Meramu Edukasi Halal dengan Hati dan Ilmu
Mohamad | 18 Februari 2026
Dengan pendekatan yang cerdas, empatik, dan berbasis nilai, Galuh Ayu Chandri Kirana membuktikan bahwasanya edukasi halal bisa dikemas secara menarik, relevan, dan inspiratif.
Di tengah geliat tren halal lifestyle yang kian popular, sosok Galuh Ayu Chandri Kirana muncul sebagai salah satu influencer yang konsisten mengedukasi publik mengenai pentingnya halal sebagai prinsip dan gaya hidup sehari-hari yang sesuai dengan syariah Islam.
Berbekal pengalaman sebagai food technologist dan content creator, Galuh berupaya menjembatani kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya halal lifestyle melalui konten edukatif yang menyentuh dari sisi ilmu, spiritual, dengan kemasan yang menarik dan berkarakter.
“Halal-haram adalah way of life bagi seorang muslim yang merupakan petunjuk dari Allah SWT untuk memilah dan memilih di perjalanan kehidupannya. Living the halal lifestyle merupakan bentuk dari ketaatan dan berjalan tanpa batas waktu,” ungkap Galuh.
Dari sudut padang Galuh, halal kini berkembang semakin dinamis dan sudah menjadi niche exclusive di pasar global. Berbicara halal saat ini tidak hanya sebatas label makanan atau target angka peluang bisnisnya saja, melainkan secara utuh mencakup kesadaran halal di berbagai aspek kehidupan.
Aspek kehalalan berkembang di berbagai sektor seperti makanan minuman, obat-obatan, kesehatan, pariwisata, hingga dakwah Islam. “Saya melihatnya sebagai peluang dakwah yang besar untuk mengambil peran dengan membuat konten edukatif yang membahas halal secara komprehensif melalui kanal-kanal digital ,” jelasnya.
Menurut Galuh, edukasi halal sangat penting dilakukan, sebab kepedulian masyarakat terhadap halal semakin meningkat. Terlebih dirinya kerap menemukan banyak pertanyaan mendasar seputar halal di lapangan, terutama terkait status kehalalan produk, titik kritis, dan isu-isu tentang sertifikasi halal.
Lewat konten #BehindHalalCert, ia mencoba mengisi ruang edukasi dengan membahas isu aktual seputar sertifikasi halal secara ringan tapi tetap akurat. Sementara untuk membuka lebih luas awareness terkait pengetahuan makanan, aspek teknologi pangan dan titik kritis halal yang utuh, dihadirkan pada konten #BehindTheGastronomy.
Selain itu ada #HalalStory yang membahas tentang pelajaran dan insight seputar Islam di perjalanan kehidupan untuk self reminder, dan #HalalPlacetoGo, yakni konten membahas tentang tempat-tempat wisata muslim friendly. Semuanya menjadi platform edukasi yang efektif dan menarik bagi masyarakat.
“Terkadang masyarakat masih belum banyak yang secara proaktif mencari informasi mandiri terkait produk halal, maka dari itu peran edukator halal sangat penting untuk menjembatani informasi kepada masyarakat luas,” beber Galuh.
Top 6 Halal Content Creator
Dalam memperoleh sumber informasi mengenai kehalalan produk. Galuh merujuk kepada sumber-sumber yang terpercaya di antaranya regulasi BPJPH melalui official website dan instagramnya, berbagai Fatwa MUI, official website LPPOM dan beberapa rujukan buku seputar halal lainnya.
“Untuk pembahasan selain sertifikasi halal, seperti halal tourism ataupun sejarah dari gastronomy tertentunya merujuk kepada sumber-sumber kredibel yang dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Galuh memiliki beberapa portofolio kegiatan edukasi halal, dimulai dari menjadi Halal Food Developer yang membantu menciptakan menu halal dan edukasi proses sertifikasi halal kepada klien, kemudian menjadi Training Coordinator di lembaga pelatihan halal (IHATEC), guest host podcast Halaltalks bersama LPH LPPOM, serta menjadi narasumber di beberapa kampus, dan komunitas dakwah Islam.
Bahkan beberapa waktu lalu ikut aktif memberikan edukasi seputar halal tourism dengan mengikuti kunjungan Ziyarah Tourism Week di Uzbekistan pada tahun 2023, serta menjadi Top 6 Halal Content Creator Tank 2025 yang diadakan oleh HalalTrip di Singapore untuk mempresentasikan konsep halal tourism kepada para tourism board.
Sebagai seorang muslimah sekaligus edukator halal, ia percaya pembahasan halal bukan sekedar sebuah kewajiban, tapi sebuah jalan hidup yang bermakna. “Setiap informasi yang disampaikan dengan hati akan lebih mudah diterima, dan itulah semangat yang dibawa dalam setiap segmen konten yang dibuat dan dibagikan ke masyarakat,” ucap Galuh.
Halal Bukan Sekedar Label
Edukasi mengenai halal, tidak hanya penting bagi masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga sangat krusial bagi para produsen. Di sektor makanan misalnya, masyarakat membutuhkan jaminan makanan yang dikonsumsi sesuai dengan prinsip kehalalan. Di sisi lain, para pelaku usaha makanan memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan setiap menu yang ditawarkan telah memenuhi ketentuan halal.
Ironisnya meskipun kini kesadaran dan kewajiban sertifikasi halal di kalangan pelaku bisnis makanan meningkat. Namun, kenyataannya masih banyak restoran, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang belum memiliki sertifikat dan label halal.
Menyikapi restoran yang belum memiliki label halal, Galuh tidak serta-merta menyalahkan atau menghakimi, melainkan menekankan pentingnya pendekatan, sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku usaha restoran yang mungkin belum memiliki pemahaman atau kapasitas untuk melakukan sertifikasi halal.
“Saya percaya dari makanan yang halal, akan hadir keberkahan dan ketenangan jiwa. Karena salah satu hal yang dapat melejitkan doa adalah kehalalan dari apa yang kita konsumsi, baik dari segi zatnya maupun dari bagaimana cara mendapatkannya,” ujar dia.
Galuh menegaskan label halal sangat penting dalam memudahkan masyarakat untuk mengakses produk halal dengan nyaman dan praktis. Masyarakat awam yang kurang paham terkait dengan titik kritis halal yang kompleks akan sangat terbantu dengan mencari jaminan halal melalui produk berlogo halal.
Adanya label halal pada produk bukan hanya sekedar simbol, tapi bentuk tanggung jawab dan transparansi kepada konsumen. Di mana ada serangkaian proses yang harus dilalui untuk mendapatkan penjaminan halal tersebut dan secara berkelanjutan pelaku usaha harus menjaga komitmennya dalam menerapkan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) untuk produk yang diproduksinya.
Galuh melihat kepercayaan masyarakat sangat tinggi terhadap label halal, maka penting bagi para pelaku usaha untuk menjaga komitmennya. Selain itu sangat dibutuhkan pula pengawasan yang menyeluruh oleh para stakeholder halal untuk menjaga keseimbangan ekosistem halal dan trust masyarakat terhadap label halal.
“Edukasi halal diharapkan tidak berhenti hanya di tataran label, melainkan menjadi pemantik kesadaran untuk menjalani hidup yang lebih taat, lebih tenang, dan lebih berarti. Yang pada akhirnya, berbicara tentang halal adalah berbicara tentang keberkahan yang mengalir dalam setiap keputusan kita, apa yang kita makan, apa yang kita lakukan, dan ke mana kita melangkah,” tutupnya.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 07/Juli/2025