TOP Halal Award 2025, Bangun Kepercayaan Identitas Merek Halal Indonesia
Risal | Januari 2026
Indonesia tengah menegaskan dirinya sebagai kekuatan baru dalam industri halal global. Melalui ajang Top Halal Award 2025, semangat membangun merek halal yang autentik, berintegritas, dan berdaya saing kembali digaungkan. Lebih dari sekadar penghargaan, acara ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara riset, kebijakan, dan inovasi untuk menjadikan halal sebagai identitas bangsa sekaligus keunggulan kompetitif Indonesia di pasar dunia.
IHATEC Marketing Research kembali menggelar Top Halal Award 2025 bertema “Building Authentic Halal Brands to Capture the Muslim Market”. Penyerahan pengharagaan kepada sjeumalha 47 brand diselenggarakan pada Rabu, 8 Oktober 2025, di Ballroom 1 Hotel JS Luwansa, Jakarta. Ini menjadi momentum apresiasi bagi merek-merek terbaik yang berhasil meraih posisi teratas sebagai pilihan konsumen milenial Indonesia.
Di tengah pesatnya pertumbuhan industri halal global, Indonesia kini tampil sebagai salah satu panggung utama persaingan merek halal dunia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, konsumen Indonesia tidak lagi sekadar menuntut produk bersertifikat halal, tetapi juga menginginkan merek yang benar-benar konsisten menjalankan prinsip halalan thayyiban.
Dalam konteks inilah, Top Halal Award hadir bukan hanya sebagai ajang penghargaan, melainkan simbol pengakuan sejati dari konsumen terhadap merek yang mampu menjaga kepercayaan mereka.
Penghargaan ini didasarkan pada hasil survei Top Halal Index yang dilakukan oleh IHATEC Marketing Research di enam kota besar—Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Balikpapan—dengan melibatkan 1.800 responden milenial. Riset ini menjadi barometer kepercayaan publik, merefleksikan pandangan generasi muda terhadap merek yang tidak hanya menjual produk, tetapi juga nilai kehalalan yang autentik dan berintegritas.
“Top Halal Award adalah cermin keberhasilan merek dalam membangun kepercayaan konsumen melalui komitmen halal. Ia bukan sekadar penghargaan, tetapi pengakuan atas kerja keras, konsistensi, dan integritas sebuah merek dalam memenuhi nilai yang diyakini masyarakat,” terang Direktur IHATEC Marketing Research, Evrin Lutfika, S.TP., M.TPn.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh brand yang telah berpartisipasi dalam Top Halal Award tahun ini. Kami percaya, partisipasi ini adalah bukti nyata bahwa penghargaan ini bukan sekadar tanda kepatuhan, tetapi pengakuan atas keberhasilan membangun kepercayaan konsumen. Ini adalah bentuk kebanggaan yang memperkuat citra merek dan membuka akses ke pasar muslim global,” tambahnya.
Lebih jauh, survei Top Halal Index dirancang dengan metodologi ilmiah dan terukur. Respondennya adalah generasi Z dan milenial berusia 20–39 tahun dengan beragam tingkat pendapatan. Menariknya, 13% dari mereka merupakan non-Muslim, menunjukkan bahwa nilai halal kini diapresiasi secara universal, melampaui sekat agama.
Selama empat tahun penyelenggaraan, logo Top Halal Award kini semakin dikenal luas. Berdasarkan riset IHATEC Marketing Research, tiga dari lima konsumen telah mengenal logo tersebut, dan 62% menyatakan lebih percaya terhadap merek yang menampilkannya.
“Untuk itu, kami mendorong para pemenang Top Halal Award untuk memanfaatkan momen ini dengan menampilkan logo THA pada berbagai media komunikasi merek,” tambah Evrin.
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa penghargaan ini memiliki arti strategis bagi arah industri halal nasional.
“Kehadiran Top Halal Award 2025 merupakan momentum yang sangat penting. Hari ini kita tidak hanya memberikan penghargaan kepada para penerima, tetapi juga menegaskan arah bahwa halal harus memiliki identitas, kekuatan, sekaligus menjadi daya saing bangsa. Brand halal yang otentik bukan sekadar memenuhi standar, tetapi juga membangun kepercayaan. Inilah modal untuk memenangkan pasar, khususnya pasar muslim dunia, dengan menampilkan Indonesia sebagai pusat produsen halal terkemuka,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa halal bukan sekadar label kepatuhan, tetapi identitas nasional yang membawa misi ekonomi dan reputasi global. Senada dengan itu, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Teuku Riefky Harsya, menyampaikan pentingnya industri halal sebagai motor ekonomi nasional.
“Industri produk halal merupakan bagian penting dari perekonomian nasional. Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat halal dunia. Standar halal memberikan manfaat yang luas, mulai dari aspek kesehatan, keamanan produk, hingga membuka lapangan kerja dan peluang ekspor. Dengan kearifan lokal dan standar halal yang terpercaya, kuliner Indonesia tentunya siap menembus pasar global,” ujarnya.
Dukungan serupa datang dari Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), KH. Sholahudin Al Aiyub, M.Si., yang menilai Top Halal Award memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem halal nasional.
“Top Halal Award 2025 merupakan ajang yang sangat penting untuk mengapresiasi dan mempromosikan merek serta produk halal di Indonesia. Di tengah pertumbuhan industri halal yang pesat, penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas prestasi, tetapi juga dorongan bagi pelaku industri untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk sesuai prinsip kehalalan dan syariah. Kami percaya bahwa dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, serta masyarakat, kita dapat menciptakan industri halal yang bukan hanya kompetitif di tingkat nasional, tetapi juga di kancah global,” tuturnya.
Dengan semangat kolaborasi, riset yang kredibel, dan komitmen untuk menjaga kepercayaan, Top Halal Award menegaskan bahwa kehalalan bukan sekadar standar, tetapi nilai yang membangun reputasi, daya saing, dan keberlanjutan merek halal Indonesia di mata dunia.
Direktur IHATEC Marketing Research, Evrin Lutfika S.TP., M.TPn mengucapkan terima kasih kepada seluruh brand yang telah berpartisipasi dalam Top Halal Award tahun ini, termasuk brand–brand yang konsisten mengikuti ajang ini setiap tahunnya. Kami percaya, partisipasi ini adalah bukti nyata bahwa Top Halal Award (THA) bukan sekadar tanda kepatuhan, tetapi sebuah pengakuan dan cerminan keberhasilan membangun kepercayaan konsumen. Ini adalah bentuk kebanggan yang dapat memperkuat citra merek, meningkatkan daya saing, dan bahkan membuka akses ke pasar muslim global. Sesuai dengan tema Top Halal Award tahun ini, yaitu “Building Authentic Halal Brands to Capture the Muslim Market”.
Seperti yang kita ketahui, sejak diberlakukannya Undang-Undang Jaminan Produk Halal (JPH), sertifikasi halal telah menjadi standar minimal. Namun, Top Halal Award melangkah lebih jauh mengukur persepsi halal di mata konsumen melalui survei langsung kepada 1.800 responden di 6 kota besar, yaitu Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar dan Balikpapa.
Dalam perjalanan kami selama 4 tahun menyelenggarakan Top Halal Award, Alhamdulillah, logo Top Halal Award sudah semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia. Sebagaimana temuan riset kami: 3 dari 5 konsumen telah mengenal logo Top Halal Award. Serta 62% responden menyatakan lebih percaya merek yang memiliki logo Top Halal Award. Untuk itu kami mendorong para pemenang Top Halal Award untuk memanfaatkan momen ini dengan menggunakan logo THA pada media komunikasi merek.
InsyaAllah, kami juga akan menyelenggarakan Top Halal Forum, sebagai ajang pertemuan para pemenang Top Halal Award sekaligus sharing knowledge dengan tema-tema relevan yang akan disampaikan oleh berbagai pakar di bidang halal maupun marketing, termasuk dari BPJPH, KNEKS, EKRAF. Pada forum tersebut, kami juga akan menyampaikan hasil riset kami yang disebut sebagai riset tematik, serta bagaimana riset tersebut dapat mendukung strategi brand Anda.
Selanjutnya, kami mengajak seluruh brand pemenang Top Halal Award untuk berkolaborasi dalam membangun kepercayaan konsumen melalui media seperti podcast, liputan, press release, media sosial IG dan LinkedIn, dan event lainnya.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada Menteri EKRAF, KNEKS, BPJPH dan perusahaan yang telah memberikan dukungannya dalam penyelenggaraan acara Top Halal Award ini. Sampai jumpa di Top Halal Award 2026.
Turut memberikan sambutan secara virtual, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, menyampaikan Kehadiran Top Halal Award 2025 merupakan momentum yang sangat penting. Hari ini kita tidak hanya memberikan penghargaan kepada para penerima, tetapi juga menegaskan arah bahwa halal harus memiliki identitas, kekuatan, sekaligus menjadi daya saing bangsa.
Brand halal yang otentik bukan sekadar memenuhi standar, tetapi juga membangun kepercayaan. Inilah modal untuk memenangkan pasar, khususnya pasar muslim dunia, dengan menampilkan Indonesia sebagai pusat produsen halal terkemuka.
Karena itu, kepada para penerima penghargaan, jadikan prestasi ini sebagai awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Mari bersama-sama kita buktikan bahwa halal Indonesia bukan sekadar label, melainkan jaminan mutu, integritas, dan keberkahan.
Halal is trustability, traceability, and transparency. Tiga hal inilah yang menjadikan halal sebagai simbol — symbol of health, clean, and quality. Partisipasi kita semua dituntut untuk menjadikan Halal Indonesia hadir dan bermanfaat bagi masyarakat dunia.
Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), KH. Sholahudin Al Aiyub, M.Si juga menyampaikan sambutannya secara virtual “Sebagai lembaga negara yang mempunyai tugas untuk mempercepat, memperluas, dan memajukan ekonomi serta keuangan syariah dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi nasional, KNEKS selalu berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga anggota KNEKS, serta para stakeholder terkait, untuk mempercepat dan memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Kami mendukung penuh upaya-upaya pengembangan ekosistem industri halal, yang salah satunya dilakukan melalui pengembangan standar-standar halal yang tidak membebani pelaku industri dan dapat mendorong peningkatan kualitas bisnis para pelaku usaha.
Selain itu, untuk memperkuat literasi terhadap standar yang disusun, kami mendorong adanya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri dalam mensosialisasikan standar tersebut.
Mari kita jalin kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat untuk mewujudkan ekosistem halal yang berkelanjutan. Mari kita terus kembangkan pemahaman tentang pentingnya sertifikasi halal dan manfaatnya bagi konsumen, agar semakin banyak pihak yang memahami dan mendukung gerakan ini.
Top Halal Award 2025 merupakan ajang yang sangat penting untuk mengapresiasi dan mempromosikan merek serta produk halal di Indonesia. Di tengah pertumbuhan industri halal yang pesat, penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas prestasi yang telah dicapai, tetapi juga menjadi dorongan bagi seluruh pelaku industri untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk yang sesuai dengan prinsip kehalalan dan syariah.
KNEKS berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan ekosistem halal di tanah air. Kami percaya bahwa dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, serta masyarakat, kita dapat menciptakan industri halal yang bukan hanya kompetitif di tingkat nasional, tetapi juga di kancah global.
Kami mengapresiasi upaya IHATEC bersama BPJPH, kementerian/lembaga, perusahaan produsen produk halal, pemilik merek, distributor, dan juga para pegiat halal dalam mengembangkan ekosistem halal di Indonesia.
Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang dan para nominator yang telah bekerja keras dan berkomitmen menghadirkan produk halal terbaik. Semuanya adalah pelopor yang memberikan inspirasi bagi kita semua untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat.
Akhirnya, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Top Halal Award 2025 ini. Semoga seluruh upaya tersebut membawa berkah dan manfaat bagi masyarakat luas serta para pelaku industri produk halal.”