Citra Halal Telah Melekat pada Produk
Mohamad | 3 Maret 2026
Dengan jumlah produk yang besar dan kekuatan mereknya, Dua Kelinci berhasil memanfaatkan sertifikasi halal untuk memastikan setiap produk mereka dapat dinikmati oleh konsumen.
HalalReview.co.id – Tren halal telah menjadi salah satu fenomena penting di dunia bisnis global, menarik perhatian masyarakat luas serta perusahaan dari berbagai sektor di dunia. Gaya hidup halal (halal lifestyle) menjadi faktor pendorongnya, di mana produk-produk halal tidak hanya sekadar menjadi pilihan umat Islam, namun telah berkembang menjadi tren yang diadopsi oleh masyarakat umum, termasuk di negara-negara nonmuslim.
Slamet Subiyanto, Quality Sub Department Head PT Dua Kelinci, mengatakan halal telah menjadi bagian dari gaya hidup dan kesadaran masyarakat mengenai produk halal semakin meningkat. Kini mereka tidak hanya mencari produk yang halal, tetapi juga peduli terhadap bagaimana produk tersebut diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi.
Menariknya saat ini tren bisnis halal tidak hanya sebatas nama, namun telah sesuai prosedur dan ketentuan syariat. Apalagi keberadaan badan sertifikasi halal yang ada di berbagai negara menjadi jaminan produk yang dihasilkan telah melalui proses yang sesuai dengan ketentuan agama, sehingga semakin memperkuat legitimasi dan kepercayaan konsumen terhadap produk halal.
Menurut Subiyantoro, potensi pasar produk halal baik di Indonesia maupun secara global sangat besar. Diproyeksikan pasarnya akan terus tumbuh di masa depan, seiring dengan pertumbuhan populasi muslim yang diperkirakan jumlahnya akan mencapai 2,2 miliar jiwa pada tahun 2030.
“Di Indonesia sendiri kebutuhan akan produk halal semakin meningkat, seiring dengan bertambahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi produk yang sesuai dengan syariat. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam industri halal global,” sebutnya.
Peluang besar ini mendorong perusahaan di seluruh dunia untuk menyesuaikan diri. Sebagai salah satu produsen makanan ringan terkemuka di Indonesia, Dua Kelinci pun telah memanfaatkan sertifikasi halal secara maksimal untuk mendukung keberhasilan bisnisnya.
Seluruh produk yang dihasilkan Dua Kelinci telah memiliki sertifikat halal. Untuk kategori makanan ringan siap santap, perusahaan ini memiliki merek Dua Kelinci, Sukro, Tic Tac, Deka, Tos Tos, Usagi, Fuzo, Pilus, Sari Gurih, Rege, Roni, dan Tato Tato. Sementara untuk kategori minuman dan bahan minuman, memiliki merek Sirjus.
Jaga Konsistensi dan Kualitas Kehalalan
Beragam manfaat yang didapat Dua Kelinci dengan memiliki sertifikat halal, seperti meningkatkan kepercayaan konsumen. Pasalnya, produk-produk yang bersertifikasi halal memberikan rasa aman dan nyaman bagi konsumen, terutama bagi masyarakat muslim yang sangat memperhatikan aspek kehalalan dalam makanan dan minuman yang mereka konsumsi.
Subiyantoro mengemukakan, sekarang ini sertifikasi halal menjadi faktor penting dalam keputusan membeli dan memenangkan hati konsumen yang lebih luas. “Dengan menjual produk yang sudah bersertifikasi halal, masyarakat tidak akan ragu memilih produk Dua Kelinci,” imbuhnya.
Manfaat lainnya, sertifikasi halal mampu meningkatkan daya saing produk-produk Dua Kelinci di pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional. Bahkan membuka peluang untuk menargetkan konsumen di mancanegara. Khususnya negara-negara mayoritas muslim yang menerapkan regulasi ketat terkait produk halal.
“Sertifikasi halal tidak hanya penting bagi konsumen di Indonesia, tetapi juga memberikan akses bagi perusahaan ke pasar global yang lebih luas. Menjadi daya tarik bagi market dari negara-negara yang mensyaratkan produk halal atau menargetkan konsumen halal,” ucap Subiyantoro.
Komitmen Dua Kelinci dalam menjaga kehalalan produk merupakan salah satu kunci keberhasilannya dalam bertahan dan berkembang di industri makanan dan minuman. Manajemen berkomitmen penuh untuk memastikan setiap produk yang diproduksi berkualitas dan memenuhi standar halal.
Subiyantoro menegaskan setiap kali perusahaan mengembangkan produk baru, bahan-bahan yang digunakan diperiksa dengan cermat untuk memastikan bahwa semuanya telah jelas kehalalannya. Hanya bahan baku yang halal yang diperbolehkan masuk ke dalam proses produksi, dengan pemeriksaan yang ketat mulai dari kedatangan bahan hingga proses produksi, guna menjaga standar halal yang telah ditetapkan.
Pun alat-alat yang digunakan untuk produksi diawasi secara ketat oleh tim yang bertanggung jawab untuk menghindari risiko kontaminasi dengan bahan yang tidak halal. Saat ini Dua kelinci memiliki 10 plant yang semuanya berada di area yang sama di Pati, Jawa Tengah.
Guna lebih memastikan penerapan standar halal di seluruh lini produksi, Dua Kelinci membentuk tim khusus yang dikenal sebagai Organisasi Manajemen Halal yang dipimpin langsung oleh manajemen puncak dan KAHI (Komite Audit Halal Internal), yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa seluruh proses produksi dan operasional perusahaan mematuhi prinsip-prinsip halal.
Selain itu terdapat pula penyelia halal yang bertugas untuk mengawasi sistem dan sertifikasi halal. Tim ini didukung oleh seluruh tim AHI (Asisten Halal Internal) yang berasal dari berbagai departemen, termasuk Produksi, Quality, Procurement, R&D, Human Capital, dan Logistik. “Semua anggota tim telah mengikuti pelatihan khusus mengenai halal, sehingga mereka memahami betul bagaimana menjaga kehalalan produk di setiap tahap produksi,” terang Subiyantoro.
Masuk dalam Strategi Pengembangan Bisnis
Dalam konteks bisnis di Indonesia, di mana mayoritas penduduknya beragama Islam, penting bagi pelaku usaha memastikan bahwasanya produk yang ditawarkan dapat diterima oleh masyarakat. Sebagai salah satu produsen makanan dan minuman terkemuka di Indonesia, Dua Kelinci berkomitmen menghadirkan produk yang disertifikasi halal, bahkan ketika pembeli atau pasar tidak secara eksplisit mewajibkan sertifikasi halal.
Menurut Subiyantoro halal bukan hanya sekadar persyaratan bagi Dua Kelinci, namun sudah menjadi bagian integral dari strategi perusahaan dalam membangun brand image dan corporate image. “Citra produk halal telah melekat pada produk Dua Kelinci sejak pertama kali memperoleh sertifikat halal hingga sekarang,” sambungnya.
Dalam jangka panjang, citra produk halal ini meningkatkan loyalitas pelanggan dan memperluas pasar, baik di dalam maupun luar negeri. Upaya Dua Kelinci mempertahankan reputasi sebagai produsen makanan yang dapat dipercaya oleh masyarakat luas, terutama dalam aspek kehalalan.
Hal ini terus dikomunikasikan kepada konsumen melalui beberapa cara, mulai dari mencantumkan logo halal pada kemasan, informasi kehalalan produk melalui situs resmi perusahaan www.duakelinci.com, hingga penggunaan video profil perusahaan, termasuk mengenai proses sertifikasi dan komitmen kehalalan kepada setiap pelanggan yang mengunjungi pabrik Dua Kelinci.
“Kunci sukses perusahaan dalam menjaga konsistensi kehalalan produk terletak pada komitmen manajemen yang mendapat dukungan penuh dari puncak terhadap penerapan sistem halal di seluruh aspek operasional perusahaan, edukasi berkelanjutan karyawan tentang pentingnya menjaga kehalalan produk, dan evaluasi berkala yang yang memastikan kepatuhan terhadap standar kehalalan yang ditetapkan,” pungkas Subiyantoro.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 10/Oktober/2024
Artikel ini juga dapat dinikmati dalam format majalah. Akses edisi lengkapnya di sini:
https://ihatecpublisher.com/majalah/halal-review-edisi-oktober-2024/