No Halal, No Business!
Syauqi Ahmad | 27 Februari 2026
Prinsip tegas diusung PT Foodex Inti Ingredients dalam menciptakan produk-produknya yang berkualitas. Kunci utamanya adalah menjaga standardisasi halal yang dijalankan secara totalitas oleh perusahaan.
Dikenal sebagai negara dengan cita rasa kuliner yang beragam dan unik, industri makanan Indonesia tumbuh dengan cita rasa yang dikenal lezat. Beragamnya makanan Indonesia dengan cita rasa yang mengundang selera jadi alasan banyak masyarakat menghabiskan waktu senggangnya dengan berkuliner. Makanan Indonesia tidak saja digemari oleh warga lokal tapi banyak warga negara lain yang juga menggemarinya.
Di balik kelezatan makanan Indonesia, ada peran bumbu-bumbu yang mewarnai khazanah rasa penggugah selera dan hadir melengkapi kesempurnaan sebuah hidangan. Satu perusahaan besar Indonesia yang concern bermain di penyediaan bumbu inti dan dipakai oleh banyak produsen makanan besar sebagai pasarnya adalah PT Foodex Inti Ingredients (Foodex).
Foodex, yang didirikan pada tahun 1995, fokus menggarap pasar bumbu makanan (food seasoning) dan bahan makanan (food ingredients) di Indonesia. Foodex mengaku optimis untuk senantiasa mengembangkan produknya, karena industri ini dinilai memiliki pasar yang cukup besar. Terlebih di segmen food service yang dipastikan memiliki keunggulan cita rasa masing-masing.
Sejatinya hal tersebut sejalan dengan terus bertumbuhnya industri makanan dan minuman (mamin) olahan secara masif. “Sampai kapanpun, industri makanan akan tetap stabil dan cenderung meningkat, sedangkan food service juga meningkat jauh,” ungkap Devi Hariyanti, Quality Assistance Manager Foodex kepada Halal Review.
Memiliki basis produksi di Kawasan Industri Delta Silicon 3, Cikarang, Jawa Barat, Foodex sedari awal berkomitmen menyediakan produk-produk berkualitas dan bercita rasa lezat yang konsisten. Salah satunya dengan menggunakan bahan premium dari luar negeri atau impor.
“Perlu diketahui, fasilitas manufaktur dan gudang kami mematuhi sistem keamanan dan manajemen pangan HACCP, GMP dan FSSC 22000,” jelas Devi seraya mengajak Halal Review berkeliling pabrik Foodex. Lebih lanjut Devi mengatakan bahwa fokus utama Foodex adalah menjadi mitra terpercaya dan memberikan solusi bagi berbagai jenis industri makanan seperti industri noodle, seasoning, snack, daging olahan dan Horeka/Food Service. “Kami memberikan solusi melalui keahlian kami dalam enam kategori produk, yakni: seasoning, meat extracts, flavor ingredient, beverage, functional ingredient, sauce, paste & condiments, dan produk ready to eat atau siap saji,” terang Devi lebar.
Adapun produk atau bahan baku yang diimpor antara lain seperti, Fermented Soy Sauce, Hydrolized Vegetable Protein, dan Spices seperti chili powder, garlic powder, onion powder serta bahan-bahan lainnya. Sejumlah bahan-bahan tersebut banyak diimpor dari negara China, India, Philipina, Amerika dan sejumlah negara Eropa. “Kami juga berperan sebagai manufaktur yang produknya diekspor ke berbagai negara seperti Malaysia, Afrika Selatan, Dubai dan Uni Emirat Arab,” Devi melengkapi.
Sebagai perusahaan yang sangat berkaitan erat dengan produk halal, Foodex menjamin adanya keseragaman komitmen dan prinsip soal halal. Semua produk Foodex yang diimpor tercatat telah memiliki sertifikat halal kecuali produk positif list. Hebatnya, semua produk memiliki approval penggunaan bahan sebelum digunakan sebagai raw material ataupun sebagai produk trading.
Lebih lanjut Devi mengatakan jika sertifikat halal yang digunakan saat ini masih mengacu ke 45 Lembaga Sertifikasi Halal Luar Negeri yang diakui LPPOM MUI, serta sertifikat supplier luar negeri, dimana paling banyak memiliki sertifikat halal Indonesia dari BPJPH.
Dengan sokongan material yang lengkap seperti demikian, saat ini Foodex mampu memproduksi food seasoning (savory & sweet), flavor ingredients, meat extracts, dan sauce sebesar 1.000 ton per bulan. Dengan kapasitas produksi sebesar itu, Foodex akan terus memberikan kontribusi terhadap perkembangan cita rasa kuliner di Indonesia.
Halal Menjadi Prioritas Utama
Terkait upaya perusahaan dalam menjamin kehalalan produk makanan yang diimpor, Devi menjelaskan bahwa sebelum perusahaan membeli produk kerap melakukan review dokumen halal yang dikirim ke Foodex. Langkah berikutnya adalah menginfokan kepada LPPPOM MUI untuk izin penggunaan bahan apakah bisa digunakan atau tidak. “Jika LPPOM MUI menyatakan produk bisa digunakan, baru kami membeli produk tersebut melalui divisi Purchasing,” urut Devi. Untuk itu, manajemen secara khusus membentuk tim halal dari berbagai departemen seperti Purchasing, R&D, QA, Produksi, Marketing, HRD dan GA.
Jadi jika diurut prosesnya, terang Devi, dimulai dari proses evaluasi dokumen halal terlebih dahulu, seperti sertifikat, flow process, dan spesifikasi yang berisi juga ingredients. Setelah itu baru diunggah ke CEROL (sistem pelayanan sertifikasi halal LPPOM MUI secara online) untuk mengetahui izin penggunaan bahan apakah bisa digunakan atau tidak. Jika bahan bisa digunakan baru bisa dilakukan pembelian dengan mengisi form new RM approval yang ada di sistem untuk identitas produk dan kode produk.
Semua langkah-langkah tersebut ditempuh oleh perusahaan guna menjaga kualifikasi standar halal yang terbaik dan mewujudkan produk dengan kualitas maksimal bagi pasar. “Sejauh ini semuanya berjalan dengan baik dan tidak ada kendala karena masih mengacu 45 Lembaga Sertifikasi Halal Luar Negeri yang diakui LPPOM MUI untuk produk-produk yang wajib bersertifikat halal, dan flow process untuk produk yang positif list tadi itu,” papar Devi lebar.
Keseriusan perusahaan menjalani proses sertifikasi halal di setiap produknya karena melihat pasar halal saat ini berkembang dengan sangat baik dan masih akan berkembang ke depannya. Kesadaran masyarakat Indonesia yang semakin besar terhadap kehalalan produk kini terus tumbuh dan meningkat tidak hanya untuk produk makanan saja, tapi juga produk kosmetik, personal care, body care dan lainnya. “Selain itu juga berpotensi untuk produk yang diekspor ke negara-negara berpenduduk muslim,” imbuhnya.
Bagi Foodex, halal adalah kewajiban yang mutlak dan sudah disadari sedari awal sebagai peluang untuk memenuhi kebutuhan market baik B2B maupun food service. Halal sudah menjadi komitmen Foodex dalam pengembangan bisnis perusahaan. Komitmen ini dijalankan sesuai Kebijakan Keamanan Pangan dan Mutu Foodex yaitu fokus mengembangkan dan memproduksi berbagai jenis bahan makanan yang selalu memenuhi standar kualitas, keamanan pangan, halal dan sesuai regulasi.
“Karena bagi kami, No Halal, No Business!,” tegas Devi.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 08/Agustus/2024