Strategi Meraih Pasar Halal di Bulan Ramadhan
Anang Ghozali | 27 Januari 2026
Bulan Ramadhan adalah momentum yang sangat baik bagi pelaku usaha yang memasarkan produk-produk halal. Maka itu, banyak pelaku usaha yang memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan penjualan maupun meningkatkan brand image atau corporate image.
Bulan Maret ini bertepatan dengan masuknya bulan Ramadhan 1445 H. Ramadhan adalah bulan di mana umat Muslim diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh, dari matahari terbit hingga terbenam. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah sehingga kedatangannya selalu dinantikan dan disambut suka cita oleh umat Muslin. Bagi umat Muslim Indonesia, bulan Ramadhan tidak saja di isi oleh berbagai kegiatan ibadah yang dapat mendatangkan pahala besar, tapi juga diisi dengan berbagai kegiatan muamalah, seperti silaturahmi, saling berbagi, bersedekah, pemenuhan kebutuhan sehari-hari, dan lainnya.
Salah satu kebiasaan umat Muslim Indonesia dalam menyambut bulan Ramadhan adalah meningkatnya belanja produk makanan dan minumam dan produk lainnya. Hal ini yang menjadikan demand produk makanan dan minuman serta produk yang terkait dengan kebutuhan Ramadhan meningkat signifikan dibanding bulan di luar Ramadhan. Tentu ini menjadi berkah sendiri bagi pelaku usaha yang memasarkan produk yang dibutuhkan untuk keperluan bulan Ramadhan. Oleh karena itu banyak pelaku usaha juga menyambut bulan Ramadhan dengan suka cita karena di bulan ini penjualannya akan meningkat.
Pelaku usaha memahami bahwa potensi pasar di bulan Ramadhan lebih besar dibanding bulanlainnya. Maka itu biasanya pelaku usaha menyambut bulan Ramadhan dengan meningkatkan aktivitas pemasaran melalui berbagai program pemasaran unggulan. Program yang dijalankan tidak hanya terkait langsung dengan penjualan, namun banyak juga pelaku usaha menjalankan program untuk meningkatkan brand image atau corporate image.
Satu hal yang disadari bahwa bulan Ramadhan juga menjadikan kepedulian konsumen terhadap produk halal semakin meningkat. Sebagaimana hasil survei IHATEC Marketing Research yang menunjukkan faktor halal menjadi urutan pertama sebagai pertimbangan dalam pembelian produk kebutuhan sehari-hari, sedangkan di luar bulan Ramadhan faktor halal tidak di urutan pertama. Tentunya hal ini menjadi peluang yang sangat baik bagi pelaku usaha yang memasarkan produk halal di bulan Ramadhan.
Director Public Affairs, Communications and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo mengakui bahwa dengan memasukan halal dalam strategi pemasaran perusahaan dapat membantu meningkatkan (brand awarenes) kesadaran merek, loyalitas pelanggan, dan pangsa pasar. Menurutnya, ketika perusahaan memproduksi produk yang bersertifikat halal, hal ini memberikan sinyal kepada konsumen bahwa perusahaan tersebut menghormati nilai-nilai Islam dan berkomitmen untuk mematuhi standar produksi tertentu.
Dalam menyambut bulan Ramadhan ini, Coca Cola Indonesia telah menyiapkan berbagai program pemasaran unggulan untuk meningkatkan penjualan di bulan Ramadhan. Sebagai perusahaan yang produk-produknya sudah bersertifikasi halal, Coca Cola Indonesia mengharapkan bulan Ramadhan ini dapat memberikan kontribusi peningkatan penjualan yang sifnifikan.
Adapun program-program pemasaran Coca Cola selama Ramadhan diantaranya adalah promosi dan diskon, menayangkan Iklan bertema Ramadhan secara khusus yang mencerminkan nilai-nilai kebersamaan selama Ramadhan bersama keluarga, teman atau kerabat. Selain itu, juga melakukan kampanye media sosial dengan menggunakan platform media sosial untuk terlibat dengan konsumen selama Ramadhan atau berbagi konten khusus mengenai Ramadhan.
Sementara itu menurut Banto Twiseno, Head of Consumer and Market Insight, Personal Care and Muslim Center of Excellence (MCOE), Unilever Indonesia, bahwa bulan Ramadhan memiliki dampak signifikan terhadap pola belanja dan kebutuhan masyarakat, khususnya pada kategori produk tertentu. “Momen ini memberikan peluang bagi Unilever Indonesia untuk meningkatkan penjualan, baik secara offline maupun online, dengan merancang penawaran produk atau paket khusus edisi Ramadan dan Idul Fitri,” ungkap Banto.
Pada bulan Ramadhan ini Unilever Indonesia turut meluncurkan serangkaian inisiatif dan kampanye yang bertujuan memberikan dampak positif yang berkelanjutan di masyarakat. Misalnya, program ‘Gerakan Masjid Bersih’ yang terselenggara sejak 2017. Program ini didukung oleh sederetan merek seperti Wipol, Vixal, Sunlight, Rinso dan Molto. Sementara itu, Bango dan Royco bekerja sama dengan BAZNAS RI menggelar program ’Berbagi Sajian Lezat Penuh Kebaikan’.
Selain Coca Cola Indonesia dan Unilever Indonesia, Paragon yang menaungi merek ternama Wardah, juga memanfaatkan bulan Ramadhan untuk mengoptimalkan waktu tersebut sebaik mungkin untuk berkomunikasi dengan target konsumen yang mereka layani. Di bulan Ramadhan 2024 ini, Paragon mengusung tema kampanye ‘Teruskan Langkah Baikmu’. Melalui kampanye ini Wardah menghadirkan beberapa program kolaborasi bersama sosok muslimah inspiratif global seperti pebasket dan pembaca puisi muslimah Asma El Badawi, dan penyanyi Putri Ariani.
Kemudian kegiatannya lainnya adalah Wardah bekerja sama dengan Komunitas Belajar Al-Quran Braille Malang untuk meningkatkan literasi Al-Quran bagi tuna netra. Wardah juga menghadirkan ’Teruskan Langkah Baikmu’ booth di tujuh bandara di Indonesia untuk memeriahkan momen mudik. Masyarakat dapat menikmati berbagai keseruan seperti beauty treatment experience, thematic photo booth, dan VR Experience.
Potensi bulan Ramadhan juga dimanfaatkan oleh Kopi Kenangan dengan me-launching menu khusus Ramadhan, yang hanya ada di bulan Ramadhan saja. Menu khusus ini merupakan inovasi baru di cita rasa lokal dengan memanfaatkan Buah Blewah yang di Ramadhan ini menjadi buah yang paling banyak dicari.
Bulan Ramadhan telah memberikan dampak positif bagi kegiatan ekonomi dan masyarakat, sehingga keberkahan Ramadhan tidak saja dirasakan oleh masyarakat tapi juga dirasakan oleh pelaku usaha yang memasarkan produk-produk halal. Semoga kita semua mendapat keberkahan di bulan Ramadhan ini.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 03/Maret/2024