Tak Hanya Sehat, Tapi Juga Halal
Mohamad| 12 Februari 2026
Jelang Ramadhan dan hari raya lebaran, produk perawatan mulut, baik pasta gigi maupun obat kumur kerap diserbu konsumen. Lantas, bagaimana Enzim memanfaatkan kedua momentum tersebut untuk meningkatkan penjualan?
Terlepas dari fungsi utamanya membersihkan gigi, melindungi gigi dari bakteri, dan mencegah gigi berlubang, setiap pasta gigi memiliki manfaat tersendiri yang ditawarkan. Seperti menjanjikan gigi putih, dan efek mulut segar sepanjang hari, bahkan ada pasta gigi yang dikhususkan bagi gigi sensitif.
Terkhusus bagi konsumen muslim yang memperhatikan apa saja yang masuk ke dalam tubuh, memilih produk pasta gigi juga harus mencari yang berlabel halal. Meski hanya digunakan di area mulut terkadang pasta gigi bisa tertelan, apalagi ada beberapa produk pasta gigi mengandung kalsium yang berasal dari tulang hewan dan perasa yang bisa mengandung alkohol.
“Kebutuhan akan pasta gigi yang sehat dan halal memang semakin berkembang, baik di pasar domestik maupun di pasar ekspor kami, maka Perusahaan kami berusaha memenuhi kebutuhan pasta gigi yang mampu membersihkan gigi, sehat dan juga halal,” kata Lie Filbert, Direktur PT Enzym Bioteknologi Internusa.
Drg. Harijadi Tri Nugroho, Ketua Manajemen Halal menambahkan bahwa mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, membuat keyakinan terhadap penggunaan produk menjadi salah satu syarat konsumen untuk menentukan pilihan produk. Konsumen membutuhkan produk yang bersertifikat halal, dan pasta gigi Enzim memenuhi syarat sebagai produk yang halal.
Enzim menawarkan beberapa varian produk pasta gigi dengan klaim yang berbeda-beda, yang menyasar banyak segmen mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, lansia, hingga pengguna kawat gigi, dengan benefit yang disesuaikan kebutuhan pasar.
Keunggulannya pasta gigi Enzim mengandung enzim–enzim yang bermanfaat, seperti amiloglucosidase (AMG), gluco-oksidase (GO) dan laktoperoksidase (LPO) yang berperan mengembalikan fungsi alamiah sistem laktoperokidase di dalam air ludah sehingga perkembangbiakan bakteri dalam rongga mulut dapat terkontrol. Jika bakteri di rongga mulut selalu dalam kondisi terkontrol, maka banyak problem gigi dan mulut yang akan dapat dicegah.
Menurut Dedi Saputra, Factory Manager PT Enzym Bioteknologi Internusa, perbedaan yang mencolok antara Enzim dan merek lainnya adalah pasta gigi Enzim sama sekali tidak mengandung Sodium Lauryl Sulfat (SLS), bahan pembentuk busa (deterjen) yang terdapat di dalam pasta gigi, sehingga tidak merusak ludah dan tidak menyebabkan mulut kering.
Deterjen pun dapat merusak indera pengecap. Akibatnya, rasa makanan berubah menjadi pahit atau hambar sesaat setelah menyikat gigi menggunakan pasta gigi yang mengandung deterjen. Selain tanpa kandungan deterjen, pasta gigi Enzim sudah berlogo halal sehingga aman untuk digunakan. “Semua produk pasta gigi dan obat kumur Enzim sudah tersertifikasi halal sejak tahun 2015,” tambah Dedi.
Suatu produk dikatakan halal bila bahan baku, proses pembuatan dan pengemasan, serta perusahaan bisa selalu menjamin produk akan selalu halal. Komitmen ini pula yang diterapkan Enzim, dengan menggunakan teknologi mutakhir, dan proses produksi yang mematuhi standar tertinggi untuk menghasilkan produk yang aman dikonsumsi.
Tak sekedar menjaga kepatuhan yang ketat terhadap Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk menjamin kualitas, keamanan, dan efektivitas produk. Enzim juga telah memperoleh sertifikasi halal untuk fasilitas produksinya. Ini semakin membuktikan dedikasi perusahaan untuk menyediakan produk yang memenuhi persyaratan budaya dan agama yang beragam.
Harijadi menegaskan pihaknya senantiasa menjaga konsistensi halal dengan melakukan pelatihan, audit internal, kaji ulang manajemen, update bahan baku, melakukan seleksi bahan baku. “Secara keseluruhan perusahaan konsisten melakukan penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) di semua lini sampai dengan semua supplier bahan baku dan pengirimannya,” sebutnya.
Mulut Tetap Segar di Hari Raya
Pasta gigi yang telah memiliki label halal penting untuk dikomunikasikan dalam promosi produk karena dapat meningkatkan loyalitas pada merek dan mendorong konsumen untuk melakukan pembelian kembali. Strategi ini pula yang dilakukan Enzym dengan mensosialisasikan pasta gigi halal ke konsumen lewat exposing product halal dalam setiap iklan dan promotion activities.
Memanfaatkan momentum Ramadhan dan lebaran, Enzym melakukan beragam aktivitas untuk meningkatkan kesadaran akan produk perawatan mulut yang sehat dan halal. Di antaranya, memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana menjaga kesehatan rongga mulut saat puasa melalui jembatan offline dan digital marketing, memasang spanduk di masjid-masjid, sebagai produk yang halal, hingga promo diskon di toko online dan offline.
Harijadi menyebutkan menjelang dan selama Ramadhan, Enzym meningkatkan ketersediaan produk di toko-toko, dan mengikuti bazaar produk halal di beberapa outlet modern market dan event Ramadhan untuk memudahkan konsumen memperoleh produk pasta gigi dan obat kumur. Menimbang selama berpuasa biasanya aroma mulut kurang sedap, sebabnya penting menjaga kebersihan dan kesehatan mulut.
“Kebutuhan pasta gigi yang sehat dan halal adalah kebutuhan setiap hari. Namun, pasta gigi tanpa deterjen dan mengandung enzim-enzim terbukti mampu mempertahankan kesegaran mulut selama 21 jam saat berpuasa, maka kebutuhan konsumen otomatis meningkat selama Ramadhan hingga jelang hari raya,” jelas dia.
Bidik Malaysia dan Singapura
Semenjak didirikan pada tahun 2000 lalu hingga sekarang, Enzim merupakan pionir dan menjadi pemain utama di bidang pembuatan pasta gigi yang mengedepankan bioteknologi. Tak hanya di pasarkan di Tanah Air, produk pasta gigi Enzim telah merambah ke pasar global, yakni Yaman dan Rusia.
Harijadi mengemukakan, sebagai produsen perawatan mulut terkemuka di Indonesia, Enzym dihadapkan pada tantangan dan peluang dalam upaya untuk memperluas saluran produk ke pasar global. “Tahun ini produk pasta gigi Enzim segera hadir di Malaysia dan Singapura,” ungkapnya.
Pertimbangan menggarap kedua negara serumpun tersebut bukan tanpa pertimbangan, mengingat permintaan produk yang tersertifkasi halal terus berkembang secara global, termasuk di Malaysia. Saat ini tren pembelian produk berlogo halal tak hanya dari makanan dan minuman saja, melainkan telah bergeser ke produk kecantikan dan perawatan pribadi, termasuk di dalamnya pasta gigi.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 04/April/2024