Halal Sudah Merupakan Intangible Asset
Syauqi Ahmad | Januari 2026
Nama Nutrifood Indonesia sebagai salah satu perusahaan sektor Fast-Moving Consumer Goods/FMCG ternama di Indonesia memang cukup disegani. Salah satu kunci suksesnya adalah fokus dengan penerapan standar halal yang dijalankan secara konsisten.
Anda tentu populer atau tidak asing dengan merek-merek seperti Tropicana Slim, NutriSari, L-Men atau susu HiLo. Nama-nama tersebut adalah sekian dari banyak produk berkualitas yang dikeluarkan oleh Nutrifood Indonesia.
Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1979 ini memang terkenal memiliki komitmen yang tinggi dalam menghasilkan produk-produk jempolan. Hal itu juga sejalan dengan visi perusahaan untuk senantiasa menginspirasi dan mendorong kehidupan yang sehat dan menyenangkan, baik secara fisik maupun mental bagi masyarakat.
Nutrifood Indonesia merupakan produsen makanan kesehatan pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi ISO 9001 untuk aktivitas manufaktur pabrik. Kemudian, berlanjut akreditasi laboratorium, holding company, manufacture, dan sertifikat halal.
Nah, bicara halal inilah yang kemudian juga menjadi fokus utama Nutrifood Indonesia dalam pengembangan usahanya sehingga perusahaan ini tetap eksis dan berkembang sampai sekarang.
Produk halal bagi Nutrifood Indonesia seperti yang disampaikan Hasmy Halid, Quality Assurance Manager PT Nutrifood Indonesia, saat ini sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dielakkan lagi. Pasalnya, faktor pasar yang sangat besar di Indonesia yang didominasi oleh kalangan muslim, mau tidak mau menjadi satu motivasi besar bagi perusahaan untuk menghadirkan produk berlabel halal.
“Aspek halal sendiri bagi Kita sangat penting apalagi negara Kita mayoritas adalah muslim. Jadi secara kebutuhan masyarakat itu sangat baik dan dari segi bisnis itu juga mendukung. Apalagi kini sudah menjadi kewajiban bagi perusahaan untuk menerapkan halal,” ujarnya pada Halal Review.
Nutrifood Indonesia bisa dikatakan cukup serius mengelola persoalan ini yang bahkan menurut Hasmy perusahaan dilibatkan sejak awal dengan dijadikan sebagai pilot project dalam pengembangan sistem jaminan halal atau sekarang dikenal dengan Halal Assurance System (HAS) 23000 oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) pada 2006-2007 silam.
“Nutrifood Indonesia itu halalnya sudah lama, dimana pertama kali waktu LPPOM membangun sistem halal, kami bagian dari pionir di aspek ini. Termasuk juga kami dipilih sebagai pilot project untuk pengembangan sistem jaminan halal atau sekarang dikenal sebagai HAS 23000,” pungkas Hasmy kemudian.
Menjawab Tantangan dengan Komitmen
Nutrifood Indonesia adalah contoh sempurna dari perusahaan yang mengaplikasikan konsep halal dari segala aspek. Sebagaimana yang diungkapkan Hasmy, bahwa halal sudah menjadi basic needs di Nutrifood Indonesia sehingga setiap proses produksi telah melalui tahapan yang pasti baik, pasti bersih, dan pasti halal.
Bahkan tidak hanya terkait produk-produknya saja, di sini untuk penerapan sistem halal juga sampai dilakoni oleh karyawan perusahaan dengan misalnya memastikan untuk makan siang mereka harus makanan yang halal, atau di saat bulan puasa camilan atau snack berbuka karyawan pun wajib halal. “Istilahnya mereka tidak hanya memastikan produk yang dibuat itu halal, tapi yang mereka pakai sendiri juga pasti halal,” lanjut Hasmy.
Komitmen. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kesungguhan dan keseriusan Nutrifood dalam menjamin keberlangsungan aspek halal di setiap lini usahanya. Maka tak heran jika Nutrifood Indonesia bersama-sama LPPOM MUI dari awal bersama-sama merumuskan serta menjalankan konsep halal ini. “Kita sudah mulai dari awal bersama membangun dengan LPPOM. Mereka bikin konsepnya, Nutrifood Indonesia yang menjalankannya pertama kali,” Hasmy menegaskan.
Di tengah ragam tantangan yang ada, Hasmy mengungkapkan jika persoalan yang dihadapi selalu bisa diatasi dengan baik karena perusahaan sendiri telah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Mulai dari investasi sumber daya manusia yang diikutkan seluruh proses workshop dan training baik dari LPPOM maupun instruktur lain yang terkait dengan dunia halal.
Kemudian investasi di cost atau biaya terkait proses sertifikasi yang memang menjadi keabsahan mutlak harus ditempuh perusahaan sebelum melempar produknya ke masyarakat luas. Selanjutnya kata Hasmy adalah di fasilitas internal. Untuk yang poin terakhir biasanya digabung dengan standar produksi sehingga tinggal menyesuaikan saja.
“Dan yang tak kalah penting juga adalah ada komitmen serta kolaborasi dengan stake holder, artinya kita saling membutuhkan dan itu yang kita jaga. Tantangan itu mudah selama kolaborasi itu terus dilakukan,” beber Hasmy.
Saat ini semua produk Nutrifood Indonesia telah meraih sertifikat halal. Di antara brand-brand tersebut yakni Tropicana Slim, Nutrisari, susu HiLo, L-Men ada juga W’Dank. Nutrifood Indonesia juga memiliki tiga internal fasilitas yakni di Ciawi, Sentul dan Cibitung juga ada rekanan perusahaan untuk beberapa produk lain.
Bagi Hasmy urusan halal bisa membawa keberkahan untuk karyawan dan stake holder yang terlibat di dalamnya. Dengan adanya label halal di produk maka itu bisa menjadi sebuah nilai aset yang priceless dan merupakan bagian dari intangible asset sehingga kehadirannya bisa membawa kenyamanan bagi konsumen luas.
Tak ayal dengan komitmen seperti itu, Nutrifood Indonesia acap kali mendapatkan penghargaan Halal Awards dari sejumlah lembaga termasuk dari LPPOM MUI.
“Yang kita bangun selama ini tidak semudah membalikkan tangan, semuanya butuh proses perjuangan dan kolaborasi stake holder sampai seperti ini,” tutup Hasmy.
***
Artikel ini dimuat dalam majalah Halal Review 02/Februari/2024