Bermodal Halal, Incar Posisi Top of Mind
Manfaatkan sertifikasi halal untuk kepastian kenyamanan konsumen sudah dilakukan sejak restoran menu khas Thailand ini mulai berdiri pada 2006 silam. Targetnya jelas, ingin menjadi pionir dan dikenal dengan baik oleh konsumen.
HalalReview.co.id –
Sekarang ini banyak muncul restoran yang mengusung menu khas dari negara luar. Tentunya akan menambah banyak pilihan konsumen dalam menikmati sajian menu restoran. Salah satu restoran yang menyajikan menu khas dari negara luar dengan cita rasa yang cocok dengan lidah orang Indonesia adalah Raa Cha Suki & BBQ. Restoran yang menyajikan menu khas Thailand ini mengusung konsep pengunjung bisa memilih bebas aneka menu makanan yang tersaji.
Sejak awal kemunculannya, restoran yang berada di bawah naungan perusahaan grup restoran, PT Champ Resto Indonesia, Tbk ini langsung mendapatkan atensi dan minat yang tinggi dari konsumen. Selain karena mengusung menu yang belum pernah ada, kekuatan utama dari restoran ini adalah kepastian hukum yakni kehalalan produknya sejak pertama beroperasi.
Disampaikan oleh Susilo, Brand Unit Head Raa Cha, komitmen yang tinggi akan kenyamanan konsumen terhadap setiap menu atau bahan makanan yang tersedia di Raa Cha menjadi dorongan utama bagi perusahaan mendaftarkan proses sertifikasi halal.
“Yang kami lakukan terhadap sertifikasi halal Raa Cha mencakup mulai dari fasilitas restoran, fasilitas central kitchen dan gudang, menu yang dijual sampai penggunaan bahan baku,” terang Susilo kepada Halal Review.
Seperti diketahui, biasanya banyak restoran mengajukan proses sertifikasi halal bagi usahanya yakni setelah berjalan atau di tengah perjalanan usaha. Tapi yang dilakukan Raa Cha berbeda, pertama Raa Cha muncul pada tahun 2006 di Bandung sudah mengantongi sertifikat halal yang didapatkan dari LPPOM MUI Jawa Barat.
“Kami dapat (sertifikasi halal) dari LPPOM MUI Jawa Barat karena outlet pertama kami buka di Bandung,” sebutnya.
Komitmen tersebut dilakukan karena Susilo melihat harus ada diferensiasi yang kuat dari restoran Raa Cha. Terlebih dengan membawa menu serta nuansa yang kental dengan restoran ala Thailand, Raa Cha meyakini mesti ada kepastian rasa aman, nyaman, dan kepercayaan dari konsumen.
“Apalagi sekarang secara fakta pasar halal sendiri memiliki potensi yang sangat besar di lingkup bisnis restoran,” kata Susilo lagi.
Dia pun menambahkan berdasarkan data dari Kementerian Agama bahwa 87,2% penduduk Indonesia beragama Islam. Maka dengan menjangkau pasar halal, Raa Cha tidak saja hanya menjangkau pasar muslim, namun juga dapat meraih hampir seluruh penduduk Indonesia.
“Bagi kami, kebutuhan akan makanan halal kini bukan hanya soal kepercayaan, tapi sudah menjadi gaya hidup yang meliputi kebersihan, kenyamanan, serta keamanan konsumsi. Harus diakui, konsumen sekarang semakin selektif dan percaya pada restoran yang telah memiliki sertifikasi halal resmi,” urainya lebar.
Halal Sudah Menjadi Fundamental Bisnis
Melihat situasi saat ini, restoran yang mengedepankan konsep halal memang memiliki peluang besar untuk memperluas pasar dan memperkuat brand image. Ditambah dengan adanya dukungan regulasi dari pemerintah serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap halal, membuat Raa Cha optimis jika halal tidak hanya sebagai peluang strategis, tapi juga mendatangkan nilai ekonomi yang besar bagi pelaku usaha.
Itulah mengapa Raa Cha memperhatikan betul soal halal yang bahkan sudah dilakukan dari sebelum usaha resmi berjalan. “Jujur saja dengan sertifikasi halal, usaha kami tumbuh sesuai harapan dan terus disukai pasar hingga kini,” imbuh Susilo.
Adapun yang menjadi harapan terbesar dari Raa Cha, seperti disebut oleh Susilo dengan istilah Top of Mind bagi restorannya. Artinya, jika ingin makanan Suki dan BBQ yang dijamin halal dan pasti enak, nama Raa Cha selalu ada di benak teratas konsumen.
“Istilahnya, Raa Cha jadi pilihan utama konsumen dalam mencari restoran Suki dan BBQ yang terpercaya,” tegas Susilo.
Dan itu semua terbukti. Dari 109 outlet yang tersebar di seluruh kota besar di Indonesia seperti di Jabodetabek, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Bali, Pontianak, hingga Pekanbaru, outlet Raa Cha selalu ramai dikunjungi konsumen mulai dari anak-anak hingga dewasa, tua dan muda, wanita dan pria, sampai keluarga.
Raa Cha memandang halal sebagai bagian penting dan fundamental dalam menjalankan bisnisnya. Halal tidak hanya dilakukan sebagai pemenuhan atas kewajiban regulasi, lebih dari itu juga sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen terhadap kepercayaan konsumen.
“Raa Cha memastikan bahwa seluruh proses operasional, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga penyajian di outlet selalu mematuhi standar halal yang berlaku,” terang Susilo panjang.
Halal juga memegang peranan penting bagi keberlangsungan usaha Raa Cha yang menuntut perusahaan untuk senantiasa memberikan produk yang pasti aman dan terjamin kualitasnya.
Lebih jauh, Susilo meyakinkan konsumen bahwa dengan sertifikasi halal menandakan bahwa produk Raa Cha dapat dinikmati oleh seluruh segmen konsumen di Indonesia dan membangun kepercayaan konsumen yang pada akhirnya memperkuat citra Raa Cha.
Keseriusan dan kesungguhan Raa Cha Suki & BBQ dalam membangun kepedulian halal yakni dengan melakukan pelatihan rutin, sosialisasi kebijakan halal, dan pembinaan langsung dengan operasional harian.
Di Raa Cha, karyawan secara rutin, yakni tiap bulan diberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya menjaga kehalalan produk dan proses sehingga tercipta budaya kerja yang sejalan dengan prinsip halal. Prinsip halal tidak hanya diterapkan di operasional outlet, tetapi juga di seluruh lini bisnis mulai dari produksi, rantai pasok, hingga tim support di back office.
Termasuk yang paling krusial kata Susilo adalah di bahan baku produk Raa Cha. Ia menyebutkan bahwa perusahaan selalu menjaga dan menjalankan sistem jaminan produk halal di seluruh rantai proses mulai dari pemilihan bahan baku yang harus dipastikan sudah tersertifikasi halal hingga proses operasional di outlet.
Tidak berhenti di situ, Susilo juga memaparkan jika perusahaan kerap melakukan kontrol yang berkesinambungan di seluruh titik proses. Ia mencontohkan, seluruh bahan baku yang digunakan harus lolos pengontrolan melalui System Approved Supplier List (ASL).
“Bagaimanapun, halal telah menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha kami. Kami yakin sertifikasi halal akan memperkuat citra merek dan loyalitas konsumen. Kami juga selalu berkomitmen untuk menyajikan produk yang terpercaya dan aman bagi konsumen serta menjadi nilai jual dalam menjangkau seluruh segmen pasar di Indonesia,” pungkas Susilo.
Artikel ini dipublikasikan dalam Majalah Halal Review Edisi 4/Mei-Juni/2025 yang dapat diakses melalui tautan berikut:https://ihatecpublisher.com/majalah/edisi04-meijuni-2025/