Upaya Unilever Indonesia Memanfaatkan Bulan Ramadhan
Andika Priyandana | 28 Januari 2026
Indonesia yang populasinya sebagian besar adalah muslim, merupakan potensi pasar yang sangat besar bagi pemasaran produk-produk halal. Apa dan bagaimana strategi Unilever Indonesia dalam melayani pasar halal di Indonesia, termasuk di bulan Ramadhan?
Unilever, sebuah perusahaan Inggris-Belanda dengan usia yang lebih tua daripada Republik Indonesia, memiliki produk melegenda sejak era Hindia Belanda, antara lain produk sabun Lifebuoy yang sudah ada sejak 1894. Dengan rentang usia 90 tahun, tentunya Unilever Indonesia memiliki pengetahuan mendalam mengenai demografi dan psikografi konsumen, termasuk yang beragama Islam.
Usaha memahami dan melayani konsumen Islam di Indonesia telah Unilever Indonesia tunjukkan, antara lain dengan menjadi salah satu perusahaan FMCG pertama yang pabriknya mendapatkan sertifikasi halal MUI pada tahun 1994. Kini, seluruh pabrik Unilever di Indonesia telah mendapatkan sertifikasi Sistem Jaminan Halal (SJH) dari LPPOM MUI, dan semua merek yang diproduksi juga telah mendapat sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), tutur Banto Twiseno, Head of Consumer and Market Insight, Personal Care and Muslim Center of Excellence, Unilever Indonesia.
Memahami melalui Muslim Centre of Excellence (MCOE)
Unilever Indonesia telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam memahami dan melayani pasar halal di Indonesia. Salah satu upaya penting dalam hal ini adalah pembentukan Unilever Muslim Centre of Excellence (MCOE) agar konsisten melakukan penelitian untuk memahami kebutuhan dan tren konsumen Muslim di Indonesia.
Banto menyatakan, “Unilever MCOE yang berfungsi sebagai Halal Collaboration Hub ini turut berperan dalam memberikan masukan krusial dalam pengembangan sejumlah inovasi dan komunikasi marketing yang relevan dengan dinamika kebutuhan konsumen muslim.” Lebih lanjut, Banto menyampaikan bahwa hasil dari penelitian ini telah menghasilkan berbagai inovasi produk yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan konsumen Muslim. Beberapa contoh inovasi produk ini termasuk Lux Hijab Series Zaitun dan Madu, Vaseline Hijab Bright, Pepsodent Siwak Habbatussauda, Clear Hijab Care, Rexona Hijab, dan Lifebuoy Tin dan Zaitun.
Selain itu, MCOE juga berperan dalam memberikan masukan krusial dalam pengembangan sejumlah inovasi dan komunikasi pemasaran yang relevan dengan dinamika kebutuhan konsumen Islam di Indonesia. Hal ini mencakup pemahaman tentang bagaimana kepercayaan dan nilai-nilai konsumen Muslim mempengaruhi pilihan produk mereka.
Pencapaian Unilever Indonesia dalam melayani pasar halal telah mendapatkan pengakuan signifikan. Pada 2023, mereka meraih dua penghargaan prestisius dari LPPOM MUI Halal Award, yaitu penghargaan Longlife Achievement dan Favorite Halal Brand. Pencapaian ini menunjukkan komitmen jangka panjang dan keberhasilan Unilever dalam memenuhi kebutuhan konsumen Islam.
Selain itu, merek Wall’s Unilever juga mendapatkan pengakuan khusus. Dalam survei Top Halal Index yang dilakukan oleh IHATEC Marketing Research pada Top Halal Awards 2023, Wall’s berhasil meraih posisi pertama dalam kategori es krim. Hal ini menunjukkan bahwa produk-produk Unilever tidak hanya memenuhi standar halal, tetapi juga sangat disukai oleh konsumen.
Kolaborasi demi melayani pasar halal
Banto menyampaikan bahwa Unilever Indonesia tidak hanya berfokus pada inovasi produk, tetapi juga berkomitmen untuk memberdayakan komunitas Islam di seluruh Indonesia melalui berbagai program dan kolaborasi. Beberapa kolaborasi penting seperti dengan Muhammadiyah. Unilever Indonesia menjalin kerja sama jangka panjang dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ITB Ahmad Dahlan. Kerja sama ini mencakup upaya perlindungan dan pemberdayaan perempuan Indonesia. Kemudian Kerjasama dengan Kementerian Agama RI untuk melaksanakan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui program Pesantren Sehat Hijau Berdaya yang telah berjalan sejak tahun 2020. Program ini bertujuan untuk membekali para santri dengan pemahaman PHBS dan meningkatkan keterampilan para santri dan santri putri.
Sebagai bagian dari Gerakan Kebangkitan Nahdlatul Ulama (GKMNU), NU Care-LAZISNU bekerja sama dengan brand Royco Unilever untuk memperluas edukasi ‘Isi Piringku’ ke berbagai lapisan masyarakat, mencapai 50.000 santriwati dan 50.000 ibu-ibu.
Unilever Indonesia juga bekerja sama dengan DMI dalam program ‘Gerakan Masjid Bersih’ untuk menciptakan lingkungan masjid yang bersih dan higienis bagi umat Muslim di seluruh Indonesia. Program ini telah mendapatkan dukungan dari lebih dari 150.000 relawan dan memberikan manfaat kepada 220.000 masjid di berbagai wilayah Indonesia.
Aksi Unilever Indonesia kala Ramadhan
Ramadhan dan Idul Fitri merupakan momen yang berpotensi besar bagi industri dan UMKM, terutama dalam pasar produk halal yang semakin dipercaya oleh konsumen. Menurut data dari The Trade Desk (2022), sepertiga konsumen Indonesia cenderung meningkatkan belanja mereka selama bulan Ramadhan. YouGov juga melaporkan adanya peningkatan pengeluaran di berbagai kategori, termasuk Makanan & Minuman (43%), Fashion & Aksesori (27%), serta Kecantikan & Perawatan Pribadi (20%).
Bulan Ramadhan memiliki dampak signifikan terhadap pola belanja dan kebutuhan masyarakat, khususnya pada kategori produk tertentu. “Momen ini memberikan peluang bagi Unilever Indonesia untuk meningkatkan penjualan, baik secara offline maupun online, dengan merancang penawaran produk atau paket khusus edisi Ramadhan dan Idul Fitri.”, ungkap Banto.
Lebih lanjut Banto mengatakan selama bulan puasa, merek-merek Unilever yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, meluncurkan serangkaian inisiatif dan kampanye yang bertujuan memberikan dampak positif yang berkelanjutan di masyarakat. Misalnya, Pepsodent Herbal meluncurkan program tahunan “Pepsodent Sahur Amal” yang mengajak umat Islam berbagi senyum kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu di berbagai wilayah Indonesia.
Merek-merek lain seperti Wipol, Vixal, Sunlight, Rinso, dan Molto berkolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia dan Unilever Indonesia dalam program “Gerakan Masjid Bersih” untuk mempersiapkan masjid agar lebih bersih dan higienis selama bulan Ramadhan.
Sementara itu, Bango dan Royco meluncurkan program “Pesantren Santri Berseri” yang berfokus pada edukasi sajian Halalan Thayibban bergizi seimbang sesuai ‘isi piringku’. Program ini, yang merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Agama RI, mendapatkan dukungan penuh dari NU Care-LAZISNU. Merek-merek lain seperti Lifebuoy, Sunsilk, dan Glow & Lovely juga turut meramaikan program ini dengan tujuan meningkatkan kesadaran para santri dan santri putri akan pentingnya menjaga kebersihan dan merawat diri.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 03/Maret/2024