Aktif Kampanyekan Gaya Hidup Halal Lewat Media Sosial
Syauqi Ahmad | Januari 2026
Lewat akun Instagramnya, Rika Ekawati atau lebih populer disapa Teh Rika banyak mengedukasi netizen dengan konten-kontennya seputar dunia halal. Tujuannya, agar masyarakat tahu dan semakin sadar pentingnya memahami titik-titik kritis halal.
Menelusuri unggahan akun Instagram @rikaekawati seakan netizen sedang disuguhkan visualisasi tulisan yang menyenangkan dan seru. Ada rasa sayang untuk melewatkan bagian-bagian menarik dari setiap slide yang diunggah oleh Rika Ekawati.
Setiap hal yang dibahas dalam akunnya banyak memuat ilmu dan informasi yang sesungguhnya dibutuhkan oleh masyarakat luas. Hal itu sejalan dengan profesi yang saat dilakoni oleh Rika sebagai influencer halal.
Dalam wawancaranya dengan Halal Review, sebagai seorang influencer halal, Rika memang berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai halal awareness. Mengampanyekan gaya hidup halal sebagai bagian dari keseharian dan menyediakan informasi yang edukatif dan inspiratif kepada follower-nya.
“Melalui platform media sosial, saya berbagi panduan tentang produk-produk halal, berbagi informasi mengenai #titikkritishalal mulai dari makanan, kosmetik, hingga obat-obatan, membantu follower saya membuat pilihan yang sesuai dengan prinsip-prinsip sesuai syariat. Selain itu, saya juga sering melakukan review produk halal untuk memberikan wawasan lebih mendalam kepada audiens mengenai kualitas, keamanan, dan kehalalan produk yang mereka gunakan,” urainya lebar.
Rika juga giat mengedukasi follower tentang gaya hijab syar’i, menjadikannya sebagai bagian dari keseharian. Selain itu, ia juga kerap berbagi tentang halal travel, termasuk rekomendasi destinasi yang ramah muslim dan tips ibadah selama perjalanan.
“Sekedar berbagi pengalaman, beberapa tahun lalu saya bekerja sama dengan Singapore Tourism Board dan Discovery Hongkong untuk campaign halal tourism di negara-negara tersebut. Tidak hanya itu, saya turut mendukung keuangan syariah dengan mengedukasi audiens tentang produk-produk keuangan yang sesuai dengan prinsip Islam, seperti sukuk dan SBN syari’ah dalam campaign #AkuInvestorSaham,” imbuhnya.
Aktivitas Rika di dunia halal memang cukup gencar. Dirinya merasa ada kewajiban dan penting untuk mendorong gaya hidup halal secara holistik, yang meliputi kesehatan, etika, dan sustainability. Tidak berhenti di situ, dia juga mendorong awareness tentang produk yang ramah lingkungan, serta pentingnya menjaga pola hidup sehat. Melalui berbagai konten yang dibagikan, Rika berharap dapat membantu komunitas muslim (terutama) menjalani gaya hidup yang lebih baik dan tetap sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam.
Wajib Tahu Halal
Tren halal saat ini, menurut Rika menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, terutama di kalangan konsumen global yang semakin peduli pada kualitas, keamanan, dan etika produk yang dikonsumsi termasuk di Indonesia sendiri. Fenomena ini mencakup tidak hanya makanan, tetapi juga berbagai sektor lain, seperti kosmetik, fashion, pariwisata, hingga layanan keuangan.
Rika merinci beberapa tren utama yang muncul adalah seperti adanya ekspansi produk halal non-makanan. Ia mencontohkan tren halal sudah meluas dari industri makanan ke sektor lain, seperti kosmetik dan fashion. Permintaan produk kosmetik halal dan fashion yang sesuai syariah terus meningkat, terutama di kalangan muslim milenial dan Gen Z yang ingin mengintegrasikan prinsip-prinsip agama dengan gaya hidup modern.
Kemudian pariwisata halal yang mencakup hotel halal certified, mushola di tempat wisata, dan referensi kuliner halal. Kemudian keuangan dan investasi syariah. Katanya, layanan keuangan halal seperti bank syariah, asuransi takaful, dan reksa dana syariah semakin diminati.
“Selebihnya ada kesadaran konsumen terhadap keamanan dan etika produk, teknologi dan inovasi, kemudian standarisasi dan sertifikasi halal global serta saat ini semakin banyak penelitian-penelitian yang dilakukan membahas isu halal.
“Dengan makin besarnya pasar halal, tren ini diharapkan terus berkembang seiring dengan semakin banyaknya konsumen yang mengutamakan produk-produk halal untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup modern yang tetap sesuai dengan prinsip syari’at islam,” imbuhnya.
Lebih jauh, Rika juga melihat jika saat ini awareness masyarakat terhadap produk halal semakin tinggi, baik di kalangan konsumen muslim maupun non-muslim. Dalam pandangannya ada beberapa faktor yang mendorong kesadaran ini antara lain semakin tumbuhnya kesadaran dalam beragama. Lalu kesehatan dan keamanan produk, etika dan kepedulian sosial, globalisasi dan kemudahan akses informasi, juga tingginya pengaruh gaya hidup halal di generasi muda.
“Dan faktor yang paling penting adalah adanya dukungan pemerintah dan institusi sertifikasi. Adanya jaminan dari lembaga-lembaga ini membuat konsumen merasa lebih yakin dalam memilih produk yang bersertifikasi halal,” imbuh Rika lagi.
Dengan semua fakta di atas, menurut Rika sudah seharusnya halal menjadi bagian dari gaya hidup (life style) yang meluas di banyak kalangan, khususnya di komunitas muslim, dan bahkan menarik perhatian konsumen non-muslim.
“Utamanya saya melihat harus ada pengaruh media sosial dan komunitas halal yang memiliki peran besar dalam mempromosikan gaya hidup halal serta pendidikan halal dan kesadaran dalam beragama,” sambungnya.
Concern Rika soal halal memang totalitas. Bagaimana dengan kapasitas yang dimilikinya dia benar-benar mendorong pentingnya label halal karena hal itu akan sangat berdampak terhadap keyakinan dan kebutuhan konsumen muslim. Selain itu label halal juga menjadi jaminan keamanan dan kualitas produk dan merupakan bentuk transparansi bagi konsumen sehingga akan menumbuhkan kepercayaan dan kepuasan konsumen.
“Dengan label halal juga bisa terjadinya perluasan pasar dan daya saing global. Ini yang bagi saya bisa membuka peluang ekspor bagi perusahaan, karena banyak negara yang mewajibkan label halal pada produk impor. Selain itu, label halal meningkatkan daya saing produk di pasar,” seru Rika.
Lalu dari manakah masyarakat bisa mendapatkan sumber informasi mengenai kehalalan produk makanan dan minuman? Rika menjawab, informasi mengenai kehalalan produk makanan dan minuman biasanya diperoleh dari beberapa sumber yang terpercaya, antara lain lembaga sertifikasi halal seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Indonesia atau Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) di Malaysia.
Bisa juga melalui aplikasi halal, label halal pada kemasan produk, situs web dan media sosial brand, forum dan komunitas halal, publikasi dan sumber pemerintah, uji laboratorium dan teknologi block chain, artikel dan media berita dan dari influencer halal.
“Dengan adanya unggahan mengenai info kehalalan suatu produk dari influencer biasanya cenderung lebih cepat sampai ke masyarakat,” Rika melengkapi.
Khusus media sosial, Rika menaruh perhatian khusus bahwa peran media sosial dalam meningkatkan literasi masyarakat di bidang halal sangat signifikan. Media sosial telah menjadi platform utama bagi edukasi halal yang lebih luas, cepat, dan mudah diakses.
Menurutnya, akses informasi yang cepat dan luas adalah alasan pertama efektivitas media sosial. Agar lebih menarik dalam penyampaian tujuan, Rika menyarankan membuat edukasi melalui konten visual dan interaktif. Atau bisa review produk dan rekomendasi terpercaya, kemudian membangun diskusi dan interaksi dengan komunitas terkait halal awareness.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 11/November/2024