Label Halal Sebagai Nilai Tambah
Audia Ari | Januari 2026
Kepedulian konsumen milenial terhadap produk halal semakin menonjol. Kepedulian mereka tidak saja diperlihatkan dari sikapnya yang menganggap penting dicantumkan lebel halal di kemasan produk, tapi juga mereka bersedia membayar lebih mahal kepada produk yang berlabel halal.
Bagi konsumen milenial Indonesia, pencantuman label halal pada sebuah produk merupakan hal yang penting atau sangat penting. Hal ini terungkap dari hasil survei yang dilakukan IHATEC Marketing Research pada tahun 2023 dengan melibatkan 1.300 responden milenial Indonesia, secara umum tingkat kepentingan dicantumkannya label halal di setiap kategori produk di atas 80%, artinya masuk kategori penting dan mengarah sangat penting.
Pentingnya pencantuman label halal ini tidak semata memenuhi kewajiban agama, tetapi juga dikaitkan dengan pentingnya mengkonsumsi produk yang sehat, berkualitas, dan terjamin keamanannya. Hal ini pula yang mendorong konsumen untuk menjadikan halal sebagai gaya hidup. Produk halal memiliki korelasi erat dengan kesehatan, kualitas, dan keamanan produk. Hal ini karena halal sangat memperhatikan pemilihan bahan baku, proses produksi, proses distribusi, dan pelaku usaha harus bisa menjamin produknya terbebas dari hal yang dianggap tidak halal. Oleh karena itu, secara tidak langsung dapat meningkatkan keamanan produk. Semakin meningkatnya kesadaran konsumen terhadap aspek kesehatan dan keamanan produk tentu mendorong produsen untuk dapat berinovasi lebih agar produk yang dihasilkan tidak hanya halal, namun juga sehat, berkualitas, dan aman.
IHATEC Marketing Research dalam surveinya, mengungkap tingkat kesetujuan konsumen milenial terhadap pernyataan terkait produk halal, yang diantaranya yaitu produk halal; (1) sudah pasti produknya berkualitas, (2) sudah pasti produknya higienis, (3) sudah pasti produknya sehat, (4) sudah pasti produknya mengandung kebaikan, dan (5) sudah pasti produknya diminati. Responden yang merupakan konsumen milenial ditanyai persepsinya terhadap produk yang berlabel halal. Hasil survei menunjukkan bahwa semua responden mempersepsi produk yang halal mengandung hal yang positif atau baik. Hal ini terungkap dari jawaban responden yang menyatakan setuju dan sangat setuju dengan persentase di atas 80% terhadap pernyataan-pernyataan di atas.

Sebanyak 87,4% konsumen milenial menyetujui bahwa produk halal sudah pasti produknya mengandung kebaikan. Tidak heran bahwa pada era modern ini sudah banyak konsumen yang menjadikan halal sebagai lifestyle atau gaya hidup.
Kepedulian konsumen terhadap produk halal juga terlihat dari kesediaan mereka dalam membayar lebih mahal terhadap produk atau jasa yang berlabel halal dibandingkan dengan produk yang sama tetapi tidak berlabel halal. Dari 1.300 responden, sebanyak 58,7% konsumen milenial menyatakan mereka bersedia membayar lebih mahal untuk produk yang sama apabila produk tersebut berlabel halal.

Lebih lanjut ditanyakan kepada responden, apabila bersedia membayar lebih mahal untuk produk yang berlabel Halal, perkiraan berapa persen mereka bersedia membayar lebihnya. Hasil survei yang dilakukan oleh IHATEC Marketing Research menyatakan bahwa secara umum responden menjawab di bawah 15% dengan total persentase mencapai 47,0% responden. Sedangkan responden yang bersedia membayar lebih di atas 15% tercatat ada 23,1% responden.

Produk Halal dapat mengindikasikan bahwa produk tersebut mengandung kebaikan, sehat, berkualitas, dan terjamin keamanannya. Dengan demikian, pada era modern ini produk halal bukan hanya menjadi kebutuhan bagi konsumen yang beragama Islam saja, namun juga sudah menjadi lifestyle. Produk halal juga memberikan pilihan produk yang sehat, berkualitas, dan aman bagi konsumen yang semakin peduli terhadap nilai-nilai tersebut dalam lifestyle mereka. Dengan nilai positif yang terkandung tersebut, konsumen juga bersedia untuk membayar lebih mahal untuk mendapatkan produk yang sama namun sudah berlabel halal.