Indonesia Perkuat Kepemimpinan Halal Global melalui H20 Summit 2025
Tiara Aprilia | Januari 2026
BPJPH kembali menegaskan perannya dalam tata kelola halal dunia melalui keikutsertaan pada H20 Summit 2025 yang berlangsung pada 15–17 November di Qurtuba Convention Center, Johannesburg, Afrika Selatan. Forum internasional ini menghadirkan 233 peserta dari 49 negara yang terdiri atas regulator halal, lembaga sertifikasi halal, akademisi, hingga pelaku industri. Pada pertemuan tersebut, Indonesia tampil sebagai salah satu aktor kunci dalam upaya harmonisasi standardisasi halal global.
Kepala BPJPH, Haikal Hasan, menerima International Recognition Award sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam memperkuat kolaborasi halal internasional. Penghargaan ini juga mencerminkan pengakuan dunia terhadap kiprah Indonesia dalam mendorong keterbukaan, penyelarasan standar, dan peningkatan kredibilitas sertifikasi halal global. Haikal menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan di Indonesia.
Salah satu capaian penting dalam H20 Summit 2025 adalah diterbitkannya Recognition Agreement untuk 31 Lembaga Halal Luar Negeri dari 21 negara. Pengesahan ini menjadi langkah monumental dalam mempermudah arus sertifikasi, memperkuat kepercayaan antarnegara, serta mendukung kelancaran ekspor produk halal Indonesia. Dengan adanya pengakuan timbal balik, pelaku industri kini memiliki jalur yang lebih efisien untuk memasuki pasar internasional.
Pertemuan ini juga menghasilkan komunike global yang menyoroti pentingnya percepatan transformasi digital dalam tata kelola halal. Delegasi menyepakati perlunya integrasi data lintas negara, pengembangan sistem digital yang transparan, serta pemanfaatan teknologi seperti blockchain dan pelacakan berbasis QR. Digitalisasi dianggap sebagai fondasi baru untuk menjamin keamanan, kecepatan, dan keandalan proses sertifikasi halal di masa depan.
Melalui rangkaian agenda, diskusi, dan kesepakatan yang tercapai, H20 Summit 2025 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempertegas posisi strategis dalam ekosistem halal dunia. Dengan kekuatan diplomasi, rekognisi internasional, dan komitmen terhadap modernisasi sistem, BPJPH membawa optimisme baru bahwa tata kelola halal global dapat berkembang lebih inklusif, terstruktur, dan berdaya saing.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 07/November-Desember/2025