Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) di Shanghai, China
Tiara Aprilia | Januari 2026
Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) kembali memperkuat posisinya sebagai ajang halal global paling berpengaruh ketika Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE) menghadirkan MIHAS@Shanghai 2025 di National Exhibition and Convention Center (NECC), Shanghai, pada 5–10 November 2025. Diselenggarakan bersamaan dengan China International Import Expo (CIIE), MIHAS edisi internasional ini menjadi strategi besar Malaysia dalam mendekatkan diri dengan pasar China, salah satu pasar halal paling potensial di dunia.
MIHAS@Shanghai diorganisir oleh MATRADE bersama Kementerian Investasi, Perdagangan & Industri Malaysia (MITI), serta didukung oleh institusi pemerintah seperti MARA, SME Corp, FAMA, dan perwakilan pemerintah negara bagian. Edisi tahun ini MIHAS menghadirkan sekitar 250 perusahaan Malaysia dari berbagai sektor halal, termasuk makanan dan minuman, pertanian, FMCG, perangkat medis, dan jasa keuangan. Paviliun Malaysia seluas 2.000 m² menjadi paviliun TPO terbesar dalam CIIE.
Target awal MIHAS@Shanghai sebesar RM2,5 miliar melesat jauh setelah acara ditutup dengan total nilai perdagangan mencapai RM3,2 miliar. Dalam enam hari penyelenggaraan, tercatat 1.000 sesi pertemuan bisnis dan 16 MoU senilai RM922,5 juta ditandatangani. Salah satu motor utama keberhasilan tersebut adalah International Sourcing Programme (INSP), program padanan bisnis yang mempertemukan eksportir Malaysia dengan lebih dari 100 pembeli internasional, termasuk 20 pembeli premium dari China dan negara lainnya. Selain pameran dan temu bisnis, MIHAS@Shanghai juga berfungsi sebagai platform diplomasi ekonomi yang memperkuat hubungan strategis Malaysia–China, sekaligus mendukung Halal Industry Master Plan (HIMP) 2030 melalui penguatan ekspor, inovasi, dan rantai nilai halal.
Penyelenggaraan MIHAS@Shanghai memiliki nilai strategis yang besar. Keberadaannya membuka pintu bagi perusahaan Malaysia untuk memasuki pasar China yang sangat luas dan terus berkembang, sekaligus memperkuat kepemimpinan Malaysia dalam industri halal global. Bagi UMKM halal, MIHAS menjadi peluang emas untuk menembus pasar internasional tanpa perlu investasi besar dalam pembangunan jaringan distribusi. Selain itu, kolaborasi erat antara MATRADE dan CIIE Bureau membuktikan bahwa pameran perdagangan dapat menjadi alat diplomasi yang efektif dalam menghubungkan pasar, memperkuat hubungan bilateral, dan menciptakan peluang ekonomi jangka panjang.
Dari kesuksesan MIHAS@Shanghai 2025, beberapa pelajaran penting dapat dipetik untuk masa depan industri halal. Strategi “halal diplomacy” terbukti menjadi pendekatan yang berdampak besar yang menggabungkan aspek perdagangan, hubungan internasional, dan kepentingan nasional. Digitalisasi dan platform matchmaking seperti INSP menunjukkan bahwa efisiensi dan konektivitas adalah kunci bagi percepatan ekspor halal.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 07/Nov-Des/2025