini dipublikasikan dalam Majalah Halal Review Edisi 06/September – Oktober 2025 yang dapat diakses melalui tautan berikut:https://ihatecpublisher.com/majalah/halal-review-edisi-06-september-oktober-2025/