Halal dari Indonesia Untuk Dunia
Syauqi Ahmad | 4 Maret 2026
Pertama kali menembus pasar luar negeri pada Oktober 2022 di Malaysia, kini jaringan internasional Kopi Kenangan telah tersebar di tiga negara lainnya yaitu Singapura, Filipina, dan India. Menarik disimak bagaimana Kopi Kenangan merambah pasar luar negeri.
HalalReview.co.id – Sally Rachmatika, AVP Group of QAQC Kopi Kenangan mengatakan bahwa pihaknya melihat ada potensi yang besar untuk mengembangkan Kopi Kenangan secara global dengan kekuatan rasa produknya yang unggul. “Apalagi kami menilai ada potensi lain yang juga tak kalah besar yakni potensi pasar halal global, khususnya di kategori makanan dan minuman,” ungkap Sally kepada Halal Review.
Sally melanjutkan, berdasarkan data dari berbagai lembaga riset, pasar halal diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan pesat dikarenakan umat muslim di dunia semakin sadar akan pentingnya mengonsumsi produk yang sesuai dengan prinsip halal. “Selain itu, tren konsumen global yang semakin fokus pada kesehatan dan keberlanjutan berperan dalam memperluas daya tarik produk halal,” sebutnya.
Dari situ akhirnya kini mulai muncul kepedulian negara-negara tersebut terhadap kehalalan produk makanan dan minuman. Negara-negara yang menjadi target ekspansi Kopi Kenangan, terutama di Asia Tenggara, memiliki perhatian yang tinggi terhadap kehalalan produk makanan dan minuman. Misal seperti di Malaysia dan Singapura juga memiliki sistem sertifikasi halal yang sangat terstruktur. Hal ini membuktikan bahwa negara-negara tersebut tidak hanya peduli terhadap kebutuhan pasar muslim, tetapi juga memastikan bahwa produk yang beredar memenuhi standar halal yang tinggi.
Menariknya, negara-negara tersebut ternyata juga menerapkan kewajiban sertifikasi halal. Sally mencontohkan seperti yang diketahui bersama bahwa negara-negara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand memiliki regulasi yang mengharuskan produk makanan dan minuman tertentu untuk mendapatkan sertifikasi halal, terutama untuk produk yang ditujukan kepada konsumen muslim.
“Sertifikasi ini memberikan jaminan bahwa produk tersebut memenuhi standar kehalalan yang telah ditetapkan oleh negara atau lembaga sertifikasi resmi,” kata Sally.
Kopi Kenangan sendiri pun akhirnya turut melibatkan dirinya untuk mengikuti proses sertifikasi di negara tersebut. Sally memaparkan, proses sertifikasi halal Kopi Kenangan di negara-negara tersebut melibatkan kerja sama erat dengan lembaga sertifikasi halal yang diakui, seperti JAKIM di Malaysia dan MUIS di Singapura.
“Kami melakukan audit internal di setiap proses yang terkait dengan halal, audit secara menyeluruh terhadap seluruh proses produksi, mulai dari bahan baku hingga proses pengolahan dan penyajian. Hal ini memastikan bahwa setiap langkah yang kami lakukan memenuhi persyaratan halal yang ketat dari setiap negara yang mempersyaratkan halal,” terang Sally lebar.
Halal is Priority
Berkaca dari pengalaman di atas, Sally menyimpulkan bahwa halal merupakan salah satu pilar utama dalam strategi pengembangan pasar Kopi Kenangan di luar negeri. Katanya, dengan mengedepankan prinsip halal, Kopi Kenangan akhirnya tidak hanya melayani pasar muslim, tetapi juga menarik konsumen global yang semakin menghargai transparansi, kualitas, dan keberlanjutan produk.
“Jujur, kehalalan juga menjadi nilai tambah yang memperkuat merek kami di pasar Internasional,” tegasnya.
Adapun yang menjadi strategi Kopi Kenangan menembus pasar halal global sebagaimana dijelaskan Sally adalah berfokus pada pemahaman mendalam tentang kebutuhan lokal, menjalin kerja sama dengan pihak-pihak yang memiliki pemahaman tentang pasar dan sertifikasi halal, serta memastikan bahwa seluruh rantai pasokan perusahaan memenuhi standar halal yang tinggi.
“Yang tak kalah penting juga adalah kami turut berinvestasi dalam edukasi kepada konsumen tentang nilai-nilai di balik produk kami, termasuk kehalalan dan kualitasnya,” Sally melengkapi.
Saat ini, terdapat varian menu yang dipasarkan di negara-negara jaringan Kopi Kenangan dan tetap menyesuaikan selera lokal, namun tetap dengan menu khas yang selalu ditawarkan salah satunya adalah produk yang menggunakan gula aren dan biji kopi Indonesia
Dan untuk menjaga kualitas serta cita rasa khas Kopi Kenangan/Kenangan Coffee, sebagian besar bahan baku utama, seperti biji kopi dan gula aren, tetap didatangkan langsung dari Indonesia.
“Namun, kami juga bekerja sama dengan pemasok lokal untuk beberapa bahan pendukung seperti susu, sirup dan lainnya. Kami selalu berusaha sesuaikan dengan standar lokal, selera lokal dan tetap menjaga kualitas produk,” imbuh Sally.
Dengan cita rasa serta kualitas terbaik seperti itu, pelanggan Kopi Kenangan di luar negeri yang sangat beragam, mulai dari konsumen muslim hingga konsumen nonmuslim, tertarik dengan kualitas dan rasa kopi yang dimiliki Kopi Kenangan. Sally juga melihat ada peningkatan minat dari kalangan anak muda yang mencari pengalaman kopi yang berbeda, serta para ekspatriat Indonesia yang merindukan cita rasa kopi tanah air.
Adapun yang menjadi strategi Kopi Kenangan untuk menjaga kehalalan produk, yaitu mencakup kegiatan pemilihan bahan baku yang sudah terjamin kehalalannya, pelatihan untuk seluruh tim terkait prinsip-prinsip halal, serta pemantauan ketat terhadap setiap tahap produksi. “Kami juga melakukan audit internal rutin untuk memastikan bahwa standar halal terus dipatuhi di setiap cabang dan lokasi produksi,” jelas Sally.
Bahkan saking seriusnya untuk persoalan halal ini, perusahaan sampai membentuk tim khusus untuk penerapan halal di pasar global. Tugasnya seperti kata Sally yakni fokus pada penerapan standar halal di seluruh operasi internasional.
“Rincinya, tugas tim ini meliputi pengawasan terhadap proses sertifikasi halal, pelatihan internal mengenai kehalalan produk, dan menjaga komunikasi yang erat dengan lembaga sertifikasi halal di setiap negara,” tambahnya.
Dalam pengembangan pasar ke luar negeri, pastinya ada saja tantangan yang dihadapi. Salah satu tantangan utama yang dihadapi Kopi Kenangan adalah memastikan kepatuhan terhadap berbagai regulasi halal yang berbeda di setiap negara. Selain itu, tantangan dalam menjaga konsistensi rasa dan kualitas produk di berbagai pasar juga cukup signifikan.
Adaptasi terhadap preferensi lokal tanpa mengorbankan kualitas dan kehalalan produk juga memerlukan perhatian yang lebih. Selain itu untuk negara yang tidak mewajibkan halal, hal ini akan dianggap cukup menyusahkan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Sally menyampaikan pihaknya selalu melakukan komunikasi dengan pihak operator di negara tujuannya untuk memahami kebutuhan dan peraturan lokal, serta bekerja sama dengan lembaga sertifikasi halal di setiap negara (jika ada dan dianggap perlu) untuk memastikan produk-produk memenuhi standar yang berlaku.
“Kami juga melibatkan tim global yang memiliki pemahaman lintas budaya untuk menjaga kualitas dan rasa yang konsisten, serta melibatkan teknologi untuk mempermudah pengawasan dan kontrol kualitas di seluruh jaringan distribusi,” pungkas Sally.
Untuk itu, Kopi Kenangan selalu mengkomunikasikan komitmen halal produknya melalui berbagai saluran, mulai dari sertifikasi halal yang dimiliki oleh setiap outlet dan komunikasi kepada customers oleh barista kami.
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 2/Februari/2025 yang dapat diakses disini:
https://ihatecpublisher.com/majalah/halal-review-edisi-02-februari-2025/