Manfaatkan Akses Digital Sebagai Media
Syauqi Ahmad | 28 Januari 2026
Ramadhan adalah momentum terbaik bagi Coca-Cola untuk meneguhkan kekuatan brand mereka di kancah minuman halal Indonesia. Seperti apa strategi yang dilakukan brand legendaris ini?
Di setiap hampers atau parcel hantaran hari raya Idul Fitri, biasanya ada satu merek minuman yang wajib ada di dalamnya. Orang Indonesia menyebutnya minuman pemersatu umat, ya dia adalah Coca-Cola.
Bagaimanapun, Coca-Cola sudah menjadi merek yang top of mind untuk minuman berkarbonasi halal di Indonesia, yang bahkan sudah melegenda sejak puluhan tahun silam. Coca-Cola pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1927, serta memulai produksi pertamanya secara lokal di tahun 1932.
Berturut-turut sejak tahun 1960, berbagai macam produk The Coca-Cola Company telah diperkenalkan pada pasar di Indonesia. Sebut saja Sprite di tahun 1961, Fanta di tahun 1973, Diet Coke di tahun 1986, Frestea di tahun 2002, Coca-Cola Zero, Minute Maid Pulpy di tahun 2008 dan Nutriboost di tahun 2014.
Termasuk proses akuisisi sebuah merek lokal air minum dalam kemasan bermerek Ades pada 2002. Dengan jumlah produk sebanyak itu, Coca-Cola diperkuat oleh keberadaan 8 pabrik dan 4 co-manufactur di Indonesia.
Director Public Affairs, Communications and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo mengatakan kepada Halal Review bahwa eksistensi Coca-Cola dan minuman turunannya sudah banyak dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Faktor sejarah dan nama besar Coca-Cola turut melanggengkan kiprah bisnis perusahaan yang berbasis di Atlanta, Geogia, Amerika ini.
Apalagi sebagai negara berkembang dan memiliki populasi muslim terbesar di dunia, tentu potensi pasar bagi produk minuman halal menjadi sangat tinggi. “Bahkan saat ini kami melihat pasar ekonomi halal di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan terutama disebabkan oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan kehalalan produk dan layanan yang mereka konsumsi,” ungkap Triyono.
Kata Triyono tren ini berdampak positif bagi para pelaku usaha produk halal, khususnya produsen makanan dan minuman untuk dapat menyediakan produk-produk yang sudah bersertifikat halal.
Dengan begitu, halal memang sudah menjadi bagian dari strategi pemasaran produk-produk Coca-Cola karena konsumen Indonesia memang sudah menjadikan halal sebagai salah satu pertimbangan utama dalam membeli produk makanan dan minuman kemasan yang ada. Dari situ perusahaan memasukkan halal ke dalam strategi pemasaran perusahaan dapat membantu meningkatkan (brand awarenes) kesadaran merek, loyalitas pelanggan, dan pangsa pasar.
“Betul, sertifikasi halal dapat menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan brand image dan citra perusahaan. Ketika perusahaan memproduksi produk yang bersertifikat halal, hal ini memberikan sinyal kepada konsumen bahwa Perusahaan tersebut menghormati nilai-nilai Islam dan berkomitmen untuk mematuhi standar produksi tertentu,” Triyono menegaskan.
Lebih lanjut dia mengatakan jika sertifikasi halal dapat meningkatkan reputasi perusahaan untuk kualitas dan keamanan, karena proses sertifikasi halal sering melibatkan pengujian yang ketat dan kepatuhan terhadap standar GMP (kebersihan) yang ketat. Ini juga dapat menunjukkan dedikasi perusahaan terhadap keragaman dan inklusivitas dengan memenuhi kebutuhan konsumen muslim.
“Oleh karena itu, memanfaatkan sertifikasi halal dapat berkontribusi pada identitas perusahaan yang positif, memperluas daya tarik perusahaan, dan berfungsi sebagai proposisi penjualan yang unik di pasar lokal,” sebutnya.
Ramadhan, momentum meningkatkan penjualan
Triyono mengungkapkan di bulan Ramadhan ini, Coca-Cola telah menyiapkan beberapa program istimewa mengingat bulan ini merupakan bulannya umat Islam. “Bulan Ramadhan adalah bulan yang suci, waktu dimana Al-Quran di turunkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW dengan perantara malaikat Jibril. Tentunya ini adalah waktu yang sangat Istimewa dan sangat tepat di maknai dengan menambah amalan, memperbanyak ibadah dan istighfar serta mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta Allah SWT,” ucap Triyono.
Bulan Ramadhan memiliki potensi yang signifikan untuk produk halal. Bulan ini adalah periode dimana tingkat spiritualitas meningkat bagi umat Islam, yang meliputi puasa dari fajar hingga matahari terbenam.
Untuk itu Perusahaan melihat bulan Ramadhan memiliki potensi yang tinggi untuk produk halal, seperti momentum untuk peningkatan permintaan. Triyono menjelaskan bahwa di Ramadhan ada peningkatan konsumsi makanan karena keluarga dan masyarakat berkumpul untuk berbuka puasa, seringkali dengan sajian makanan dan minuman yang spesial. Hal ini berkontribusi pada penjualan produk makanan minuman halal yang lebih tinggi.
Kedua, adanya budaya saling memberi hadiah. Nah Coca-Cola melihat ini adalah peluang yang besar karena umum bagi umat Islam untuk mengunjungi kerabat dan teman dan bertukar hadiah selama bulan Ramadhan, dan produk makanan minuman halal adalah pilihan populer untuk dijadikan hadiah, dengan demikian permintaan akan produk makanan dan minuman halal akan menjadi lebih tinggi.
Terakhir, biasanya ada penawaran dan promosi khusus. “Dengan itu kami dari perusahaan dapat memanfaatkan peningkatan permintaan dengan menawarkan promosi, diskon, bundel, dan lain sebagainya yang dapat menarik konsumen untuk membeli produk tersebut,” terang Triyono.
Maka bagi Perusahaan, Ramadhan merupakan peluang signifikan untuk peningkatan penjualan, visibilitas merek, dan keterlibatan pelanggan. “Kami betul-betul menggunakan potensi bulan Ramadhan ini untuk meningkatkan penjualan produk,” imbuhnya.
Di antara strategi yang dilakukan perusahaan jelas Triyono adalah dengan beberapa aktivitas pemasaran dengan iklan seputar Ramadhan yang ditayangkan melalui iklan digital dan billboard. “Cara-cara itu sampai saat ini kami lakukan, terlebih kita semua tahu jika segala sesuatunya kini sudah digital sehingga kami turut masuk ke ranah itu,” tegas Triyono.
Yang dilakukan perusahaan detailnya di bulan Ramadan antara lain promosi dan diskon khusus untuk produk-produk tertentu untuk mendorong konsumen melakukan pembelian. Perusahaan juga menayangkan Iklan bertema Ramadhan secara khusus yang mencerminkan nilai-nilai kebersamaan selama Ramadhan Bersama keluarga, teman atau kerabat. Selain itu, juga melakukan kampanye media sosial dengan menggunakan platform media sosial untuk terlibat dengan konsumen selama Ramadhan atau berbagi konten khusus mengenai Ramadhan.
Perjalanan panjang Coca-Cola sebagai perusahaan di Indonesia memang sangat menginspirasi. Semua yang dilakukan, kata Triyono karena Coca-Cola senantiasa mengikuti persyaratan dari BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) dan menjalankan SJPH (Sistem Jaminan Produk Halal) untuk setiap pabrik.
“Sistem ini dibangun atas dasar prinsip komitmen, tanggung jawab, pemantauan dan evaluasi terhadap proses halal yang berawal dari pemilihan bahan-pemeriksaan bahan baku-proses produksi-dan distribusi produk sehingga kami benar-benar menjalankannya dengan totalitas,” ujar Triyono mengkahiri pembicaraan.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 03/Maret/2024