Jawa Barat Mendunia Sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim
HalalReview.co.id – Jawa Barat meraih penghargaan internasional sebagai destinasi wisata ramah Muslim dalam ajang penghargaan bergengsi Halal in Travel Global Summit 2026. Acara penghargaan ini berlangsung pada 17-18 Juni 2026 di Singapura.
Penghargaan ini membuktikan bahwa Jawa Barat layak menjadi destinasi wisata yang bisa dikunjungi umat Muslim di seluruh dunia. Prestasi ini juga menjadi keberhasilan pemerintah dalam mengembangkan ekosistem wisata ramah Muslim berstandar global.
Penilaian Penghargaan Most Promising Muslim-Friendly Region of The Year
Kategori Most Promising Muslim-Friendly Region of The Year menilai kualitas destinasi wisata berdasarkan skor Global Muslim Travel Index (GMTI) oleh Mastercard dan CrescentRating.
Untuk mendapatkan penghargaan ini, Jawa Barat harus melalui serangkaian penilaian. Penilaian penghargaan ini berdasarkan ketersediaan fasilitas ramah Muslim, kesiapan industri pariwisata, inovasi pengembangan destinasi, serta dukungan pemerintah.
Pemberian penghargaan tersebut kepada wilayah anggota Organisasi Kerja Sama Islam yang menunjukkan perkembangan paling menjanjikan dalam sektor pariwisata ramah Muslim.
Strategi Jawa Barat dalam Mengembangkan Sektor Wisata Ramah Muslim
Dalam ajang Halal in Travel Global Summit 2026, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan hadir untuk menerima penghargaan tersebut.
Iendra meyampaikan terima kasih karena penghargaan tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Kerja sama ini yang membangun pariwisata Jawa Barat memiliki daya saing.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada para pelaku bisnis pariwisata di Jawa Barat atas dukungannya. Terima kasih juga saya sampaikan kepada rakyat Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat, serta Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dan tentu saja CrescentRating (inisiator acara),” ucap Iendra.
Dalam hal ini, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi yang terpenting. Hal ini menjadi strategi yang berperan besar dalam mengembangkan Jawa Barat menjadi destinasi wisata ramah Muslim.
Iendra menambahkan bahwa penghargaan ini dapat memotivasi masyarakat dalam meningkatkan pariwisata Muslim di Jawa Barat. Iendra juga mengajak peserta yang hadir untuk berkunjung ke Jawa Barat.
“Penghargaan ini didedikasikan untuk semua wisatawan yang datang ke Jawa Barat. Penghargaan ini juga sekaligus untuk memotivasi peningkatan dan pengembangan pariwisata Muslim di Jawa Barat, dan tentu saja untuk mendukung penilaian tingkat nasional. Silakan datang ke Provinsi Jawa Barat. Terima kasih banyak,” tambah Iendra.
Pencapaian ini dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke Jawa Barat sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini juga memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu destinasi unggulan wisata ramah Muslim di Indonesia.
Selain itu, pengembangan wisata ramah Muslim juga membuka peluang bagi pelaku usaha lainnya, seperti hotel restoran, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pengembangan Wisata di Jawa Barat
Jawa Barat memiliki alam yang indah sehingga tidak heran banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi. Banyaknya destinasi wisata ini sebenarnya berpotensi merusak alam. Oleh karena itu, pemerintah selalu menghimbau masyarakat untuk selalu menjaga sumber daya alam Jawa Barat supaya tetap asri.
Selain itu, pemerintah juga mengambil langkah tegas untuk menghentikan izin pembangunan tempat wisata di kawasan hutan. Langkah ini untuk mencegah terjadinya bencana alam yang bisa datang kapan saja.
Pengembangan wisata di Jawa Barat berfokus pada konsep pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat, ramah lingkungan, dan kearifan lokal. Salah satu langkahnya dengan mengembangkan desa wisata di Jawa Barat.
Sebanyak 271 desa di Jawa Barat diproyeksikan berkembang menjadi desa wisata secara bertahap. Langkah ini untuk memberdayakan masyarakat sesuai dengan konsep pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat. Selain itu, langkah ini juga meningkatkan perekonomian Jawa Barat di bidang industri pariwisata.
Pengembangan desa wisata Jawa Barat juga bisa berpotensi menjadi destinasi wisata ramah Muslim. Dengan penyediaan fasilitas yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim, seperti tempat ibadah yang memadai dan pilihan kuliner halal, desa-desa wisata dapat menawarkan pengalaman berwisata yang nyaman dan berkesan.
Adanya penghargaan ini, menjadi langkah awal untuk mengembangkan destinasi wisata di Jawa Barat menjadi lebih ramah Muslim. Selain itu, membuka peluang lebih besar untuk menarik wisatawan mancanegara, meningkatkan perekonomian daerah, dan memperkenalkan kekayaan alam serta budaya Jawa Barat di kancah internasional.