Halal Sebagai Diferensiasi dan Nilai Tambah
Mohamad| 13 Februari 2026
Berkat sertifikasi yang sesuai standar keamanan pangan dan kehalalan produk, Aerofood ACS sukses menjaga reputasinya sebagai penyedia layanan premium katering terbaik di kelasnya.
Kala berpergian menggunakan layanan maskapai Garuda Indonesia ataupun Citilink, kerap kali kita disuguhkan makanan selama penerbangan, baik makanan gratis maupun yang berbayar. Kuliner yang ditawarkan pun sangat variatif dan lengkap, mulai dari makanan khas nusantara hingga makan mancanegara.
Tak hanya dari tampilan saja yang menarik, dari segi rasa makanan yang disajikan juga sangat otentik. Di balik menu-menu yang menggugah selera tersebut, terdapat Aerofood ACS, penyedia layanan inflight catering bertaraf internasional di bawah payung Garuda Indonesia Group.
Direktur Strategi dan Komersial PT Aerofood Indonesia, Emil Fadilah, menceritakan, Aerofood ACS, memiliki perjalanan panjang selama 50 tahun sebagai penyedia layanan Inflight Catering di Indonesia. Dirunut sejak berdirinya di tahun 1974, operasinya dimulai di bawah nama PT Aero Garuda Dairy Farm, selanjutnya pada tahun 1982 berganti nama menjadi PT Angkasa Citra Sarana Catering Service.
Seiring perkembangan usaha, maka di tahun 2011 kembali berganti nama menjadi PT Aerofood Indonesia dengan merek Aerofood ACS hingga sekarang. “Awalnya hanya mendukung layanan Garuda Indonesia, kemudian berkembang melayani penyediaan makanan bagi maskapai internasional. Saat ini kami melayani hampir 30 maskapai asing,” tuturnya.
Didukung tujuh dapur di bandar udara utama di Indonesia yang berlokasi di Medan, Tangerang, Yogyakarta, Surabaya, Balikpapan, Denpasar, dan Lombok, yang tersertifikasi lengkap sesuai standar keamanan pangan internasional. Aerofood ACS siap untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggannya akan katering berkualitas dan terjamin.
Garap Industrial Catering
Sebagai penyedia layanan inflight catering terbesar di Indonesia, perusahaan di bawah PT Aerowisata tersebut tertantang untuk melebarkan sayap bisnisnya. Maka pada tahun 2002, Aerofood ACS mulai masuk segmen bisnis ke nonpenerbangan, yakni industrial catering. Lini bisnis melayani perusahaan terkemuka di industri rumah sakit, manufaktur, pertambangan, minyak dan gas, perkantoran, sekolah, dan learning center.
“Untuk industrial catering, dapurnya berada di masing–masing perusahaan. Aerofood ACS menjadi operator bagi penyediaan makanan, mulai dari mendatangkan material, proses hingga layanan penyajian. Saat ini proporsinya 75% inflight catering dan 25% industrial catering, yang angkanya diproyeksi akan terus bertumbuh menimbang potensi pasarnya di Indonesia sangat besar,” beber Emil.
Demi menjangkau pelanggan yang lebih luas di industrial catering, selain menyediakan makanan bernutrisi dengan variasi menu beragam yang memenuhi standar keamanan terbaik di kelasnya, Aerofood ACS juga memberikan layanan konsultasi untuk membantu para pelanggan dalam memenuhi kebutuhan katering, melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) yang akurat dan tenaga profesional yang kompeten di bidangnya.
Tak berpuas di situ, Aerofood ACS semakin akseleratif dalam menangkap peluang bisnis. Konkret pada tahun 2008 melakukan perluasan jangkauan bisnisnya dengan melayani segmen Retail Business to Consumer (B2C) yang mencakup layanan F&B dan merchandise. Kemudian melengkapi layanan prima dari Garuda Indonesia, Aerofood ACS melakukan diversifikasi usaha dengan menyediakan layanan laundry pada tahun 2010.
“Kami menyediakan layanan laundry yang profesional dengan standar kebersihan terbaik, melalui fasilitas laundry berskala besar di Jakarta dan Denpasar untuk menangani inflight laundry. Kelebihan kapasitas dari kedua fasilitas ini diprospek melayani laundry untuk perusahaaan-perusahaan, hotel dan restoran,” sebut Emil.
Tingkatkan Kepercayaan Konsumen
Aerofood ACS berkomitmen penuh terhadap peningkatan kualitas pasokan makanan dan layanannya, baik bagi maskapai penerbangan maupun industri. Terbukti dengan keberadaan manajemen yang handal, staf yang profesional, dan sertifikasi yang lengkap, meliputi Sertifikat Laik Hygiene, Sertifikat SMK3, Sertifikat ISO hingga Sertifikat Halal.
Emil menegaskan bahwasanya seluruh makanan yang disajikan oleh Aerofood ACS sudah dijamin kehalalannya dengan lolos audit oleh MUI dan secara resmi mendapatkan Sertifikat Halal. Setiap makanan yang dihasilkan berasal dari bahan baku, fasilitas produksi, sampai proses pembuatannya yang sesuai standar kehalalan, jadi sangat ramah bagi pelanggan muslim. Dalam hal ini Aerofood ACS hanya menerima bakan baku dari pemasok bersertifikat halal.
“Sejak 10 tahun lalu Aerofood ACS telah menetapkan halal menjadi strategi bagi keberlanjutan bisnis perusahaan. Kami menonjolkan katering halal sebagai diferensiasi dari kompetitor dan nilai tambah, mengingat produk halal sudah menjadi tuntutan dan persyaratan dari konsumen,” ungkapnya.
Sandi Frida, Senior Manager Quality Assurance PT Aerofood Indonesia, mengemukakan, Aerofood ACS memperoleh Sertifikat Halal pertamanya sejak tahun 2003 untuk dapur dan produknya di unit Cengkareng-Jakarta. Selanjutnya setiap unit baru, otomatis akan dilakukan sertifikasi halal untuk dapur dan produknya, baik dapur inhouse maupun kerjasama. Bahkan ketika bermitra dengan katering lain, maka mereka disyaratkan dan diwajibkan harus memenuhi sertifikasi halal.
Konsep halal pun sudah menjadi budaya pengembangan sumber daya manusia di perusahaan. Dimana seluruh karyawan harus mengikuti pelatihan wajib (mandatory training) untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk mencapai tingkat kompetensi yang diinginkan. Terkait dengan kesehatan, dan keselamatan, termasuk tentang halal.
“Pelatihan wajib terkait halal ini dilaksanakan sejak pertama direkrut dan dilaksanakan berkala setiap tahunnya. Hasil pelatihan akan dievaluasi untuk memastikan kompetensi peserta pelatihan dan perbaikan sistem jaminan halal sesuai dengan persyaratan sertifikasi halal,” jelas Sandi.
Aerofood ACS juga membentuk tim manajemen halal yang telah memiliki sertifikat kompetensi di tiap unit. Ini dikarenakan setiap unit memiliki profil konsumen yang berbeda. Meskipun fasilitasnya tidak sama persis tetapi masih satu standar di bawah divisi HSE (Health, Security, and Environment).
Selain membangun kesadaran (awareness) tetang halal di lingkungan internal. Secara eksternal juga konsep halal dikomunikasi ke konsumen, diantaranya menyematkan logo halal di hilift truck, armada kendaraan pengangkut Aerofood ACS yang disiapkan untuk mengantarkan makanan dari dapur ke bandara–bandara. Kemudian pencantuman logo halal di meal box untuk industrial catering.
“Sertifikat halal dan logo halal pada produk sangat penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan mempengaruhi keputusan pembelian mereka. Dalam industri katering, kepercayaan dan reputasi adalah faktor kunci meningkatkan kepuasan pelanggan dan membuat mereka lebih setia,” pungkas Emil.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 04/April/2024