Siap Masuki Pasar Wajib Sertifikasi Halal
Mohamad | 16 Februari 2026
Dengan komitmen dan kerja keras, Hanamasa berhasil mengatasi tantangan proses mendapatkan sertifikasi halal dan memastikan semua cabang restorannya memenuhi kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2024 mendatang.
Kepedulian masyarakat terhadap makanan halal sekarang ini kian meningkat. Alhasil, restoran berlabel halal dan telah tersertifikasi halal lebih dicari dan dipilih masyarakat. Pasalnya, sertifikasi halal tidak hanya memberikan jaminan makanan yang dikonsumsi bebas dari bahan-bahan haram, tetapi juga mencerminkan komitmen pelaku usaha restoran terhadap kualitas dan kebersihan produk yang ditawarkan.
Hanamasa, sebagai restoran Jepang pertama di Indonesia yang mengusung konsep self-service menganggap sertifikasi halal penting dilakukan untuk memberikan kepastian kepada konsumen muslim agar mereka dapat menikmati makanan dengan nyaman, tanpa rasa khawatir akan kehalalan bahan dan proses pembuatannya.
Marketing Manager Hanamasa, Anita Setiyowati, mengemukakan, Hanamasa berdiri sejak tahun 1987, dan berhasil mendapatkan sertifikasi halal pada September 2022 dengan proses yang tidak mudah. Utamanya dalam memastikan semua bahan baku berasal dari sumber yang halal dan seluruh proses produksi, mulai dari penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian makanan, sesuai dengan prinsip-prinsip halal.
“Prosesnya melibatkan berbagai upaya, termasuk mengganti beberapa bahan baku yang diimpor dari Jepang karena tidak ada dokumen pendukung sertifikat halal, dengan mencari pengganti bahan baku yang telah bersertifikat halal. Sehingga memerlukan usaha ekstra dalam mencari pemasok yang memenuhi standar halal. Kami hanya menggunakan bahan baku yang sudah bersertifikat halal, menjaga proses dan tempat produksi yang halal,” ungkap dia.
Untuk menjaga komitmen kehalalan produknya, restoran yang namanya diambil dari bahasa Jepang yang artinya “Bunga Yang Terus Berkembang” ini membentuk tim khusus yang bertugas mengawasi penerapan sistem jaminan produk halal. Tim ini bertanggung jawab untuk mengecek bahan baku, mengawasi proses produksi, dan menjaga tempat produksi halal.
“Agar memahami dan menerapkan konsep halal secara konsisten diperlukan pelatihan dan edukasi bagi seluruh staf restoran. Kami membentuk tim khusus halal di kantor pusat maupun di 19 cabang yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali, Semarang, dan Medan,” sebut Anita.
“Untuk meningkatkan kemampuan dan kompentensi tim halal, kami melakukan pelatihan internal dengan materi pengetahuan halal haram, pengetahuan benda najis, pengetahuan sertifikasi halal dan penerapan sistem jaminan halal,” imbuhnya.
Jadi Keunggulan Kompetitif
Adapun sertifikasi halal yang dilakukan Hanamasa, selain memenuhi kewajiban bersertifikasi halal yang mulai diberlakukan Oktober 2024 ini, tujuannya untuk menjaga kepercayaan konsumen dan memberikan jaminan kepada konsumen muslim bahwa makanan yang disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam.
“Konsumen Hanamasa mayoritas muslim dengan segmen menengah ke atas yang sadar dengan memilih produk halal, yang mana ini menjadi daya tarik tersendiri untuk mereka datang ke restoran kami. Seluruh outlet kami sudah siap memasuki pasar wajib sertifikasi halal,” terang Anita.
Tak hanya menjaga kepercayaan konsumen, dengan sertifikasi halal, restoran dapat membuka peluang memperluas pangsa pasar dan meningkatkan penjualan. Sebab dapat menarik lebih banyak pelanggan dari kalangan muslim yang merupakan mayoritas penduduk di Indonesia. Termasuk konsumen non muslim yang peduli terhadap aspek kebersihan dan kualitas makanan.
Anita menambahkan memiliki sertifikasi halal memberikan nilai tambah yang signifikan dibandingkan dengan restoran yang belum memiliki sertifikasi halal. Faktanya restoran yang bersertifikat halal cenderung lebih dipilih oleh konsumen karena dianggap sudah terjamin kehalalannya dan lebih terpercaya dalam menjaga kualitas dan kebersihan makanan. Tentunya ini akan menjadi keunggulan kompetitif di tengah persaingan yang ketat dalam industri kuliner.
Tingkatkan Reputasi Hanamasa
Sertifikasi halal tidak hanya memberikan dampak positif bagi konsumen, tetapi juga membawa berbagai manfaat bagi Hanamasa sendiri, diantaranya meningkatkan citra dan reputasi perusahaan di mata konsumen. Memiliki sertifikasi halal dianggap lebih bertanggung jawab dan peduli terhadap kebutuhan konsumennya, sehingga mendapatkan kepercayaan yang lebih besar dari masyarakat.
Menurut Anita, dengan menjaga komitmen terhadap prinsip-prinsip halal, Hanamasa dapat meningkatkan reputasinya di mata publik. Jadi sertifikasi halal bukan sekedar mengikuti kebijakan saja, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang yang membawa manfaat berkelanjutan bagi roda bisnis perusahaan.
Dampak lainnya, sertifikasi halal membuka peluang Hanamasa untuk bekerjasama dengan berbagai pihak, baik di tingkat lokal maupun internasional, yang peduli terhadap produk halal. Ini tentunya dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan eksposur dan meraih peluang bisnis baru.
“Kami telah memasukan konsep halal ke dalam strategi pemasaran, karena konsumen muslim merupakan pasar yang sangat besar, dan masyarakat semakin sadar akan produk halal, serta dalam era globalisasi konsumen muslim bisa mengetahui produk halal dari berbagai negara yang memenuhi standar kebutuhan konsumen muslim,” pungkas Anita.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 07/Juli/2024