Survei Top Halal Index 2024
Sikap dan Persepsi Konsumen Milenial Indonesia terhadap Produk Halal
Audia Ari | 3 Maret 2026
HalalReview.co.id – Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, kehalalan produk telah menjadi salah satu aspek penting yang semakin diperhatikan oleh konsumen di seluruh dunia, terutama di negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim seperti Indonesia. Saat ini label halal juga telah menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian konsumen.
Tak hanya untuk memenuhi ketentuan dalam agama, namun halal juga bertransformasi menjadi gaya hidup sehari-hari (halal lifestyle). Konsumen yang memilih produk halal tidak hanya mencari kepastian bahwa produk tersebut bebas dari bahan-bahan tidak halal dan najis saja, tetapi juga mengharapkan standar kebersihan dan kualitas yang tinggi. Dalam hal ini, label halal juga menjadi salah satu tanda kepercayaan konsumen akan kualitas produk. Pasalnya produk yang halal dipastikan terbebas dari unsur-unsur haram dan najis sehingga terjamin kebersihan dan kualitasnya.
Namun, pertanyaannya adalah sejauh mana kehalalan produk benar-benar memengaruhi keputusan pembelian konsumen? Untuk menjawab pertanyaan ini, penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi sikap konsumen terhadap kehalalan. IHATEC Marketing Research telah melakukan survei Top Halal Index 2024 kepada 1.700 responden yang tersebar di 6 kota besar di Indonesia (Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Balikpapan) dengan tema “Sikap dan Persepsi Konsumen Milenial Indonesia terhadap Produk Halal”. Survei ini diselenggarakan pada Juni 2024 secara face-to-face interview. Responden yang dipilih adalah mereka yang berusia 20 hingga 39 tahun, yang terdiri dari 87% responden muslim dan 13% responden nonmuslim.
Profil Demografi Responden

Survei dilakukan kepada 1.700 responden yang terdiri atas responden wanita mencapai 55% dan pria mencapai 45% dengan rentang usia terbesar berada pada kelompok 20-25 tahun (30,2%), diikuti oleh kelompok usia 26-30 tahun (24,2%), 31-35 tahun (23,8%), dan 36-39 tahun (21,8%). Sebesar 35% responden bekerja sebagai pegawai staf; 29,3% ibu rumah tangga; dan 8,7% mahasiswa. Selain itu, ada 6,5% yang bekerja sebagai pegawai menengah atau supervisor dan 3,6% di antaranya merupakan profesional, seperti dokter, guru, atau konsultan.
Dari segi Socio-Economic Status (SES), responden dengan pengeluaran bulanan sebesar Rp 3.500.001 hingga Rp 5.000.000 mendominasi dengan persentase sebesar 39,7%; diikuti oleh kelompok pengeluaran Rp 2.500.001 hingga Rp 3.500.000 (25,2%); dan Rp 5.000.001 hingga Rp 10.000.000 (15,2%).
Halal Jadi Faktor Terpenting dalam Pertimbangan Pembelian

Dari hasil survei yang dilakukan oleh IHATEC Marketing Research mengenai faktor utama konsumen dalam memilih produk makanan & minuman, restoran/cafe, dan kosmetik, diperoleh hasil bahwa kehalalan produk menjadi faktor terpenting bagi konsumen dalam kategori makanan dan minuman (41,3%) serta restoran/café (32,4%). Di sisi lain, aspek rasa dan harga juga diperhatikan, meski persentasenya lebih kecil. Sementara itu, pada kategori kosmetik, faktor kualitas produk justru menjadi faktor pertimbangan terbesar (28,8%). Namun, pentingnya kehalalan pada produk kosmetik juga tidak bisa diabaikan, halal menjadi faktor terbesar kedua dengan 17,4% konsumen menyatakan bahwa kehalalan kosmetik turut memengaruhi keputusan mereka. Data ini menunjukkan adanya perbedaan pertimbangan konsumen antar kategori produk, di mana halal lebih dominan dalam makanan dan restoran, sedangkan di kosmetik, kualitas memiliki peran lebih besar.
Sikap Konsumen dalam Memilih Produk Makanan/Minuman yang Belum Berlabel Halal

Survei ini juga menanyakan sikap konsumen jika produk makanan atau minuman yang akan mereka beli ternyata belum memiliki label halal. Sebanyak 32,2% responden menyatakan bahwa mereka akan beralih ke produk makanan atau minuman lain yang sudah berlabel halal. Selain itu, 17,8% responden menyatakan mereka akan memverifikasi kehalalan produk terlebih dahulu. Sementara 14,6% responden menyatakan akan tetap membeli produk makanan atau minuman yang belum berlabel halal.
Tingkat Kesetujuan Konsumen terhadap Produk yang Berlabel Halal

Lebih lanjut dalam survei ini juga menanyakan terkait tingkat kesetujuan konsumen terhadap pernyataan terkait produk halal. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas responden setuju dan sangat setuju dengan pernyataan bahwa produk halal sudah pasti mengandung kebaikan (95,3%); diikuti oleh pernyataan bahwa produk halal sudah pasti higienis (94,2%); dan pernyataan bahwa produk halal sudah pasti sehat (93,4%). Dari hasil survei ini juga menunjukkan terkait keyakinan konsumen bahwa produk halal juga menandai indikator penting dalam penilaian kualitas produk.
Dua dari Tiga Responden Rela Bayar Produk Halal Lebih Mahal

Selanjutnya, survei ini mengungkapkan bahwa 2 dari 3 responden menyatakan bersedia membayar lebih untuk produk yang bersertifikat halal dibandingkan dengan produk serupa yang tidak memiliki label halal. Hal ini menunjukkan bahwa label halal memberikan nilai tambah (added value) pada suatu produk. Kesediaan konsumen untuk membayar lebih ini mencerminkan betapa pentingnya label halal dalam menentukan keputusan pembelian.
Tingkat Kepentingan Label Halal

Lebih lanjut, hasil survei juga memperlihatkan bahwa dari 4 kategori produk (Makanan & Minuman, Personal Care & Home Care, Beauty Product & Skin Care, dan Restoran), kategori Makanan & Minuman dianggap penting dan sangat penting dicantumkan label halal dengan persentase 94,4%. Kemudian, di urutan kedua adalah kategori Restoran dengan persentase 93,7%. Sedang Personal Care & Home Care di urutan ketiga dengan persentase mencapai 91,9%. Sementara Beauty Product & Skin Care mencatat 87,2%. Hasil ini memberikan insight tentang prioritas konsumen terkait label halal di berbagai kategori produk, menyoroti betapa pentingnya kehalalan dalam keputusan pembelian mereka, terutama dalam kategori makanan dan minuman.
Hasil Survei Top Halal Index 2024 memberikan wawasan mendalam tentang sikap dan persepsi konsumen milenial Indonesia terhadap produk halal. Dalam era yang semakin mengedepankan nilai-nilai keagamaan dan kualitas, jelas terlihat bahwa label halal juga menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan status higiene produk. Hasil survei ini tidak hanya menyoroti pentingnya label halal bagi konsumen, tetapi juga memberikan insight penting bagi produsen dalam menyusun strategi yang lebih efektif. Memahami preferensi konsumen memungkinkan pelaku industri untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan lebih baik dan memperkuat posisi mereka di pasar yang semakin kompetitif.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 09/September/2024
Artikel ini juga dapat dinikmati dalam format majalah. Akses edisi lengkapnya di sini:
https://ihatecpublisher.com/majalah/halal-review-magazine-edisi-09-september-2024/