Bagi Pixy, Halal Adalah Fundamental
Syauqi Ahmad | Januari 2026
Termasuk pemain lama di pasar Lady’s Cosmetic, Pixy sukses melayani pasar kosmetik melalui produk-produk halal. Kuncinya adalah adanya dukungan penuh dari Top Manajemen untuk menjamin kehalalan produk.
Sekitar tahun 80-an di saat tren produk kecantikan di Indonesia mulai tumbuh, ada satu brand yang mulai menarik perhatian pasar Indonesia dengan produk dekoratifnya berjenis pemulas bibir atau lipstik yaitu Pixy. Kala itu seperti yang disampaikan Lumongga Pohan, Manager Product Development-Lady’s Cosmetic PT Mandom Indonesia Tbk, kehadiran Pixy di Indonesia sangat tepat mengingat tingginya potensi pasar.
“Yang kita lihat saat itu konsumen di Indonesia itu sangat potensial untuk Pixy khususnya di kategori Lady’s Cosmetic,” ujarnya kepada Halal Review.
Dalam perjalanan waktu setelah itu, tepatnya di tahun 1991 Pixy kembali menghadirkan sejumlah produk kecantikan untuk wanita (Lady’s cosmetic) yang tidak hanya berupa produk make-up saja tapi juga merambah ke kategori skincare. Walhasil salah satu produk “lejennya” Pixy yang sampai sekarang masih eksis di pasaran adalah Pixy Perfect Fit Two Way Cake.
Lahir dari rahim PT Mandom Indonesia Tbk, kiprah Pixy di pasar kosmetik Indonesia memang terlihat nyata dan berhasil. Bagaimana tidak? Tantangan besar harus dihadapi Pixy untuk masuk ke pasar Indonesia utamanya dari sisi komunikasi yang masih serba terbatas. Lumongga sedikit mengisahkan effort perusahaan untuk memperkenalkan brand ini ke seluruh wilayah Indonesia hanya dengan media campaign yang terbatas atau belum semeriah sekarang.
Namun periode-periode penuh upaya tersebut bisa dilewati dengan baik, apalagi didukung dengan fakta jika waktu itu sejatinya belum banyak pemain atau brand lain, baik asing maupun lokal, yang juga bermain di kategori yang sama dengan Pixy. “Seingat saya ada beberapa merk internasional, seperti Revlon dan Maybelline,” sebut Lumongga.
Totalitas untuk Halal
Terkait dengan pengembangan produk halal, Liandhajani, Ketua Tim Manajemen Halal sekaligus Direktur QC, Formula Application & Regulatory PT. Mandom Indonesia Tbk menjelaskan bahwa perusahaan sangat memperhatikan dalam mengurusi persoalan halal di produk-produk Pixy.
Ia mengatakan dukungan penuh diberikan Top Manajemen terkait hal ini sehingga tim manajemen halal bisa bergerak dengan baik untuk menjamin kehalalan produk yang dilepas ke pasar. “Intinya adalah kami dapat support penuh dari manajemen sehingga tim manajemen halal bisa bergerak dengan baik serta konsisten,” kata Liandhajani.
Kisah perjalanan halal produk-produk Pixy sendiri dimulai pada tahun 2016 ketika perusahaan mendapatkan sertifikat Halal dari MUI. Namun sebelumnya, Pixy sendiri berani memastikan jika baik produk maupun bahan baku material pendukung yang digunakan tergolong aman.
“Ketika mulai sertifikat halal, maka semua produk di bawah Pixy kita daftarkan halal juga sejak tahun 2016. Meskipun kita sudah aman dari dulu untuk bahan bakunya tapi untuk Sertifikasi Halal nya kita lakukan bertahap dan kita pastikan lagi material dan prosesnya di 2016,” timpal Susilowati, Manager Product Regulatory Affair PT. Mandom Indonesia Tbk.
Langkah Pixy terbilang tepat ketika memutuskan untuk mendapatkan sertifikasi halal. Karena hal itu bagaimanapun sangat erat hubungannya dengan kesadaran konsumen juga terhadap industri halal yang semakin populer.
“Sebagai pemegang brand tentu kami berusaha untuk mendekatkan diri kepada konsumen. Apa yang menjadi concern mereka dalam melakukan pembelian. Jadi saat itu sudah ada kecenderungan dari konsumen untuk memilih produk yang halal sehingga muncul pertanyaan-pertanyaan apakah produk Pixy halal tidak sehingga menjadi perhatian kami untuk mendapatkan sertifikasi halal,” Liandhajani menjelaskan.
Apalagi dari segi produk, saat ini halal sudah menjadi hal yang fundamental dan basic sehingga harus menjadi persyaratan setiap produk yang dikembangkan Pixy. Nina Septiana, Penyelia Halal sekaligus Ast. Manager Quality Assurance PT. Mandom Indonesia Tbk menambahkan bahwa setiap prosesnya mengacu pada persyaratan halal yang telah ditetapkan oleh BPOM dan sejalan dengan BPJPH.
Nina melanjutkan perusahaan benar-benar menaruh perhatian yang besar terhadap regulasi halal dengan melakukan sejumlah penyesuaian seperti misalnya pemisahan bahan material yang belum ditelaah kehalalannya dengan yang sudah tersertifikasi.
“Sebagai bentuk komitmen perusahaan, kami sampai memisahkan bagian yang belum disertifikasi halal dengan yang sudah. Dan memang harus sedetail itu,” pungkas Nina.
Saat ini Mandom sendiri memiliki satu pabrik yang di dalamnya ada beberapa area produksi yang terpisah sesuai kebutuhannya dan juga ada beberapa manufaktur yang makloon.
Hebatnya lagi, manufaktur-manufaktur tersebut juga diberikan pelatihan terkait halal dan mendapatkan sertifikasi dari MUI. Termasuk adanya pengawasan terkait pelaksanaan SJPH di sana.
Sampai saat ini Pixy mengaku cukup nyaman dan senang dengan penerapan aspek halal di perusahaan karena senantiasa mendapatkan dukungan serta bantuan dari MUI dan BPJPH.
Dengan produk yang tersertifikasi halal, Pixy menjadikan hal tersebut sebagai bagian dari strategi pemasaran melalui memasang logo halal di tiap-tiap produk yang dikeluarkan termasuk menggunakan model berhijab sebagai representatif perusahaan jika produk yang digunakan dipastikan halal.
“Hasilnya, sampai sekarang hampir semua produk Pixy laku di pasaran walaupun sudah berpuluh-puluh tahun,” pungkas Lumongga.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 02/Februari/2024