Usung Komitmen Halal Berkelanjutan
Syauqi Ahmad | 30 Maret 2026
Sebagai produsen makanan olahan, Arnott’s Indonesia paham halal telah menjadi preferensi bagi sebagian besar konsumen di negara mayoritas muslim. Oleh karena itu dalam pengembangan pasarnya, perusahaan ini mengusung halal sebagai bagian dari keunggulan strategi.
HalalReview.co.id – Saat ini halal tengah menjadi perhatian yang penting dan tidak boleh dilupakan, bagi para pelaku usaha dan konsumen tentunya. Selain sebagai persyaratan yang diwajibkan di Indonesia, halal juga sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian besar konsumen. Seperti yang pernah diungkap Haikal Hasan, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), “Halal is not just about religion. Halal is lifestyle”.
Bahkan negara yang bukan mayoritas muslim saat ini pun mulai memiliki preferensi terhadap produk halal. Mereka menilai, produk halal sebagai produk yang berkualitas, sehat, dan bersih. Tak terbatas pada produk makanan dan minuman, sertifikasi halal juga banyak diterapkan pada produk lain seperti obat dan kosmetik.
Indonesia saat ini menjadi negara dengan penduduk muslim kedua terbesar di dunia, merupakan salah satu pasar yang besar untuk produk halal. Termasuk sejumlah negara muslim yang potensial menjadi tujuan ekspor produk halal, seperti Malaysia, Uni Emirat Arab, dan negara Timur Tengah lainnya.
Arnott’s Indonesia telah menyadari potensi pasar halal di Indonesia dan luar negeri. “Bahkan Indonesia telah mewajibkan sertifikasi halal untuk semua produk yang diedarkan di dalam negeri. Hal ini akan memberikan perlindungan lebih kepada konsumen untuk produk halal,” ujar Dwiyanto Kurniawan, R&D Regulatory & System Manager Arnott’s Indonesia kepada Halal Review.
Arnott’s Indonesia sejauh ini termasuk perusahaan yang berkomitmen tinggi untuk menghasilkan produk halal. Untuk itu semua bahan, fasilitas dan produk harus sesuai dengan persyaratan produk halal. “Kami pun mencantumkan logo halal pada produk yang dijual untuk produk ekspor. Hal ini juga bertujuan memberikan informasi ke semua konsumen di negara mana pun bahwa produk Arnott’s Indonesia adalah halal. Dengan demikian, konsumen akan lebih tenang dan yakin dengan produk PT Arnott’s Indonesia,” urai pria yang akrab disapa Iwan.
Soal halal, Arnott’s pertama kali mendapatkan sertifikat halal sudah cukup lama yakni sebelum 2008. Dengan kata lain, Arnott’s Indonesia termasuk perusahaan terdepan dalam mengaplikasikan konsep halal.
Sampai saat ini, terdapat puluhan produk aktif terjual dan memiliki sertifikat halal yang diedarkan ke berbagai negara. Jenis produk Arnott’s yang didaftarkan adalah biskuit, kukis, krekers, makanan ringan dengan berbagai brand seperti Arnott’s, Nyam Nyam, Good Time, dan Stikko.
Untuk menciptakan produk-produk berkualitas dan halal, PT Arnott’s Indonesia didukung satu pabrik yang sudah tersertifikasi halal, yang berlokasi di kota Bekasi, Jawa Barat. Selain itu, untuk dapat memenuhi persyaratan halal di luar negeri, salah satu pabrik yang merupakan The Arnott’s Group juga melakukan sertifikasi halal yaitu pabrik Campbell Cheong Chan (Malaysia) Sdn Bhd, yang berlokasi di Malaysia. “Bahkan pabrik tersebut sudah tersertifikasi halal oleh BPJPH dan juga JAKIM,” sebut Iwan bangga.
Halal Sebagai Strategi Unggulan
Komitmen kuat Arnott’s terhadap halal, diterapkan juga pada setiap produk baru yang akan diedarkan. Iwan memastikan Arnotts’s melakukan sertifikasi halal untuk setiap produk baru tersebut. Selain karena persyaratan wajib untuk pasar Indonesia, kehalalan produk sudah menjadi preferensi sebagian besar konsumen terutama di negara dengan mayoritas muslim. Menariknya, untuk negara yang bukan mayoritas muslim pun, Arnott’s menjual produk yang halal.
Halal bagi perusahaan telah menjadi hal yang sangat penting bagi brand image dan corporate image. Terlebih lagi PT Arnott’s Indonesia memiliki target konsumen di negara mayoritas muslim seperti Indonesia, Malaysia dan Timur Tengah.
Adapun terkait strategi Perusahaan dalam menjaga kehalalan produknya, PT Arnott’s Indonesia melakukan penjagaan sistem guna menjalankan seluruh manual Sistem Jaminan Produk Halal dan Prosedur halal.
Iwan menuturkan, sistem tersebut senantiasa disosialisasikan kepada karyawan yang bertanggung jawab di bagiannya masing-masing. Kemudian yang tak kalah penting juga adalah audit untuk memastikan implementasi terhadap prosedur yang sudah ditetapkan. Selain itu diskusi dengan manajemen puncak juga menjadi salah sarana untuk memastikan sistem berjalan baik dan mendapat dukungan penuh dari manajemen.
“Oleh karena itu kami telah membentuk tim manajemen halal yang beranggotakan beberapa karyawan yang bekerja di berbagai bagian. Tim manajemen halal ini menjadi penanggung jawab di setiap area. Tim ini akan selalu memperhatikan aspek kehalalan produk dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya,” Iwan menjelaskan.
Dari langkah-langkah tersebut, Iwan menegaskan jika PT Arnott’s Indonesia telah menunjuk tim yang menjadi garda terdepan untuk menjaga kehalalan produk. Selain itu, untuk tim akan selalu diberikan refreshment training paling sedikit setahun sekali dan pelatihan eksternal ke lembaga pelatihan yang tersedia.
Pelatihan ini bertujuan untuk selalu memperoleh update terhadap adanya informasi peraturan dan persyaratan sertifikasi halal. Juga untuk memastikan tim senantiasa memahami tugas dan tanggung jawabnya pada sistem jaminan produk halal.
“Tentunya IHATEC menjadi salah satu partner kita dalam melakukan training eksternal guna memastikan Penyelia Halal terus mendapatkan update terbaru dari persyaratan halal,” tutup Iwan.
Artikel ini dipublikasikan dalam Majalah Halal Review Edisi 3/Maret-April/2025 yang dapat diakses melalui tautan berikut:https://ihatecpublisher.com/majalah/halal-review-edisi-03-mar-apr-2025/