Makkah Halal Forum 2026
Tiara | 11 Maret 2026
HalalReview.co.id – Makkah Halal Forum 2026 diselenggarakan pada 14–15 Februari 2026 di Makkah Chamber Exhibition & Events Center, Kota Makkah, Arab Saudi. Forum edisi ketiga ini digagas oleh Manafea Initiative di bawah Makkah Chamber of Commerce dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai negara, terdiri atas regulator, otoritas halal, lembaga sertifikasi, lembaga akreditasi, pelaku industri, akademisi, hingga investor global.
Hari pertama, dibuka dengan panel bertajuk “Halal as a Global Professional Identity.” Secretary-General Islamic Chamber of Commerce and Development, Yousef Khalawi, menekankan industri halal tengah mengalami transformasi kualitatif. Industri ini mendapat tantangan membangun identitas profesional global berbasis kualitas, efisiensi rantai pasok, keberlanjutan, serta daya saing merek. Ia juga menyoroti meningkatnya kompetisi dari perusahaan Eropa dan Amerika Serikat yang telah mengembangkan lini produksi halal khusus dengan sistem logistik modern dan fleksibel.
Memperkuat perspektif tersebut, panel bertajuk “Building Halal Brands as a Tool for Global Positioning” mengulas strategi konkret dalam membangun merek halal yang mampu bersaing di pasar internasional. Para pembicara menegaskan bahwa kepercayaan publik merupakan fondasi utama brand halal, yang harus diperkuat melalui konsistensi kualitas, transparansi sumber bahan baku, kepastian standar keamanan, serta sensitivitas terhadap karakteristik budaya di setiap negara tujuan ekspor.
Komitmen harmonisasi standar dan penguatan ekosistem tersebut kemudian diwujudkan dalam agenda seremoni resmi pada 15 Februari 2026. Dalam rangkaian Opening Ceremony, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menandatangani Amandemen Memorandum Saling Pengertian dengan CEO Saudi Halal Center (SHC) Abdulaziz Alrushodi, disaksikan Menteri Perdagangan Arab Saudi Majid bin Abdullah Al Qasabi, Presiden Saudi Food and Drug Authority (SFDA) Hisham S. Aljadhey, serta Ketua Islamic Chamber Abdullah bin Saleh Kamel. Kerja sama mencakup harmonisasi mekanisme sertifikasi, integrasi sistem digital melalui pertukaran data, serta penyesuaian penggunaan logo halal kedua negara untuk lima tahun ke depan.
Titi Khoiriah, Kepala Badan Ekonomi Syariah Kadin Indonesia, menjadi panelis dengan paparan bertajuk “Potensi dan Peran Indonesia pada Global Halal Ecosystem.” Ia menyampaikan bahwa Indonesia memiliki modal strategis berupa populasi muslim terbesar di dunia, pasar domestik yang kuat, serta kapasitas industri yang terus berkembang. Melalui penguatan kerja sama bilateral, integrasi rantai pasok, dan peningkatan kualitas standar, Indonesia diproyeksikan dapat menjadi salah satu motor pertumbuhan halal global.
Keberadaan forum ini memberikan manfaat strategis antara lain memperluas jejaring bisnis lintas negara, mendorong penyelarasan standar halal global, mempercepat transformasi digital sistem sertifikasi, serta membuka peluang investasi baru di sektor halal untuk membangun tata kelola halal yang transparan, efisien, dan berkelanjutan di tengah dinamika perdagangan internasional.
Artikel ini dipublikasikan dalam Majalah Halal Review Edisi 1/Januari-Februari/2026 yang dapat diakses melalui tautan berikut:https://ihatecpublisher.com/majalah/halal-review-edisi-01-januari-februari-2026/