Adrian Maulana : Utamakan Halal dalam Setiap Pilihan
Anidah | 2 Februari 2026
Halal bagi Adrian Maulana tidak hanya ketaatan dalam beragama, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan fisik. Kepercayaan ini yang dia terapkan dalam pola hidup sehat dan berbisnis.
Tren halal telah mewarnai secara global. Tak hanya soal makanan dan minuman, halal juga telah merambah pada aspek lain yang lebih luas, seperti keuangan syariah. Adrian Maulana yang dikenal sebagai aktor tanah air, kini menjadi salah satu pemengaruh halal di media sosial, khususnya dalam hal gaya hidup sehat dan keuangan syariah. Adrian mengungkapkan tren halal saat ini bukan hanya tumbuh pesat, tetapi juga semakin menjadi bagian dari gaya hidup global, terutama setelah pandemi.
Baginya, halal tak lagi soal makanan, namun merupakan cerminan dari integritas, transparansi, dan keberlanjutan. “Di Indonesia, tren ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai syariah, termasuk dalam investasi dan gaya hidup sehat. Sebagai seorang yang aktif di dunia keuangan, investasi dan gaya hidup sehat, saya melihat tren ini sangat positif dan akan terus berkembang,” ujarnya.
Tak salah memang, pertumbuhan tren halal didukung oleh pertumbuhan populasi muslim dunia yang menciptakan kebutuhan produk yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Kebutuhan pasar halal yang tumbuh pesat juga mengakomodir permintaan konsumen nonmuslim yang mencari value tambahan dari aspek higienis. Terbukti dalam 10 tahun terakhir DinarStandard mencatat belanja konsumen halal meningkat dengan pesat dari US$1,62 triliun (2012) menjadi US$2,29 triliun (2022) di tingkat global.
Selain sektor makanan, pasar halal global telah merambah juga ke sektor farmasi, kosmetik, mode, perjalanan, dan media/rekreasi. Pasar produk halal secara global bernilai tak kurang dari US$ 2,29 triliun pada 2023, di luar sektor keuangan, Nilai tersebut bahkan diproyeksikan akan terus meningkat.
Umat Islam di seluruh dunia memiliki keyakinan yang sama tentang halal-haram, terlepas dari asal etnis dan negaranya. Islam secara tegas dan jelas mengatur halal-haramnya produk yang akan dikonsumsi. Ketaatan pada persyaratan halal-haram tersebut juga ternyata membawa dampak positif untuk kesehatan.
“Iya, bagi saya halal adalah syarat utama. Saya percaya bahwa makanan yang halal dan thayyib bukan hanya memberikan berkah, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan fisik dan spiritual. Prinsip ini juga saya terapkan dalam pola hidup sehat yang saya jalani dan terkadang saya bagikan di media sosial,” ungkap aktor yang juga pernah menjadi anchor TV nasional.
Semangat Menumbuhkan Halal Awareness
Lulusan Teknik Mesin, Universitas Trisakti ini memiliki beberapa lini bisnis yang sudah digelutinya sejak 2020. Bisnis kemitraan produk kesehatan yang dijalankannya bersama sang istri dengan mengedepankan aspek halal. Adrian tak ingin sembarangan, dirinya sangat selektif dalam menjalin kemitraan tersebut. Utamanya dengan hanya menggaet produk yang telah memiliki sertifikat halal, di samping memastikan mitra bisnisnya juga memiliki komitmen yang sama terhadap halal.
“Karena ini adalah produk dari pihak lain yang kami kenal sangat baik memiliki profesionalisme, integritas, dan komitmen tinggi. Oleh karena itu kami tidak khawatir dalam menjaga kehalalan produk. Kami selalu memastikan bahwa mitra kerja, bahan, dan proses produksi mengikuti prinsip halal,” tandasnya.
Kini bisnis kemitraan tersebut berkembang dengan mengemban misi edukasi. “Di tahun 2025 saya mendirikan PT Inspirasi Sehat Indonesia, perusahaan yang memiliki misi mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai kesehatan fisik, mental, finansial, dan lingkungan. Ke depannya kami (saya dan istri), siap kolaborasi dengan perusahaan maupun brand partner yang memiliki semangat sama,” ujarnya.
Semangat membangun halal awereness dalam core bisnis kesehatan yang digelutinya, Adrian kerap mengangkat pesan hidup sehat yang sesuai dengan Islam. “Bahkan dalam konten edukasi pun, kami menyampaikan pesan-pesan yang mengedukasi masyarakat agar hidup sehat secara holistik sesuai prinsip Islam,” ungkapnya.
Utamakan Halal
Kesadaran tentang halal telah berkontribusi dalam peningkatan kepedulian masyarakat dalam memilih produk yang akan dikonsumsi. Peningkatan kesadaran halal terutama meningkat signifikan di kalangan generasi muda. Generasi muda yang dinilai lebih adaptif pada teknologi, dapat dengan mudah mengakses informasi seputar edukasi halal dan status kehalalan produk.
Adrian yang juga memegang beberapa sertifikasi dan lisensi dalam industri investasi, mengungkapkan pentingnya pelaku usaha untuk mengintegrasikan halal sehingga dapat merebut pasar halal di kalangan generasi muda.
“Mereka lebih kritis dalam memilih produk dan terbiasa mencari informasi terlebih dahulu, termasuk soal kehalalan. Ini menjadi peluang besar sekaligus tanggung jawab bagi para pelaku usaha untuk memenuhi ekspektasi ini dengan transparansi dan sertifikasi yang jelas,” tambahnya.
Adrian juga mengungkapkan peranan label/logo halal dalam membantu keputusan pembelian konsumen, sekaligus bentuk transparansi. “Label halal adalah bentuk kejelasan dan komitmen. Dalam dunia yang serba cepat dan informasi yang begitu masif, konsumen butuh kepastian. Label halal membantu proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan yakin. Apalagi, sebagai seorang Certified Financial Planner dan figur publik, saya percaya pentingnya kejelasan dalam segala hal, termasuk dalam konsumsi,” tegasnya lagi.
Dirinya pun lebih mengutamakan produk atau jasa yang telah berlabel halal, termasuk dalam memilih restoran. Selain demi kenyamanan dan keamanan dari hal yang diharamkan, juga label halal juga menggambarkan komitmen pelaku usaha. “Saya menghargai setiap usaha kuliner, namun bagi saya pribadi dan banyak masyarakat muslim, label halal memberikan rasa aman dan nyaman. Restoran yang belum memiliki sertifikasi sebaiknya mengupayakan prosesnya, apalagi jika mayoritas konsumennya adalah Muslim. Ini bukan hanya soal kepatuhan syariat, tetapi juga bentuk profesionalisme dan tanggung jawab moral,” pungkasnya.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 04/Mei-Juni/2025