Bangun Kepercayaan Konsumen Lewat Konsep Halal
Mohammad | 8 Januari 2026
“Dengan memanfaatkan konsep halal secara menyeluruh, Aice tidak hanya memenuhi harapan konsumen yang memperhatikan kehalalan produk tetapi juga membangun kepercayaan konsumen terhadap brand-nya,” Jason Liu.
Sejatinya sejak lama es krim menjadi camilan dingin yang disukai oleh masyarakat dunia, tak terkecuali di Indonesia. Namun, pada kenyataannya sebelum tahun 2015, es krim khususnya produk yang bermerek hanya dibeli dan dinikmati sebagian orang saja karena harganya masih relatif tinggi.
Aice terdaftar sebagai perusahaan es krim di Singapura pada bulan Maret 2015. Disaat yang bersamaan memutuskan membangun pasar es krim pertamanya di Indonesia karena melihat aksesibilitas masyarakatnya terhadap produk es krim masih menjadi kendala, dan konsumsinya tergolong rendah dibandingkan negara serumpunnya, Singapura dan Malaysia.
“Ceruk pasar inilah yang menjadi peluang bagi Aice untuk menggarap pasar Indonesia dengan membawa konsep es krim yang inovatif, berkualitas, dan dengan harga terjangkau, sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya yang mencari produk berkualitas namun tetap terjangkau,” terang Jason Liu, Chief Brand Officer Aice.
Jason membeberkan faktor utama yang melatarbelakangi keputusan Aice berinvestasi di Indonesia karena melihat potensi pasar yang sangat menjanjikan sebagai salah satu negara di Asia Tenggara dengan pertumbuhan ekonomi yang kompetitif dan masih akan positif. Selain itu tingginya potensi pertumbuhan industri es krim seiring dengan peningkatan pendapatan dan tingkat konsumsi masyarakatnya.
Tak hanya menghadirkan produk yang berkualitas dan terjangkau. Perusahaan berlisensi Singapura tersebut juga sangat berkomitmen untuk menyediakan produk es krim yang sesuai dengan prinsip-prinsip halal, serta memberikan pilihan yang aman dan dapat dikonsumsi oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Konkretnya Aice telah meraih sertifikasi halal dari MUI untuk produk-produknya sejak pertama kali dipasarkan di Indonesia. Dengan memperoleh sertifikasi halal, Aice berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap tahap produksi, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses pembuatan, mematuhi standar kehalalan yang ketat.
Penerapan standarisasi halal pada keseluruhan proses dari R&D hingga manufaktur produksi yang ketat oleh Aice membuat kualitas produk terjamin dan mendapatkan kepercayaan konsumen. Terus memperluas dan meningkatkan produk halal untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin berkembang.
“Sertifikasi halal menjadi landasan kuat dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap produk Aice. Hal ini juga mencerminkan kesungguhan Aice dalam menyajikan produk es krim yang tidak hanya lezat tetapi juga sesuai dengan nilai-nilai kehalalan yang dihargai oleh konsumen,” ungkap dia.
Aice sudah memiliki total empat pabrik yang telah tersertifikasi halal yakni Mojokerto-Jawa Timur, Cikarang-Jawa Barat, Kawasan Industri Sei Mangkei-Sumatera Utara, dan pabrik terbaru di Filipina. Bisnis Aice kini telah berkembang di enam negara, meliputi Indonesia, Filipina, Vietnam, Kamboja, Timor Leste, dan Laos.
Tak hanya sertifikasi halal untuk produk, dan implementasi sistem jaminan halal dalam seluruh rantai produksinya, beberapa langkah penting juga dilakukan perusahaan dalam memastikan produk memenuhi standar kehalalan, seperti memberikan informasi yang transparan kepada konsumen mengenai kehalalan produk Aice.
Label dan materi pemasaran digunakan Aice untuk menyediakan informasi yang jelas dan mudah dimengerti tentang status kehalalan setiap produk. Selanjutnya dalam pengembangan produk baru, diperhatikan pula tren dan kebutuhan pasar halal, dengan menciptakan variasi rasa yang sesuai selera konsumen dan memperhatikan kehalalan produk.
Pemantauan dan Pengawasan yang Ketat
Aice Group, berhasil memperoleh penghargaan dalam kategori es krim pada “Top Halal Award 2023” yang diselenggarakan IHATEC Marketing Research. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan Aice dalam memposisikan dirinya sebagai pemimpin dalam industri es krim di Indonesia, dengan diakui oleh konsumen akan kualitas dan kehalalan produknya.
Jason menyebutkan Top Halal Award merupakan salah satu bentuk perwujudan komitmen yang kuat dari Aice terhadap kehalalan produknya, sekaligus kontribusinya terhadap pengembangan ekosistem halal di Indonesia. “Ini menunjukan peningkatan kesadaran konsumen dan kepercayaan pada sertifikasi halal menciptakan pangsa pasar yang penting,” imbuh dia.
Untuk menjaga kehalalan produknya, Aice menerapkan strategi yang komprehensif dan terstruktur. Beberapa strategi kunci yang diterapkan perusahaan dalam menjaga kehalalan produknya, seperti implementasikan sistem jaminan halal yang mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusi produk.
Sistem ini dirancang untuk memastikan setiap tahapan proses mematuhi standar kehalalan yang ditetapkan oleh otoritas halal. Aice sendiri sangat memperhatikan pemilihan bahan baku yang sesuai dengan prinsip kehalalan. Walhasil, perusahaan sangat fokus bekerja sama dengan pemasok yang dapat menyediakan bahan baku halal dan memastikan bahwa setiap komponen produk memenuhi persyaratan kehalalan.
“Aice memiliki mekanisme pemantauan dan pengawasan yang ketat terhadap seluruh tahapan produksi. Hal ini termasuk pengujian bahan baku dan produk secara berkala untuk memastikan kehalalan dan keamanan produk,” ucap Jason mengklaim.
Tak dimungkiri pelatihan karyawan merupakan elemen penting dalam menjaga kehalalan produk. Sebab itu Aice memberikan pelatihan secara berkala kepada seluruh stafnya untuk memastikan pemahaman yang mendalam tentang kebijakan dan prosedur kehalalan. Ini mencakup pemahaman tentang bahan baku halal, proses produksi yang benar, dan kepatuhan terhadap standar halal.
Selanjutnya secara rutin perusahaan melakukan audit internal untuk menilai kepatuhan terhadap prosedur kehalalan. Termasuk menjalin kerjasama dengan pihak eksternal yang kompeten untuk melakukan audit independen, sehingga memastikan bahwa standar kehalalan diikuti secara ketat.
Kolaborasi dengan lembaga halal terkemuka dan berkompeten dalam sertifikasi dan pengawasan kehalalan produk, seperti LPPOM MUI atau lembaga sertifikasi halal internasional juga dilakukan Aice supaya memberikan pemahaman yang mendalam tentang perubahan regulasi, standar, dan praktik terbaik terkait kehalalan.
Jadi Strategi Integral Perusahaan
Konsep halal telah menjadi strategi integral dalam pemasaran brand Aice. Dalam aktivitas pemasarannya, Aice menekankan status kehalalan produknya dengan menggunakan komunikasi yang jelas dan terbuka di berbagai materi pemasaran. Hal ini termasuk label produk, situs web resmi, materi promosi, dan materi pemasaran lainnya. Informasi tersebut dirancang untuk memberikan keyakinan kepada konsumen bahwa produk Aice memenuhi standar kehalalan.
“Logo sertifikasi halal yang menjadi simbol jaminan kehalalan yang diakui oleh lembaga sertifikasi terkemuka secara aktif dimanfaatkan Aice dalam kegiatan promosi untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan membedakan produknya di pasar,” ungkap Jason.
Strategi pemasaran Aice terkait konsep halal juga diterapkan dalam kampanye pemasaran khusus yang menekankan kehalalan produknya, edukasi dalam pemasaran untuk meningkatkan pemahaman konsumen tentang keuntungan dan nilai-nilai kehalalan, dan berpartisipasi dalam program halal atau mendukung inisiatif halal yang dapat meningkatkan profil brand dan mendukung visi kehalalan produk.
“Melalui integrasi konsep halal ke dalam strategi pemasaran, Aice tidak hanya membangun kepercayaan konsumen yang lebih kuat tetapi juga memanfaatkan kebutuhan dan preferensi konsumen yang semakin berkembang terhadap produk Halal. Strategi ini membantu Aice untuk menjadi pilihan yang relevan dan diinginkan di pasar yang semakin sensitif terhadap kehalalan,” beber Jason.
Adapun penerapan konsep halal bertujuan untuk meningkatkan brand image dan corporate image. Pasalnya, sertifikasi halal dan penekanan pada kehalalan produk membantu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap brand Aice. Konsumen yang memperhatikan kehalalan cenderung merasa lebih percaya dan yakin terhadap produk-produk yang memiliki sertifikasi halal.
“Konsep halal juga dapat meningkatkan daya tarik Aice di pasar global, terutama di negara-negara dengan populasi mayoritas muslim. Pemahaman dan komitmen Aice terhadap kebutuhan konsumen muslim dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan citra brand di tingkat internasional,” tutup Jason.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 01/Januari/2024