Di Terraverse 2025, Menkeu Purbaya Ungkap 3 Insight Diaspora untuk Ekonomi RI
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa diaspora Indonesia memiliki potensi besar sebagai sumber modal, pengetahuan, dan jejaring global. Namun kontribusi tersebut selama ini belum optimal karena berbagai hambatan investasi, mulai dari regulasi berbelit, proses perizinan lambat, hingga kepastian hukum yang dinilai masih kurang kuat. Menurut Purbaya, percepatan kontribusi diaspora menjadi bagian dari strategi memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi.
“Evaluasi terhadap dua dekade terakhir menunjukkan bahwa sektor swasta belum bergerak optimal, sehingga perekonomian kerap bergantung pada belanja pemerintah,” ujar Purbaya dalam forum Terraverse 2025 yang digelar secara hibrida di Jakarta Pusat, Sabtu (6/12/2025). Untuk diketahui, Terraverse merupakan forum yang mempertemukan kalangan muda untuk membahas kolaborasi ekonomi, teknologi, dan kebijakan strategis bagi Indonesia.
Terraverse sendiri digagas BlackQoral, platform analisis di ranah digital yang menargetkan generasi Z dan milenial dengan fokus pada isu ekonomi, geopolitik, inovasi teknologi, dan dinamika sosial. Sedikitnya, puluhan anggota Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) dari Sembilan negara mengikuti Terraverse 2025 secara hibrida. Purbaya melanjutkan, dalam dua dekade terakhir, pembangunan infrastruktur berlangsung masif, tetapi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bertahan di angka 5,12 persen. Pada waktu sama, ruang gerak sektor swasta belum sepenuhnya pulih sehingga kontribusi diaspora dan investor global menjadi semakin penting untuk menopang pertumbuhan. Dalam forum tersebut, Purbaya memaparkan tiga insight krusial dari komunitas diaspora bagi stabilitas ekonomi Indonesia pada 2025.
Pertama, remitansi tidak hanya menjadi cara pengiriman uang, tetapi juga berfungsi sebagai sabuk pengaman ekonomi akar rumput yang menjaga daya tahan konsumsi masyarakat. Kedua, diaspora berperan sebagai radar dini terhadap risiko global dan transformasi teknologi. “Mereka berada di pusat ekonomi dan inovasi dunia, sehingga bisa melihat lebih cepat dan memberi perspektif penting bagi arah kebijakan kita,” kata Purbaya. Ketiga, diaspora juga menjadi duta kepercayaan yang memperkuat citra Indonesia di mata investor dunia melalui jejaring profesional dan reputasi yang mereka bangun di berbagai negara.
Upaya percepatan
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah menyiapkan tiga langkah percepatan investasi.
“Salah satunya, memperbaiki iklim investasi agar lebih kondusif dan dapat diprediksi. Selain itu, pemerintah ingin menyederhanakan regulasi, memperkuat kepastian hukum, dan meningkatkan kualitas layanan agar proses investasi menjadi lebih mudah,” terang Purbaya. Selain itu, lanjut dia, pemerintah memperkuat mekanisme penyelesaian hambatan melalui sidang lintas-kementerian. Purbaya mengatakan ia akan memimpin langsung forum tersebut untuk memastikan setiap keluhan dan kendala investasi, utamanya yang dihadapi diaspora agar dapat diselesaikan secara cepat. Langkah selanjutnya, imbuh dia, pemerintah mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.
“Ketika ekonomi bergerak lebih cepat, return investasi akan menjadi lebih menarik sehingga menarik minat diaspora untuk berkontribusi lebih besar, baik sebagai investor, wirausahawan, mentor teknologi, maupun mitra riset,” terangnya.
Platform analisis untuk generasi muda
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu BlackQoral resmi memperkenalkan arah penguatan baru sebagai platform analisis yang menargetkan generasi Z dan milenial, dengan fokus pada isu ekonomi, geopolitik, inovasi teknologi, serta dinamika sosial. Langkah tersebut sejalan dengan percepatan transformasi digital nasional serta peningkatan kebutuhan publik muda terhadap informasi yang terkurasi, berbasis data, dan berdampak langsung pada masa depan mereka. Penguatan tersebut muncul di tengah tumbuhnya minat generasi muda pada topik strategis, mulai dari stabilitas ekonomi, ketahanan energi, dinamika kawasan, hingga perubahan struktur industri global. Chief Executive Officer (CEO) BlackQoral Ramadhan Dwi Al Qorni mengatakan, generasi muda kini semakin kritis terhadap isu-isu strategis. “Isu seperti pertumbuhan ekonomi, geopolitik kawasan, dan inovasi teknologi tidak lagi menjadi perbincangan elite saja. Generasi muda ingin memahami datanya, arah kebijakannya, dan dampaknya bagi masa depan mereka. BlackQoral hadir untuk menjawab kebutuhan itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, konteks dan analisis kini menjadi kebutuhan utama bagi audiens muda yang ingin memahami arah kebijakan dan tren global yang memengaruhi Indonesia. Dalam proses transformasinya, BlackQoral mendapatkan dukungan penguatan kapasitas dari AMAN Group Indonesia. Dukungan tersebut meliputi modernisasi struktur internal, peningkatan kapabilitas riset, optimalisasi proses digital, hingga perluasan jejaring lintas sektor. Sementara itu, Chief Commissioner AMAN Group Indonesia, James Karnadi, menambahkan, penguatan kapasitas tersebut bertujuan memastikan BlackQoral dapat berkembang secara berkelanjutan di tengah persaingan industri media digital. “BlackQoral memiliki potensi besar untuk menjadi referensi analisis bagi publik muda yang ingin memahami dinamika nasional dan global. Kami mendukung dari sisi struktur dan kapabilitas tanpa mengubah independensi editorial,” jelasnya.